
Kedua bola mata wanita dengan wajah super terkejut itu hampir saja jatuh keluar dengan kesadaran yang seakan hilang dari benaknya. tubuh kaku berdiri seadanya menopang berat dari bongkeman Visual yang tengah ia lihat.
Sam hanya diam. kakinya bersilang angkuh menatap Natalia yang berdiri anggun didepan pintu sana. kaki jenjang yang begitu putih bersih menyatu dengan Gaun yang di pakai. surai hitam lurusnya entah kenapa menambah aura yang begitu mencengangkan.
"Apa ada yang salah denganku?"
Tanya Natalia sangat lembut tapi jujur ia tengah mengendalikan mimik wajah. Talita, kenapa kau terlihat memandangku penuh permusuhan? padahal darah kita mengalir DNA yang sama.
Saat netra Natalia terlihat berair Sam langsung menekan pandangannya hingga rasa itu kembali Natalia tenggelamkan dan berjalan berlenggok aman dan casual.
Manager Edwan di samping Talita juga sangat syok melihat perubahan wanita ini. kacamata tebal yang biasa bertengger di hidung mancung mungil itu telah diganti dengan kacamata elegan yang mendukung penampilan anggunnya.
"Presdir. Sam!"
"Hm."
Sesuai perjanjian. Natalia harus bersikap formal selayaknya seorang Model biasa yang bekerja sama dengan Perusahaan Bilions, ia berlatih berhari-hari untuk mencapai kesempatan emas ini.
Seakan masih terkurung dalam tatapan terkejutnya pada Natalia. Talita sampai memucat saat menangkap merek Brand dari gelang emas yang dipakai Natalia sekarang.
"Nona!"
"A..."
Talita tersadar saat lengannya di sentak Manajer Edwan. ia berusaha menormalkan raut wajahnya agar tetap tenang membungkus rasa kagum atas kejutan besar ini.
Fagan mempersilahkan Natalia duduk di kursi singelnya tentu wanita itu memberanikan diri bergestur elegan yang menarik mata tajam Talita. kemana si kampungan yang dulu sangat jauh dari kehidupan glamor ini?!
"Presdir! ini adalah Nona Talita Arsyifa Pramudita. dia dari Agensi Gemilau Araksa." jelas Gamali penuh hormat.
"Persdir! saya sangat berterimakasih atas permintaan anda dan ..."
"Anda di pilih oleh Agensi. bukan langsung dari Perusahaan."
Sambar Fagan tegas memotong kalimat menjijikan Talita yang pasti akan memuji tapi dalam artian lain untuk Tuannya. Sementara Natalia. ia tengah menatap Talita datar sesuai tekanan yang diberikan Sam padanya.
"A.. tapi bukannya yang mengundang saya adalah Pres .."
"Aku tak cukup waktu mengundangmu."
Ucapan dingin berintonasi datar itu mencekik leher Talita yang tak mampu lagi bicara. rasanya sangat malu direndahkan seperti ini tapi apalah dayanya yang tak bisa berlaku banyak hal.
"Maaf. apa pekerjaan saya disini?"
"Nona Natalia Diajeng Pramudita. anda menjadi Model utama Produk Kosmetik kami dan Nona Talita menjadi Model cadagan." .
"Apa???"
Talita terperanjat bahkan ia menjatuhkan tas kecilnya menarik pandangan tak bersahabat dari Sam yang sangat tak suka dengan dirinya. pakaian ketat ini sama saja mempertontonkan lekuk tubuhnya yang sama sekali tak menarik di mata Sam.
"Yah. Nona! anda hanya akan tampil jika Nona Natalia tak sempat atau ada acara lain. bisa dibilang anda sebagai cadangan."
"T..Tapi, bagaimana bisa? tadi saya pikir kontrak kerjanya hanya ..."
"Itu keputusan Presdir. jika anda menolak itu tak ada pengaruh apapun bagi Perusahaan."
Gamali menjalankan tugasnya dengan baik. ia menyulut emosi dari Talita yang menatap tajam Natalia untuk menakuti wanita ini agar memundurkan diri.
"Apa anda bersedia? Nona Natali!"
Talita masih berusaha mengintimidasi sampai sudut bibir Natalia terangkat memberi senyuman khasnya menatap Gamali yang juga ikut mendamai.
"Saya setuju!"
Degg..
Hancur sudah harapan Talita ingin menjadi pion utama di sisini. peluang besar yang selama ini ia impikan telah ada didepan mata tapi Natalia kembali menghancurkan kehidupannya.
"Baiklah. anda tanda tangani kontraknya dan besok anda akan mulai melakukan pemotretan, tapi saya harap anda tak keberatan. Nona!"
"Tentu. terimakasih!"
__ADS_1
Jawab Natalia menandatangi dengan fasih dokument kerjasamanya dihadapan kepalan tangan Talita yang menguat. wajah wanita itu merah menahan emosi bahkan Manager Edwan sudah merasa Nonanya akan meledak.
"Kalau begitu untuk hari ini selesai. Nona Natalia bisa mempersiapkan diri mempelajari dialognya dan bekerja dengan baik."
Natalia mengangguk hingga Gamali pamit pergi dengan Talita yang juga berdiri tak berhenti melempar tikaman mata kearah Natalia yang hanya diam tak gentar juga memandangnya.
"Wah! selamat Nona NATALIA!". tekan Talita sinis dengan gaya biasa.
"Terimakasih. Nona Talita! senang bertemu dengan anda."
Talita yang sudah tak tahan dengan sikap luar biasa ini harus pamit pergi lebih cepat keluar ruangan Meeting yang sebenarnya tak begitu formal tapi Sam ingin melihat betapa ingin wanita kuman ini mau berusaha. dan nyatanya, hasil yang cukup memuaskan.
Namun. Talita sengaja mengulur heelsnya ingin menginjak punggung kaki Natalia yang dengan cepat menghindar beralih menyenggol betis Wanita itu dengan santai.
Brugh ...
"Aaauuu!!!!"
"Nona!"
Manager Edwan dengan cepat membantu Nonanya berdiri dikalah tubuhnya menyungsep ke depan lutut Natalia yang masih duduk tenang dengan wajah datarnya.
"Kenapa jatuh?"
"Kauu!!!"
Natalia hanya diam setelah melontarkan pertanyaan polos yang menyebalkan. karna dirundung rasa malu akhirnya Talita pergi keluar dengan tatapan biasa semua orang.
"Apa itu sudah cukup?"
Natalia menatap Sam yang hanya menunjukan raut biasa seperti tak memberi apresiasi sama sekali.
"Belum. masih jauh dari kata SEMPURNA!"
"Tuan!"
"Hm."
Seketika suara perut Natalia lansung berbunyi nyaring membuat Sam tertegun ditengah suasana hening ini. raut wajah gemasnya tersembunyi dibalik tekanan bibir itu melihat wajah merah Natalia yang menggemaskan memeggangi perutnya.
"A.. itu . aku ..."
"Berapa tahun kau tak makan sampai bunyinya sekeras itu?"
Natalia hanya melempar cengir kudanya membuat Sam menghela nafas panjang lalu berdiri.
"Em. boleh aku minta sesuatu?"
Tanya Natalia berdiri disamping Sam dengan gaya malunya yang begitu gemulai.
"Apa?"
"A.. itu..aku mau keluar!"
Seketika tatapan Sam kembali membunuh membuat Natalia lansung memeluk lengan kekar ini spontan karna memang ia sudah biasa seperti ini bahkan lebih.
"Hanya kali ini. boleh?"
"Kau mau kemana? pekerjaanmu banyak jadi .."
"Tuan! hanya sebentar, aku mau jajanan didekat jalan tadi."
Rengek Natalia membuat wajah Fagan merah melihat bibir merah itu mengerucut dengan mata kucing melemahkan. Sam yang berada dijalur ketidak amanan ini pun tak sampai hati melarangnya.
"Hm."
"Hm. itu artinya apa?" polos Natalia merapikan Dasi dileher Sam yang mau tak mau memberikan izin.
"Pergilah."
"Yahhh!!! Terimakasih!"
__ADS_1
Natalia berjingkrat kegirangan tapi ia masih tahu perannya sebagai apa jika berhadapan dengan banyak orang. sayangnya jingkrakan ceria itu terlepas saat sadar kalau kantongnya kering.
"Tapi. itu..."
"Apa?" Sam menyipitkan matanya saat tangan Natalia terulur seperti meminta. tentu Sam paham dengan isyarat ini
"P..pinjam dulu uangnya. nanti kalau sudah gajian aku bayar." cengiran lugu memperlihatkan gigi rapinya
"Cih. yang menggajimu itu juga Aku!"
Sam bicara judes seraya mengeluarkan Dompet tebalnya. Natalia berbinar melihat banyak uang merah didalamnya bahkan kartu-kartu itu juga tampak rapi.
"Ini!" Sam beberi 10 lembar menguras habis dompetnya. ia memang jarang menggunakan uang Ces dan ini hanya untuk berjaga.
"Emm.. tak ada yang 5 ribu?"
"K..Kau ini sakit atau apa? ambil ini!"
Natalia menggeleng lalu menatap Fagan yang juga tak punya uang sebesar itu. ia tak berani memeggang uang merah sebanyak yang diberikan pria ini.
"A.. kalau begitu aku pinjam ke teman dibawah saja."
"Kau ini."
Natalia keluar dari ruangan ini membuat Sam lansung menelfon seseorang diseberang sana
"Hello. Tuan!"
"Cepat kau bawa para pedaggang makanan di dekat jalanan sekitar Perusahaan kedepan Gedung ini."
"Baik. Tuan!"
Sam lansung mematikan sambungannya. namun ada senyum samar yang terangkat menatap lengannya yang tadi dipeluk Natalia.
"Cih. kenapa aku jadi seperti ini?!"
Drett..
Ponsel Sam berdering hingga tertera nama wanita yang sudah tak ada dikepala beberapa hari ini. ia seakan baru ingat ketika melihat namanya dilayar benda pipih miliknya.
"Hm."
"Sam. Sayang! malam ini di Kediaman Papa ada acara makan malam bersama seperti biasa, sayang!"
"Lalu?"
Sam hanya menjawab seadanya karna ia mulai malas dengan wanita ini.
"Kita pergi. kau jangan terlambat, hm? disana juga akan ada Momymu dan.."
Tutt..
Sam mematikannya secara sepihak lalu menatap kedekat pintu keluar. ia harus merundingkan hubungannya dan Qyara secepatnya karna ia merasakan Pernikahan ini mulai tak berarti.
.......
Para manusia berbadan kekar itu tampak berkeliling dengan menjadikan foto diponselnya sebagai landasan pencarian. sudah beberapa hari ini mereka mencari perempuan yang telah ditukar di Casino milik Bosnya tapi belum juga ditemukan.
"Disemua daerah sudah dicari. mustahil wanita kampungan ini pergi keluar Negeri."
Decak salah satunya kasar karna sudah mulai frustasi. mereka harus menemukan wanita itu karna di bayar mahal oleh Bosnya.
Setelah beberapa lama berkeliaran. 5 pria bernadan kekar itu terhenti didekat persimpangan jalan dengan salah satunya mendapat telfon dari seseorang.
"Ada apa?"
"Dia ada didepan Perusahaan Bilions. wanita berkacamata yang kau cari!"
.....
Vote and Like Sayang .
__ADS_1