Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Aku sangat merindukanmu!


__ADS_3

Tetesan darah itu keluar dari hidung mancungnya. kening pria itu sudah memar dengan pukulan kayu yang dihantamkan anak buah Daychi ke wajah tampannya. Daychi sama sekali tak merantai Sam karna ingin pria ini melawannya tapi sayang. Sekuat apapun ia mencoba menarik amarahnya maka Sam tetap diam menerima segalanya.


"Apa kau memang selemah ini? ha!!!"


Geram Daychi masih duduk diatas kursinya menatap angkuh Sam yang tak pernah menundukkan wajahnya. Ia tetap menatap lurus tanpa guratan takut atau gentar sekalipun.


"Dimana Herchier angkuh dan bengis itu. hm?" Daychi mencemo'oh.


"Apa hanya karna wanita kau jadi kucing dapur? atau kau sudah tak punya nyali?" sambung Daychi yang sebenarnya hanya ingin Sam marah dan menunjukan sifat aslinya yang dengan mudah menghabisi anak buahnya.


"Kau memang kucing dapur!"


"Cih."


Sam menyeringai meludahi sepatu Daychi seraya duduk tanpa merasa gemetar. Ia bersandar ke dinding dingin dibelakangnya dengan satu kaki menekuk dan satunya terjulur seperti orang menyesap rokok. Ia menatap datar Daychi yang mulai terpancing emosi.


"Kauu.."


"Cih. PECUNDANG!"


"SIALAN!!!"


Daychi langsung meninju wajah Sam dengan kuat dan membabi-buta membuat Natalia yang telah sampai didepan sana terkejut segera berlari mendekat.


"Saaam!!!"


"Tak akan ku biarkan kau membawanya!!!"


Geram Daychi mencengkram baju kaos Sam yang tahu jika Daychi sudah jatuh hati pada Istrinya. Ia harus menandingi kelicikan pria ini dengan taktik yang sama walau mengorbankan wajah tampannya.


"Hentikan!!!"


"Sialan!!!"


Natalia mendorong Daychi menjauh dari Sam yang merubah tatapannya menjadi lemah dengan wajah tak berdaya seakan begitu tersiksa.


Daychi menatap membunuh Natalia yang menghalanginya untuk menghabisi pria itu. Gertakan gigi Daychi terdengar nyaris saat Sam menyeringai dibalik paha Natalia yang merentangkan tangan menolak.


"J..Jangan sakiti dia!"


"MENYINGKIR!!!"


"Kenapa kau melukainya? dia tak salah apapun." ucap Natalia dengan suara bergetar dan air mata yang luruh menarik rasa panas didada Daychi yang tak akan bisa melepaskan Natalia.


"Kauu.."


"S..Sayang!"


Sam memotong kalimat Daychi dengan lirihan seraknya. Natalia segera berbalik berdiri dihadapan Sam yang membelit pinggangnya membuat bibir Natalia bergetar melihat luka diwajah Suaminya.


"S..Sam, hiks!"


"Hm? kau mengenalku?"


Natalia mengangguk memeluk Sam yang seketika merekahkan senyumannya merengkuh Natalia dalam dekapan hangatnya.


"M..Maaf. Maafkan aku." suara bergetar Natalia mengelus pipi Sam yang berdarah membuatnya sakit.

__ADS_1


"Jangan seperti tadi! aku tak menyukainya."


"M..Maaf, hiks! Maafkan aku."


Lirih Natalia penuh isak tangis menyatukan kening keduanya penuh kehikmatan cinta. Sam sangat lega dan begitu bahagia dikala Natalia tak lagi bersembunyi darinya. Ia bisa melihat wanita polos, kuman kesayangannya kembali lagi.


"M..Maaf!"


"Suttt! sudah, jangan menangis lagi."


Sam menghapus tetesan air mata yang tak berhenti keluar itu tapi tangis Natalia semakin lekat. Natalia terbayang akan tamparan kerasnya ke pipi Sam dulu membuatnya malu dan merasa bersalah.


"Ma..maafkan aku!"


"Hm. jangan katakan itu lagi!"


Natalia tak bisa berhenti hingga Sam kembali memeluknya erat mengelus surai panjang ini lembut. Natalia sudah duduk diatas pahanya dengan perut besar yang tak mau Sam bahas sekarang. Bertemu Natalia sudah membuatnya sangat bahagia.


Lama Daychi menatap itu. Matanya mengigil merah dengan kepalan tangan menguat. Tak pernah selama ini ia melihat Natalia begitu khawatir seperti dan begitu takut kehilangan.


"Sersan!"


Daychi hanya diam saat Zuan datang mendekatinya. Mata pria berkulit putih itu terpaku pada Sam dan Natalia yang begitu intim berpelukan mesra dihadapan mereka. Ia beralih memandang Daychi yang mengepal menahan tekanan amarah yang mengubun.


"Sersan!"


Daychi tak menjawab selain melangkah pergi membuat Natalia sadar. Ia menoleh kearah pintu dimana Daychi sudah hilang dikegelapan sana.


"Ada apa?"


"Tidak ada."


"Ayo pulang!" ajak Sam membelai pipi lembut Natalia penuh cinta.


Natalia diam dengan wajah gundah. Daychi bilang Sam sudah berbalikan dengan Qyara, apa itu benar? tapi ia takut jika kembali merusak hubungan orang lain.


"A..Aku.."


"Kau mau menyiksaku berapa lama?"


Degg..


Natalia langsung menatap wajah Sam yang terlihat terluka dan penuh simpanan kerinduan. Sam menangkup kedua pipi Natalia lembut menyalurkan perasaan takutnya.


"Sampai kapan?"


"A..Aku.."


"Apa aku harus mati baru.."


"T .Tidak. j..jangan bicara begitu." Natalia membekap bibir Sam dengan wajah memucat membuat Sam segera menggenggamnya dan mendaratkan kecupan lembut.


"Katakan! aku harus apa?"


"B..bukannya k..kau sudah berbalikan?" tanya Natalia lalu menatap kesembarang arah menyembunyikan kekhawatirannya.


"Dengan si.."

__ADS_1


"Qyara!"


Jawab Natalia cepat tapi masih enggan menatap mata Sam yang terdiam memperhatikan wajah khawatir Natalia. Ini pasti rencana Pria naga itu membuat berita bohong agar Natalia menjauhinya.


"Kenapa kau berfikir begitu?"


"S..Sam! aku...aku wanita buruk. aku..aku wanita bodoh dan tak tahu diri. dan..yang paling penting a..aku pernah menampar suamiku, hiks! s..sedangkan Qyara dia."


Natalia tak mampu melanjutkan perkataannya lalu ingin menjauh tapi Sam tak melepasnya. Ia menguatkan pelukan itu membuat Natalia semakin merasa bersalah.


"D..Dia..Dia lebih baik dari aku. hiks! dia..dia menghormatimu sebagai suaminya dan aku.."


"Suttt!! siapa yang mengatakan itu? kau tak seperti itu."


Ucap Sam lembut mengecup lama kening Natalia yang seketika dibuat haru. Ia tak menyangka Sam akan mencarinya dan mau kembali memeluknya padahal ia bukanlah wanita yang sebanding untuk diperjuangkan.


"M..Maaf!"


"Sudahlah! sudah ku bilang jangan katakan itu, kau juga sangat pembohong. Kenapa kau tak kembali padaku? ha! kau malah pergi membuat semuanya kacau. aku sangat merindukanmu."


Cerocos Sam mengungkapkan rasa sesaknya selama berbulan-bulan dikurung Dilema Cinta Natalia. ia tak bisa melupakan semua itu dan sangat membekas dinafasnya.


"Aku sangat merindukanmu. Sayang! kenapa tak kembali? sudah puas menyiksaku-kan?"


"K..kau merindukanku?" tanya Natalia dengan rona merah dipipinya membuat bibir Sam melengkung.


"Hm. Aku SANGAT MERINDUKANMU. Kuman!" ucap Sam mengecup lama bibir manis Natalia yang bertambah tak karuan.


"Aku juga rindu."


Lirih Natalia lalu membekap wajahnya. Ia malu saat Sam terhenyak dengan wajah begitu bahagia mendengarnya samar.


"K..kau mengatakan apa?"


"T..Tidak ada." elak Natalia mengamankan jantungnya.


"Katakan lagi. aku mau dengar." desak Sam tak sabaran seperti anak kecil meminta mainan.


"A..Aku..."


"Aku?" tanya Sam menanti.


"Aku sangat merindukanmu! dan maaf aku salah, Sayang!"


Cupp..


Sam langsung menyambar bibir Natalia yang baru saja meledakan batinnya. Ia menyesap penuh kelembutan dan cinta yang besar. Setiap hisapannya menyalurkan ketenagan membuat Natalia tersenyum kecil mulai membalasnya dengan tak kalah mesra.


"Aku tak bisa menahan ini. Sayang!"


Natalia meremang saat Sam begitu mencumbu bibirnya lembut bak memperlakukan sebuah berlian yang berharga. Setiap hisapannya mengandung madu yang membuat Natalia meleleh akan semua bisikan penuh puitis Sam.


"Kau tak pernah berubah. masih saja messum!"


Batin Natalia geli disaat Sam mengucapkan kata nakal yang membuat pikiran Natalia mulai kotor. Tapi begitulah Sam, dia tak munafik kalau tubuh Natalia begitu membuatnya candu dan meriang setiap harinya.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2