
Pandangan penuh kagum semua orang langsung tertuju pada sesosok wanita yang memakai Gaun Midi-Dress yang menjuntai indah kelantai. Gaun berwarna merah hati dengan bagian kaki terbelah hingga paha memperlihatkan keindahan kaki jenjang yang mulus dan putih bersih. Bahu dan dada sekangnya dipertontonkan karna hanya selembar kain yang menutupi bagian atas dekat tulang lehernya dan rambut yang digulung cantik dengan menyisakan satu juntaian dipelipis memperindah riasan yang membuat Natalia tampil bak putri Bangsawan.
"Anda sangat cantik. Nona!" puji Perias yang didatangkan khusus ke Kediaman. Mereka begitu antusias melihat dimana mereka akan menuangkan karya seninya. Wajah Natalia memang jelas cantik dari aslinya hingga mudah melakukan apapun menyempurnakan segalanya.
Rani dan Maya yang melihat dari depan pintu sana juga sangat terpana akan pesona wanita ini. Natalia menawarkan keanggunan namun kali ini Sam ingin Natalia tampil berbeda dan jelas Sexsi dimatanya.
"Apa ini tak terlalu ketat?" gumam Natalia menurunkan gaunnya yang membentuk paha.
"Anda tenang saja. Nona! kami selalu diminta menyiapkan Mantel, anda bisa melenggang senyaman mungkin."
Jawab Perias Aktris itu menunjukan Mantel bulu halus berbahan lembut yang selalu dibuat untuk Natalia kemana pergi.
Namun. Natalia ingat soal janjinya dengan Dokter Andra siang tadi dan ia harus bisa lolos dari penjagaan untuk sementara waktu agar bisa membicarakan hal itu lagi.
"Emm.. Baiklah! tapi..aku harus membeli sesuatu di Resort dekat Pantai dulu."
"Membeli apa?" tanya Rani siap siaga melayani.
"Hal khusus! jadi aku harus kesana dulu."
Rani saling tatap dengan Maya yang menghela nafas halus. ia mengangguk meyakinkan tak akan terjadi apapun karna Natalia tak mungkin mengacaukan pestanya sendiri.
"Baiklah. Nona! saya akan mengantar, anda!"
"Ya, sudah! terimakasih untuk riasannya."
Ucap Natalia pada para Perias yang menunduk patuh mengiring dirinya keluar ruangan dengan Maya yang membalutkan mantel hangat itu. Diluar sangat dingin karna cuaca hari ini tak menentu.
Disepanjang langkahnya. Natalia berfikir soal bagaimana cara menemui Andra jika Rani tak mau membiarkannya sendiri? ia tak akan bisa lolos dengan mudah.
Setelah bergelut dengan langkah panjang. akhirnya mereka sampai dilantai dasar dengan para Pelayan menunduk dan pengawalan yang ketat diberikan.
"Silahkan. Nona!"
Hendry ada didepan pintu utama mengiring Natalia menuju Mobil. Malam ini sangat berembun membuat Natalia mengeratkan Mantelnya dan tas kecil yang ada ditangannya.
"Kita ke Resort pantai kemaren dulu. ya Hend?"
"Resort?" tanya Hendry agak bingung.
"Hanya sebentar. ada yang mau ku beli, jangan beritahu Sam!"
"Baiklah. Nona!"
Natalia mengangguk masuk kedalam Mobil Mewah keluaran Amsterdam itu. Rani juga ikut duduk disampingnya dengan Maya yang melambaikan tangan memberikan ucapan perpisahan pada Natalia yang tersenyum hangat dikala Mobil mulai melaju pelan.
Drett..
Satu pesan masuk ke Ponsel Natalia yang segera membukanya.
Hay, Sexsi!
Pipi Natalia merona malu melihat satu pesan dari Sam yang pasti tengah merencanakan sesuatu. Jantung Natalia terasa berdebar membayangkan wajah tampan pria itu bahkan ia sangat gugup.
"Non!" Rani memastikan Natalia baik-baik saja.
"Ran! kenapa perasanku begini?"
Keluh Natalia memeggangi dadanya. Ia sangat panik dan begitu gelisah. Entah kenapa tiba-tiba ada rasa enggan menemui Andra karna takut melukai Sam tapi ia penasaran apa yang ingin pria itu katakan.
Melihat ketegangan Natalia. Rani langsung memeggang pundak wanita cantik ini lembut selayaknya teman. Mereka juga dekat karna Natalia selalu akrab dengannya.
"Tenang saja. Nona! semuanya akan baik-baik saja."
"Ran! Sam sangat baik, bukan?"
Rani terdiam lalu memekarkan senyuman akan ucapan Natalia. Siapa yang tak akan jatuh cinta pada pria itu? memang dari luar ia terlihat keras dan sangat Arogan tapi percayalah hatinya begitu lembut dikala sudah masuk dalam jiwanya.
"Tuan memang begitu. diluaran sana banyak yang menbencinya karna bersikap egois dan begitu keras! tapi nyatanya, dia sangat gila kalau sudah memilih sesuatu."
"Apa aku pantas dengannya?"
Tanya Natalia begitu ragu dengan dirinya sendiri. Hendry yang mendengar percakapan mereka hanya mengulum senyum akan kegelisahan Nonanya.
"Hanya Tuan yang tahu jawabannya!"
"Tapi aku...aku ini hanya debu. Ran."
Lirih Natalia menatap kearah jalanan yang diterangi lampu kota. Mereka telah berlalu menuju Resort yang Natalia minta.
__ADS_1
"Tanyakan langsung pada. Tuan! dia akan memberi jawaban lengkap."
"Hm. tapi aku gugup."
Gumam Natalia meremas jemari yang ada dipangkuannya. Ia masih menunggu pesan Sam dilayar ponselnya dengan Hendry yang melihat jalanan.
Cepatlah Datang!
Natalia langsung membalasnya tak kalah tergesa-gesa dengan kalimat 'Memangnya kenapa?'. Tanpa jeda yang lama pesan itu kembali masuk.
Aku ingin mencium bibirmu.
Natalia langsung menahan geli membuat Rani menggeleng membiarkan dua insan manusia itu berbalas pesan menungkapkan perasaanya yang begitu bergejolak.
Setelah beberapa lama. Akhirnya mereka sampai kedekat Pantai yang tak begitu ramai. Natalia menyimpan kembali ponselnya dikala mendengar suara ombak ditepian sana.
"Saya yang akan turun membelinya. Nona!"
"A.. itu.. ini agak sensitif jadi.."
Natalia sedikit gugup membuat Hendry terdiam memikirkan apa yang akan dibeli Natalia. Tentu ia mengalah karna tak mau menganggu Privasi wanita ini.
"Silahkan. Nona!"
"Hm. terimakasih!"
Natalia turun dari Mobil menapaki jalanan yang tak berpasir karna mereka masih ada didekat Resort yang begitu cantik. Natalia tak begitu terlihat diremangan malam ini membuat semuanya aman.
Rani-pun tak tinggal diam. Ia mengikuti langkah Natalia menuju Resort dengan memasangkan Masker ke wajah wanita ini agar tak membuat keributan.
"Ran!"
"Iya. Nona!" Rani menatap datar para manusia yang menatap mereka dengan pandangan beragam.
"Aku mau ke Toilet! kau tolong beli pesananku."
"Tapi.."
"Beli Wine yang enak."
Rani agak ragu tapi ia tak mampu menolak hingga mengangguk melangkah masuk kedalam Resort meninggalkan Natalia yang berdiri dipintu masuk. Ia menatap Hendry yang sibuk menelfon dengan para pengawal yang masih sibuk menjaga di Mobil.
Gumam Natalia menyalip ke samping Resort dengan langkah pelan bersembunyi dibalik pagar-pagar didekatnya. Ia melangkah menapaki lantai yang terhubung langsung dengan jalan pantai kebelakang sana.
"Kau dimana?"
Gumam Natalia mencari Dokter Andra dibeberapa tempat. Beberapa orang yang melihatnya tampak hanya menatap tak mau menyapa karna tak kenal dengan wajah bermasker itu.
Lama Natalia melihat disekitar Resort sampai udara dingin mulai menyeruk disela mantelnya. Netra cantiknya liar mencari ketepian Pantai hingga menemukan seorang Pria yang berdiri membelakanginya didekat pantai sana.
"And!!!"
Suara Natalia tertahan tapi masih sayu-sayu terdengar akibat suara geburan ombak. Natalia terpaksa melepas Heelsnya dan melangkah mendekati Pria itu dengan satu tangan memeggang Gaun dan satunya lagi menapaki pasir lembab ini.
"And!!"
Pria itu menoleh. Dan benar saja, matanya membulat dengan pandangan terpana melihat siapa yang tengah melangkah anggun mendekatinya.
"..Lia.."
Pandangan Dokter Andra kosong. Natalia memakai gaun dan sangat cantik walau setengah wajahnya ditutupi masker tapi ia terbayang jelas wajah ayu ini.
"And! apa yang ingin kau katakan?"
"Kau...Kau sangat cantik."
Puji Dokter Andra yang memakai jaket santai menatap penuh kagum Natalia yang sudah berdiri dihadapannya. Natalia melihat kekanan-kiri takut jika pengawal melihat mereka.
"And! apa yang mau kau katakan?"
Desak Natalia terburu-buru membuat raut wajah Dokter Andra berubah.
"Cepatlah!"
"Kenapa terburu-buru?" tanya Dokter Andra mulai dingin.
"Aku ada acara! kau mau mengatakan apa?"
"Bertemu seseorang?"
__ADS_1
"And! cepatlah, kau mau bicara apa?"
Natalia mulai kesal membuat Dokter Andra diam sejenak lalu kembali tersenyum kembali menghadap nyiur pantai.
"Kau yakin mau mendengarnya?"
"Kau sendiri mendesakku kesini." jawab Natalia tegas menjaga jarak.
"Jauhi dia!"
"Siapa?" Natalia tak mengerti.
"Pria yang menikahimu!"
Degg...
Seketika wajah Natalia memucat dengan tubuh kaku dan tersengat. Pandangannya menatap kosong Dokter Andra yang masih diam.
"K..Kau.."
"Dia pria yang buruk!"
"And! kau tak berhak berkata seperti itu tentangnya!"
Bantah Natalia muak mendengar perkataan itu.
"Benarkah? dia bukan pria baik-baik."
"Aku tak paham ucapanmu."
Geram Natalia berbalik ingin melangkah pergi.
"Pria itu ingin membalas dendam padamu"
Langkah Natalia terhenti mendengar ucapan Dokter Andra yang langsung menarik lengan Natalia untuk berhadapan dengannya.
"Kau ingat! dia itu sangat licik, Lia!"
"Kau bicara apa. ha?" Natalia masih tak percaya akan tuduhan ini.
"Percayalah. Natalia! Ayahnya yang telah membunuh, Mamamu!"
Degg...
Seketika Natalia terkejut dengan mata terbelalak. Ucapan Dokter Andra seakan tak masuk dalam pikirannya yang cukup terkejut bahkan tak pernah berfikir kesana.
"K..Kau..."
"Tuan Anderson membunuh Mamamu karna mengkhianatinya. dan Sam sangat membencimu karna Mamamu hubungan kedua orang tuanya merenggang."
Jelas Dokter Andra begitu serius tapi Natalia menggeleng tak percaya. Ia yakin Sam tak akan sejahat itu padanya. Pria itu tak mungkin seperti itu.
"Omong kosong!"
"Dia benar. Non!"
Suara wanita dari belakang Natalia membuat Natalia menoleh dengan wajah masih kosong dan jantung berdebar kuat. Matanya mulai berkaca-kaca menatap seorang wanita yang begitu ia sayangi ini.
"B..Bik!"
Gumam Natalia masih tak percaya menatap Bibik Mina yang terlihat berpenampilan kusut. Kening wanita ini berdarah dengan linagan air mata yang terlihat deras.
"N..Non!"
"B..Bibik kenapa? kau...kau bicara apa. Bik? lirih Natalia bergetar dan lemas.
"Sebenarnya Bibik telah lama menahan ini. Non!"
"B..Bibik kau..kau bercanda-kan?" Natalia semakin gemetar.
"Tuan Sam sudah lama ingin membunuh Bibik karna ingin mengatakan ini dan dia juga yang telah membakar Kediaman agar Nona semakin percaya padanya karna telah menyelamatkan Tuan besar."
Natalia langsung lemas bahkan ia hampir tumbang tapi Dokter Andra segera menangkapnya. Jelas Dokter Andra merasakan tubuh Natalia mendingin membuat hatinya sakit.
"T...Tidak.. dia..dia.."
"Dia hanya berpura-pura. Non! buktinya dia tak pernah mengatakan kalau dia mencintai Nona dan hubungan kalian selalu disembunyikan!"
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..