Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Masih tak percaya


__ADS_3

Mentari yang tadinya berlalu terik seketika berganti dengan bulan yang telah bersinar abu meremangkan suasana malam yang telah berkabut dengan suara deru kendaraan bermacam jenis ke semua arah jalan yang tampak ramai.


Suara riuh dari gemeriah ibukota ini mampu memecah malam yang semangkin gemerlap akibat sinaran lampu gedung-gedung pencakar langit yang sudah berhenti beroperasi karna jam kerjanya sudah habis.


Namun. sedari mentari masih merekah dan panas masih membara, sesosok pria dengan perawakan Bule Jerman asli itu masih sibuk dengan Laptop yang masih abadi menyala dengan deretan angka yang dimasukan ke dalam laman web yang akan digunakan.


Tatapan elang yang begitu fokus bahkan tak memperdulikan keadaan disekitarnya, sesekali ia terlihat mengunyah makanan yang hanya tinggal satu potongan tempe lezat yang menemani waktu kerjanya.


"Shitt. sudah habis."


Gumam Sam mendecah lalu menegguk Teh dingin yang sudah terasa hangat tapi masih tetap enak dari dalam botolnya.


Lirikan mata Sam menangkap sesosok wanita yang sedari tadi berbaring diatas sofa sana dan sampai sekarang ia masih tidur dengan jam yang menunjukan pukul 11 malam. ini sudah larut tapi Sam biasa pulang jam 2 atau 3 dinihari.


"Menyusahkanku!"


Geram Sam terpaksa menyudahi pekerjaannya. karna makanan penyangga sudah habis dan ia juga tak mungkin membiarkan Natalia tertidur di sofa terlalu lama.


Dengan cepat Sam mengemas peralatannya termasuk memasukan kembali kotak bekal tadi kedalam Paper-bag dan mendekati Natalia yang mendengkur membuatnya menyeringit.


"Tuan Dokter. hmm"


Natalia tersenyum manis dengan mata terpejam membuat Sam terdiam sejenak lalu berjongkok tepat disamping sofa menatap wajah bantal Natalia yang begitu nyenyak.


"Dok. maaf. hmm!"


"Hey!!"


Sam melambaikan tangannya kehadapan wajah Natalia yang malah senyam-senyum sendiri sesekali bersin membuat exspresi Sam semangkin jengkel.


"Kuman!"


"Dokter,hmm."


Natalia memeluk lengan Sam dengan mesra bahkan tubuh kekar pria itu sampai mepet ke sofa dengan wajah Natalia hanya berjarak 5 centi membuat nafas Sam tercekat.


"Ann..."


"Ann?"


Tanya Sam karna penasaran apa yang akan diucapkan bibir mungil berisi ini lagi. lama ia menatap wajah polos Natalia yang sedikit berkeringat mengingatkannya tentang pertama keduanya menikah.


"Tuan!"


Sam langsung menahan tubuhnya untuk tak lebih dekat karna suara Fagan didepan pintu sana menarik kesadarannya untuk tak lebih mendekati wanita ini.

__ADS_1


"Tuan! apa anda masih ingin be...."


"Pulang!"


Satu kata yang mampu membuat Fagan terdiam sejenak. sangat tak masuk akal Tuannya mau pulang jam segini padahal biasanya pria ini selalu membantai habis dirinya dengan semua pekerjaan.


"Bawa paper-bagnya!"


"Baik!"


Fagan melangkah mendekati meja kerja Sam yang menggendong perlahan Natalia untuk pertama kalinya. tubuh bersisi dan semampai itu tak memberatkan tenaga Sam yang dengan ringan menggendongnya.


Mata Natalia masih enggan terbuka bahkan, ia terlihat nyaman membenamkan wajahnya ke ceruk leher kokoh Sam yang melangkah keluar ruangan dengan Fagan mengikuti dari belakang.


Pria muda itu bertanya-tanya dibenaknya. sebenarnya apa yang terjadi sampai Tuannya yang begitu membenci Natalia bisa menggendong tubuh wanita udik ini?


"Hentikan pikirkan kotormu!"


"A.. Iya. Tuan!"


Fagan tersigap akan ucapan tegas itu hingga ia mengawal Sam menaiki lift sampai ke lantai bawah dengan para karyawan yang telah pulang karna selesai untuk hari ini.


Para pengawal yang tadinya menunggu didepan sana pun syok melihat siapa yang ada dikurungan ternyaman Tuannya?! wanita aneh yang baru beberapa hari ini membuat perbedaan didalam Kediaman lama mereka.


"Hm."


Sam hanya mengangguk datar melangkah tegas keluar dari pintu masuk Perusahaan hingga Mobil mewah didepan sana menyambut dengan sigap. para penjaga gerbang juga ikut bersiaga mengamankan tempat ini.


"Emm!"


Natalia menggeliat lalu tanpa sadar memeluk leher kokoh Sam yang hanya diam membiarkannya. ia masuk ke Mobil dengan Fagan yang juga melakukan hal yang sama di kursi kemudi.


"Ann.."


"Kauu!!"


"Ann.. aku..aku sangat merindukanmu."


Gumam Natalia bergetar memeluk erat sampai wajah Sam mendingin. siapa yang dimaksud wanita ini? kenapa selalu melirihkan nama itu?


Karna tak sabar menunggu. Sam menatap penuh arti Fagan yang tadinya ia suruh mencari identitas Natalia. tentu Sam tak akan diam saja saat seseorang masuk kedalam kediamannya apalagi sampai dekat dengan putranya, ia tak ingin terjadi sesuatu pada Alfin.


"Dia adalah Nona muda keluarga Pramudita."


"Pramudita?"

__ADS_1


Gumam Sam terdiam. ia merasa asing dengan nama itu karna ia juga tak cukup tahu jelas kelas bawah yang tak sering bekerja sama dengannya.


"Pramudita adalah keluarga terpandang didaerahnya. Tuan! Tuan Hartono adalah Ayah kandung dari Nona Natalia, tapi Nona tak dianggap sebagai bagaian keluarga karna keberadaannya bisa mengancam kehormatan mereka. bahkan, Nona sedari umur 10 tahun keatas diasingkan ke sebuah kampung kecil jauh di pelosok dan Tuan Hartono hanya menganggap Putri pertamanya sebagai anak. bukan Natalia sendiri."


Sam terdiam sejenak menatap wajah polos Natalia yang begitu damai tak pernah mengungkit soal apapun tentang latar belakangnya. tapi ia masih belum percaya kalau wanita ini tak berniat jahat pada Putranya.


"Nona Natalia sempat dipaksa menikah tapi saudarinya malah meninggalkan Nona ditempat yang biasa terjadi kejahatan besar, dan akhirnya malam itu dia sampai ke Kediaman anda.Tuan!"


"Hm. kau cari terus tentang wanita ini!"


"Dan menurut anggota. Saudari Nona berpacaran dengan seorang pria penjual wanita. sekarang dia tengah fokus dalam karirnya sebagai aktris lokal, dia juga mengirim mata-mata untuk mencari Nona Natalia."


Sam cukup tertegun mendengar itu semua. mustahil orang yang melihat senyum hangat ini setiap hari akan mengira kalau kehidupan Natalia akan serumit ini.


"Hm. biarkan mereka melalukan apapun, lagi pula dia bukan urusanku."


Sam kembali bersikap egois seakan-akan tak perduli. padahal, dari gesturnya yang tak mau melepas pangkuan ringan itu membuktikan dirinya sudah mulai terbawa arus.


"Tapi, Nona mau dij.."


"Aku tak perduli!"


Sambar Sam membuat Fagan menghela nafas. ia baru tahu kalau tadi ada laporan masuk kalau saudari Natalia telah melakukan sesuatu yang besar dan kemungkinan akan membuat Natalia jatuh ketangan orang lain bahkan kali ini ia akan dijadikan budak di casino.


"Anda benar tak ingin ikut campur?"


"Tidak!" Tegas Sam tapi rasanya mulai tak nyaman.


"Baik. saya tak akan memberi tahu apapun pada anda tentang Nona Natalia."


"Hm."


Sam hanya menjawab dengan gumaman. ia rasa Natalia hanya butuh perlindungan darinya, tak perlu ikut dalam arus balik wanita ini karna itu sangat tak penting. begitu tak penting sampai apapun tentangnya bukan urusanku.


Sam mencoba menekan tapi kenapa semangkin ia meringsek maka semangkin menyeret tangannya untuk selalu memapah wanita ini? apa dunianya mulai runtuh?


Mobil mereka melewati jalan biasa dengan Mobil hitam pekat yang ada didalam kegelapan tengah memantau kendaraan mewah itu melaju stabil.


"Kau tak akan bisa hidup tenang."


Gumam seorang pria bertopi dan masker yang senada tengah menelisik semua pergerakan pria itu.


....


Vote And Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2