
Semua orang terkejut akan apa yang baru saja didengar dengan suasana menghening kaku seakan masih belum keluar dari rasa syoknya. tatapan yang terlanjur ke pada Qyara langsung terlempar kearah Natalia yang seakan tersambar petir akan apa yang baru saja Sam nyatakan.
"Nona Natalia! apa ada disini bernama itu?"
Panggil Sam lagi menatap tajam Natalia yang kikuk dilihat banyak orang. tapi ia segera melangkah pelan menuju panggung saat Amela sudah menepuk pahanya.
Mereka semua terdiam masih tak menyangka. biasanya Qyara lah yang menjadi bintang dimana tempat tapi sekarang. apa yang dilakukan Presdir Sam itu sangatlah membuat Qyara malu. bahkan wajah wanita itu sudah merah padam menahan amarah dengan Lien yang menarik lengan Qyara untuk kembali duduk.
"Silahkan Nona. Natalia!"
MC Galden memberikan pengeras suara ketangan Natalia yang masih menatap Sam yang mengangguk samar membiarkan Natalia berdiri disampingnya. ratusan mata di ruangan ini benar-benar membuat Natalia gugup bahkan ia merasa jantungan.
"A..."
"Papamu juga menyaksikan."
Bisik Sam sekilas menatap kearah Media yang menyiarkan. Natalia tertegun sejenak melihat itu dengan pandangan Qyara yang tahu Natalia gugup karna baru pertama kali tampil dikalangan banyak orang penting.
"Cih. kampungan akan tetap ka..."
"Selamat malam semua!!"
Sapa Natalia tersenyum hangat mengambil emosi para hadirinnya.
"Malam. Nona!!!"
"Em. mungkin kalian baru pertama kali melihatku berdiri disini! dan kita masih sangat asing, bukan?"
Mereka mengangguk menikmati alur yang dibawa Natalia untuk menghidupkan suasana yang tadinya penuh keteggangan. apalagi Sam masih ada dipanggung seakan enggan meninggalkan wanita ini sendiri ditatapan panas seseorang.
"Baiklah. Namaku Natalia Diajeng Pramudita! mungkin sebagian kalian tak tahu nama Keluargaku karna kami memang hanya orang menengah, tapi karna suatu hal aku ingin mencoba dunia Modeling dan sampai sekarang itu sangat dibantu oleh.."
Natalia menatap Sam yang hanya diam membiarkan wanita ini bicara.
"Presdir Sam! terimakasih, Pak!"
"Apa kau punya Pesan untuk seseorang?"
Tanya Sam menyela MC Galden yang ingin bicara pada Natalia yang berfikir sejenak kearah Media.
"Ada?"
"Hm. Untuk seseorang yang mungkin tak bisa melihatku sebesar ini, untuk seorang wanita yang membuatku bertahan sampai saat ini dan untuk Mama..."
Natalia tersenyum dengan emosi yang mengkaburi matanya. seandainya wanita itu masih hidup ia akan sangat bahagia.
"Aku... Aku sangat menyayangimu!"
Prokkk...Prokkkk...
Mereka memberi tepukan yang sangat meriah membuat suasana kembali hidup bahkan banyak yang memuji kecantikan dan gestur sopan Natalia diatas panggung yang memposisikan diri tak mau membelakangi Presdir Sam yang Notabentnya adalah petinggi yang diaggungkan.
"Anda luar biasa. Nona!!!"
"Yahh!!!"
Natalia hanya melengkungkan senyumannya membungkuk sedikit memberi salam lalu memberikan pengeras suara ditangannya ke MC Galden yang dengan senang hati menerimanya.
"Terimakasih untuk Presdir Sam dan Nona Natalia yang malam ini tampil sangat sempurna!!!"
Mereka kembali menyoraki dengan Natalia yang perlahan turun dari panggung. Sam yang kembali ketempatnya masih tak lekang memperhatikan Natalia yang disambut bahagia oleh teman-teman barunya.
__ADS_1
"Produk Brand Bilions telah menyaingi angka penjualan teratas. untuk Modelnya Nona Natalia yang sangat berprestasi mampu mengimbangi kinerja Perusahaan. untuk penghargaan selanjutnya Nona Natalia tak hanya akan menjadi Model Utama tapi juga Model Tetap dan Lebel Perusahaan BILIONS!!!"
"Woww!!!!"
Mereka bertepuk tangan meriah dengan Natalia yang cukup syok. ia menatap Sam dengan penuh tanya dan heran. kenapa menjadikannya Lebel utama Perusahaan sebesar itu? bisa saja akan banyak yang membencinya nanti.
"Kau sangat beruntung!!"
"Yah. kau memang cerdas, Natalia!!"
Amela dan teman-temannya memuji Natalia yang hanya tersenyum kecil dengan MC Galden yang mempersilahkan mereka untuk makan terlebih dahulu sebelum acara Dansa dan persembahan hiburan dari beberapa Artis yang tengah naik daun.
Melihat Natalia yang keluar dari kerumunan beberapa orang. Tuan Mahmanda mulai menyelesaikan minumnya dan melangkah dengan penuh rencana mendekati Natalia yang berusaha untuk bertemu Sam yang disibukan dengan para Koleganya.
"Nona!"
Langkah Natalia terhenti saat Tuan Mahmanda berdiri didepannya. Natalia masih memberi senyuman cantiknya membuat Tuan Mahmanda semakin tertarik akan Model yang satu-satunya memakai Mantel bulu disini.
"Tuan!"
"Anda sangat luar biasa."
Pujinya penuh arti tapi tak begitu Natalia respon membuat pria paruh baya itu jengkel dan berusaha membawa Natalia dari tempat ini.
"Nona. bisa kita bicara!"
"Em. Maaf Tuan! saya ada kepentingan."
Sopan Natalia pamit melewati Tuan Mahmanda yang diam mencari akal. semua itu dilihat jelas oleh Qyara yang menarik diri dari teman-temannya mendekati pria itu.
"Ehm!!"
Tuan Mahmanda menoleh hingga mata nakalnya kembali berpijar saat Qyara mendekat tepat dihadapannya. ia selalu segan mengajak wanita ini untuk berdua karna ia takut jika Presdir Misterius itu mencabut nyawanya secara sadis.
"Kau menginginkannya?"
Tanya Qyara melirik Natalia yang masih dihadang beberapa Ibu-Ibu yang meminta foto dengannya. ia punya rencana besar untuk wanita itu malam ini.
"Tentu. kenapa Bidadari seindah itu ku lewatkan. Nona!"
"Baiklah. aku bisa membantumu."
Tuan Mahmanda cukup terkejut akan jawaban Qyara yang ia kira akan menentangnya. pandangan Tuan Mahmanda semakin heran tapi Qyara mengangguk meyakinkan hingga ia hanya bisa menyeringai kembali menatap Natalia penuh hasrat.
"Tunggulah di penginapan belakang!"
"Kau sangat pengertian!"
Ucap Tuan Mahmanda tersenyum licik melangkah pergi dengan Qyara yang dengan cepat mengetik sesuatu diponselnya lalu menatap Megan yang mengangguk melangkah pergi kearea Barista penyaji.
Sementara itu. Qyara kembali ketempatnya dengan tatapan heran Lien yang sangat tahu apa yang dilakukan wanita ini kalau berurusan tentang Popularitas dan Sam.
"Apa lagi yang kau perbuat?" santai dan sinis.
"Tidak ada. hanya meletakan sesuatu pada tempatnya."
Jawab Qyara menerima minuman anggur dari pelayan yang mengantarnya seraya memantau Megan yang sudah memberi pesan beres menarik wajah cerah Qyara.
"Kita lihat. siapa yang akan meninggalkan Sam! aku atau kau, sialan."
Batin Qyara menyeringai melirik licik Natalia yang meminum Jus yang diberikan para Pelayan padanya. bagaimana bisa Natalia menolak? ia dipaksa oleh para ibu-ibu yang memang berniat baik ingin minum bersama seraya berbincang kecil.
__ADS_1
"Saya tak menyangka anda akan bertalenta sebesar ini. Nona!"
"Yah, sudah cantik, berbakat dan sangat anggun. mau tidak bertemu dengan putraku?"
Natalia hanya tersenyum canggung dengan tawa kecil orang-orang disekitarnya. ia masih mencari Sam yang tak ada ditempatnya lagi karna ada Team Kolega dari Jerman yang baru datang dan tentu pria itu akan sibuk.
Namun. setelah beberapa lama Natalia mulai merasa aneh dengan suhu tubuhnya, ia terlihat menatap kesekelilingnya yang ramai membuat nafasnya sesak.
"Em. saya permisi dulu!"
"Ouh. iya Nona!"
Natalia dengan tergesa-gesa melangkah kearah tangga untuk mencari Sam. ia meninggalkan lantai dasar yang sangat riuh dengan suara musik memusingkan telinganya.
"Kenapa sangat panas?"
Gumam Natalia mengibas wajahnya sendiri bahkan rasanya begitu gerah sampai keringat dingin dilehernya mulai tercipta. langkah Natalia begitu terburu-buru menyusuri pegangan tangga yang membawanya kelantai atas tak jauh dari lantai dasar Pesta.
"Panas!"
Gumam Natalia tak tahan seraya melepas Mantelnya hingga ia hanya memakai Gaun yang sexsi membentuk tubuh indahnya. kaki Natalia sudah gemetar untuk mencari udara segar atau sekedar angin dingin untuk menyejukan tubuhnya.
.......
Tatapan puas itu langsung Alfin layangkan pada pelayan yang tadi ia suruh memberi obat ke minuman Bundanya. ia tengah ada di Mobil luar dekat Loby menunggu berita selanjutnya.
"Tuan kecil!"
"Kau memberikannya pada Bundaku. kan?"
Wanita itu mengangguk berdiri disamping kaca jendela Alfin yang memberikan Amplop uang yang begitu tebal dari dalam tasnya ke tangan wanita itu.
"Terimakasih. Tuan kecil!"
"Hm. kau rahasiakan ini. atau terima saja akibatnya." tekan Alfin mengancam kejam membuat Supirnya didepan sana hanya diam.
"Baik. Tuan kecil! Bunda anda sudah meminumnya, dia memesan anggur!"
Dahi Alfin mengkerut. tak mungkin Bundanya meminum air sejenis itu sedangkan wanita itu masih...
"K..Kau ...kau berikan pada wanita yang mana?" panik Alfin terkejut baru sadar.
"Yang bersama Tuan Lien!"
Degg...
....
Vote and Like Sayang...
Makasih buat readersku yang udah mau vote dan dukung karya author ya say.
.MARISI TUMBOLON
.DENI IRIANI BINTANG
.PUTRI NUCAHYA
dan semuanya terimakasih ya say..
__ADS_1
Makasih buat yg lain juga..