
Gemerlap lampu malam ini tampak terang tapi juga terlihat begitu remang dibeberapa sisi jalan yang begitu lebar dan luas penuh dengan belokan. beberapa kendaraan lain masih belum menyadari gelagat aneh dari 3 Mobil yang ada dikiri kanan mereka mengapit satu mobil berwarna hitam yang merupakan Mobil Pengusaha Muda yang begitu jaya sekarang ini.
"Dia sangat pandai mencari tempat aman."
"Sial!!!"
Umpat sekarang pria bertopi yang tengah duduk di mobil yang berusaha memotong Mobil dihadapannya. mereka masuk kedalam terowongan yang cukup terang untuk menubruk Bamper Mobil mewah didepan sana.
Sementara Sam. dia hanya diam memposisikan Mobil dengan keadaan sesuai ranah jalan, melaju disini bisa saja terkena rambu Polisi. bukan karna takut atau apa Sam tak ingin mengebut disini, Natalia masih belum begitu nyenyak terbukti dengan tangan lentiknya masih menepuk punggung Alfin dengan lembut tapi sayu.
"Sudah?"
"Hm."
Gumam Alfin saat tak lagi merasakan tepukan itu dan nafas Natalia juga mulai stabil dan tenang. netra tajam Sam menangkap satu rencana dari para pengemis jalanan ini.
"Kalian yang mau ini!"
Sam menyeringai mulai melajukan Mobilnya cepat menyalip beberapa kendaraan baja disampingnya dengan mata teliti dan penuh kepercayaan diri. sesekali ka melihat ke spion samping dimana 3 Mobil itu tertinggal dibelakang sana terkepung dalam jalur padat Ibukota.
Jalan mulai sepi membuat Sam mengamati setiap jalur yang dilewati ban mobilnya. sepertinya mereka sengaja membawa ke jalan sepi yang ada dipinggiran Trotar didekat kereta api dipinggir kota.
Sam memasang Earpicenya membiarkan Ponsel pintar itu jadi penenang tidur Natalia yang tak merasakan apapun karna Mobil ini memang sangat didesain untuk ditinggali senyaman mungkin.
"Tuan! ada lagi didepan Mobil anda dekat persimpangan Kereta!"
"Kau urus yang dibelakang!"
"Baik!"
Sam masih melajukan Mobil dengan stabil melewati beberapa kendaraan pengangkut sampah disampingnya keluar dari jalur Tol hingga Alfin juga mulai menatap keluar dimana ini didekat pemukiman kumu dipinggiran.
Ada kilapan cahaya samar yang terlihat memijar didepan sana membuat mata Alfin menyipit, tapi Sam tahu itu pijatan lampu apa hingga ia dengan cepat membanting stir kearah kanan mengikis aspal yang bergeser dengan Bannya.
BRUMMMM....
"Sial!!!!"
Suara bentakan dari arah samping sana dan ternyata ada 5 orang pria berpakaiam hitam dengan wajah ditutupi kain yang sekaligus memperlihatkan mereka dari kelompok apa.
Mata mereka terlihat merah didalam kegelapan didekat semak disamping Mobil Sam yang melintang rapi tanpa lecet sama sekali. bahkan ia seakan mengejek 5 manusia yang memasang ranjau api didepan sana tapi sayangnya pria ini begitu licik.
"KELUAR KAU!!!"
Sam masih diam ditempatnya. ada Real kereta api disamping kananya dan tumpukan sampah diseberang sana tepat dibawah jembatan yang meneduhi semuanya.
Karna tak ada sahutan dari dalam Mobil. 5 Pria itu mulai mendekat membuat netra Sam begitu tenang tapi percayalah ia tak akan diam tanpa sebuan rencana dan pengamatan.
"Kereta, tumpukan sampah, dan..."
"Mobil mereka ada disamping semak juga!"
Jawab Alfin menimpali. bocah itu seakan tak takut sama sekali padahal daerah disekitarnya ini begitu berbahaya dengan rencana musuh yang tak terduga. begitulah Alfin, ia sudah biasa dengan kondisi seperti ini apalagi Papanya bukanlah orang biasa.
__ADS_1
"KAU TAKUT. HA???"
Sam dengan sengaja membuka kaca jendela didekatnya hingga wajah tampan dan begitu berkharisma itu mampu membuat mereka menelan ludahnya kasar tapi mereka tak bisa mundur. ini adalah pekerjaan yang harus dilakukan sesuai perintah pimpinannya.
"Kau begitu Tampan. tapi kita lihat, apa wajah tampan mu ini akan bertahan lebih lama."
Mereka terbahak mendengar ucapan salah satu pria yang meledek Sam yang hanya diam tapi ia tahu satu diantara pria ini memeggang kunci Bom yang memeggang kendali ledakan disini.
"Ouh. wanita itu boleh juga!"
Seketika rahang Sam mengeras dengan kepalan tangan yang menguat dikemudi Mobilnya. mereka sengaja memanas-manasi Sam agar mulai bergerak tanpa arah hingga jatuh tepat dititik yang direncanakan.
"Setelah kau tiada. Jala..."
Brummm...
Sam langsung memutar kemudinya hingga tanpa diketahui melindas satu pria yang tadi berucap cabul pada Natalia yang masih tak tahu apapun tentang apa yang terjadi disekitarnya. melihat salah satu rekannya tergorok tak bernyawa dibawah badan Mobil itu mereka semua langsung menyerang Sam dengan balok-balok kayu dan besi yang sangat keras.
"Berikan wanita itu !!!"
Sam tak lagi bisa menahan gejolak membara didadanya hingga tanpa ampun ia memutar Mobilnya sesuai arah para manusia yang tak berhenti melempar mobilnya dengan batu dan besi-besi keras itu tapi tak ada yang mengenai Body baja milik Sam.
"Dibelakang!" gumam Alfin.
"S..Sialan!!!"
Teriakan itu keras karna Sam memundurkan benda ini dengan cepat lalu berbalik melakukan beberapa teknik berkendara yang memang sangat ia sukai, yaitu mengecoh.
"Tuan! biarkan kami yang menghabisinya. anda bisa pergi!"
"2 dari arah depan anda!"
Dan benar saja. ada 2 Mobil yang baru datang kearahnya membuat 2 pria dibelakang menyeringai licik memancing Sam untuk melindas mereka.
"Hey Pecundang!!!! kemari kau!!!!"
"Serahkan saja wanita itu! kau sudah punya banyak. bukan!"
Sambar seorang pria dimobil depan sana membuat darah Sam mendidih dengan wajah yang meradang. ia membunyikan mesin Mobilnya keras perlahan mundur saat 2 mobil dihadapannya meringsek maju.
Fagan yang tengah memantau diseberang sana mulai bingung akan apa yang Tuannya lakukan. tapi ia percaya Pria itu punya maksud sendiri.
"Serahkan wanita simpananmu itu!!!"
"Berikan dia dan pergilah dengan bebas!!!"
Mereka seakan senang melihat Mobil Sam mundur perlahan mendekati ranah ranjau dibelakangnya dengan dua pria berpakaian hitam itu mulai saling pandang memberi isyarat sesuai dengan mundurnya Mobil Sam.
"Lihatlah. ternyata ini yang Pimpinan bang harus berhati-hati. begini saja dia sudah takut." gumam para pria itu lengah hingga..
"BEDEBAH!"
Sam seketika memutar kemudinya lincah melaju secepat kilat menyenggol dua pria yang tadi ada dibelakangnya dengan keras sampai terlempar kearah pijaran tadi membuat ledakan keras dengan Mobil Sam yang menyalip cepat mencari cela di dua Mobil yang ada didekatnya hingga memanfaatkan kabut dari arah ledakan menghalangi pemandangan mata dua yang masih melajukan Mobilnya dikala api itu menyambar keras.
__ADS_1
"Heyy!!!!"
Mereka terkejut saat suara anak kecil itu terdengar disamping sana.
"K..Kau..."
"Selamat jalan. SAMPAH!!!"
Ucap Alfin melambaikan tangannya dengan Sam yang melajukan Mobil menjahui tempat itu karna sebentar lagi akan ada kejutan.
"Kau lari!!!kau yang sa...."
"Lihat kedepan Paman!"
Jawab Alfin hingga suara teriakan itu memekik hebat saat kereta api dari samping tadi melindas Mobil mereka. tawa kecil Alfin pecah melihat keadaan Mobil itu ringsek ulah Papanya dan Sam hanya menarik sudut bibirnya kecil melaju stabil kembali menutup jendela disamping Alfin.
"Kenapa selesai? cari lagi Mobil yang lain!"
"Kauu!!!"
"Ehmm!"
Natalia mulai merasa tak nyaman saat suara semangat Alfin menyentak tidurnya membuat netra tajam Sam sudah seakan menelan putranya.
"Alfin!"
"B..Bunda!" lirih Alfin mencengir kuda tanpa menghiraukan wajah kelam Papanya.
"Tidurlah lagi!"
"A..ada apa? kenapa kesini?"
Gumam Natalia heran saat melihat jalan disekitarnya. suara musik itu sangatlah enak didengar membuat Natalia enggan membuka mata tapi saat sadar ia sudah ada disini.
Sam hanya diam seakan tak terjadi apapun. pikirannya berkelana pada kain penutup wajah bercorak sisik naga itu, ia sangat yakin itu adalah kelompok pembunuh bayaran yang dikirim seseorang dan bayarannya tak main-main.
"Tuan!"
"Hm?"
"Tuan pulang saja ke Kediamanmu. Alfin pasti sudah ngantuk, aku bisa pulang menunggu supir di..."
"Aku menginap!"
Dahi Natalia mengkerut saat ucapan Sam sama sekali tak dimengerti olehnya.
"Maksudmu?"
"Malam ini aku tidur ditempatmu!"
Degg...
......
__ADS_1
Vote and Like Sayang..