Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Semuanya berakhir?


__ADS_3

Kelopak mawar merah itu bertebaran di karpet yang membentang senada dengan warna kuntum itu. Satu Restoran mewah ini dibooking hanya untuk satu pernyataan yang nantinya diharapkan akan menjadi awal perjalanan cinta keduanya.


Hanya ada satu meja disini. Dengan seorang pria tampan yang sedari tadi selalu memeggangi dadanya tak karuan dan mengecek persiapan kejutannya. Hiasan lampu disepanjang sudut membuat tempat ini sangat mewah dengan bunga-bunga ditata indah membentuk visual hati beserta para pelayan yang telah bersiaga sesuai rencana sang presdir.


"Kapan dia sampai?" tanya Sam tak sabaran melihat jam dipergelangan tangannya. Fagan yang melihat itu mengulum senyum geli seakan menyaksikan ABG yang tengah ingin menyatakan cinta.


"Sebentar lagi. Tuan! Mobil mereka sudah ada didepan."


"Shitt! apa aku sudah luar biasa?"


Tanya Sam lagi berdiri gagah dengan tampilan menawan. Stelan Jas kecoklatan yang sangat maskulin dengan wajah tampan brewokan tipis itu. Pesonanya tak pernah mampu dibantah siapapun.


"Anda selalu sempurna. Tuan!"


"Tentu saja."


Jawab Sam percaya diri merapikan kemejanya. Ia menghela nafas tegas dengan tatapan mata menunggu kearah pintu Restoran yang dijaga 2 pengawal mereka.


"Natalia! aku sudah lama ingin mengungkapkan ini. aku.."


Sam memejamkan matanya saat ia mulai sangat gugup. Kenapa jantungku tak mau diam? ayolah,kau tak segemetar ini berhadapan dengan musuh gilamu. tapi kenapa sekarang kau jadi aneh?


Umpat Sam berusaha untuk tenang masih menunggu dengan telinga yang mendengar suara detakan Heels seseorang. Ia menggenggam kotak cincin ditangan besarnya dengan wajah benar-benar tak sabaran.


"Semangat. Tuan!"


Bisik Fagan melangkah mundur saat Hendry sudah terlihat didepan sana. Para pengawal juga terlihat membungkuk saat rombongan Nonanya sudah berpijak disini.


"Selamat datang. Nona!"


Mereka memberi hormat dengan Sam yang berdiri tegap dengan tatapan menerawang menembus halangan kepala para Pengawal hingga wajah cantik itu dengan jelas Sam lihat. Senyum samar Sam mekar menatap pahatan cantik yang begitu luar biasa.


Tapi, Sam merasa aneh saat tak ada senyuman hangat biasa dibibir hangat itu. Mata Natalia juga sembab membuat Sam diam tapi berusaha untuk tetap pada rencananya.


"Silahkan. Nona!"


Rani mengiring Natalia berdiri berhadapan dengan Sam yang kagum akan penampilannya. Mata Sam mulai bergelut nakal tapi Natalia tetap dingin membuat mereka saling pandang tak seperti biasanya.


Rani yang melihat perubahan Nonanya-pun ikut bingung. Sedari perjalanan dari Resort tadi. Natalia hanya diam dengan tatapan kosong dengan tangan mencengkram satu kertas yang tak mereka mengerti.


"Kau baik-baik saja?" tanya Sam mendekati Natalia yang memandang nanar semua perispan maksimal ini. Para pelayan yang sudah berjejer rapi dan desain Restor yang glamor.


Apa ini semua lulucon?


Satu kata yang terlintas dibenaknya dengan senyum sinis dan penuh kesakitan. Ia sudah melihat segalanya, bahkan semua yang telah terjadi sama sekali tak bisa ia terima.


"Hey! kau sakit?"


Khawatir Sam ingin memeluk Natalia tapi wanita itu menghindar membuat Sam diam dengan suasana hening penuh tanya. Dahi mereka semua menyeringit melihat mata Natalia berkaca-kaca dengan bibir bergetar menahan sesak.


"Ayolah! kau kenapa? apa bermain lagi?"


Natalia tak menjawab selain kedua tangannya mengepal menggenggam satu foto dan ponselnya dengan kuat. Pandangannya begitu intens pada Sam bahkan tersirat luka yang sangat besar.


"Kuman! kau.."


Natalia dengan cepat mengambil segelas air diatas meja dan menyiramkannya kewajah Sam membuat mereka semua terkejut bahkan mata mereka seakan keluar dari tempatnya.


"Sudah puas mempermainkan-ku!!!"


Degg..


Sam seakan tersambar petir dengan wajah basah akibat siraman air jus ke dadanya. Matanya menatap penuh tanya Natalia yang sudah gemetar menahan semua yang telah bergejolak didalam dadanya.

__ADS_1


"K..Kau.."


"Kau .sialan!!! kau brengsek. Sam!!!"


Maki Natalia membuat suasana hening dengan waktu yang seakan terhenti. Romansa yang tadi Sam sajikan berganti dengan aura mencekam atas apa yang Natalia katakan meruntuhkan segalanya.


"Kau kenapa?" Sam masih tenang dan berusaha untuk mengerti.


"Kau hanya menganggapku permainanmu. bukan??"


"Maksudmu apa? aku tak mengerti." ucap Sam ingin menyentuh pipi Natalia yang penuh linagan cairan bening itu tapi ditepis kasar sang wanita.


"Aku... aku begitu menganggap kau ..kau pria tulus yang membantuku dan.. dan kau tak punya niat apapun!!" suara bergetar Natalia membuat mereka bungkam.


"Kauu.."


"Kau hanya ingin menjadikan aku objek balas dendammu. kan? kau jahat!! Sam, hiks!!!"


Isak Natalia membuat dada Sam sesak menatap air mata yang berjatuhan ini. Ia masih belum paham atas apa yang Natalia tuduhkan padanya.


"Dendam apa? aku..aku tak tahu apapun."


"B..Benarkah?"


Tanya Natalia dengan senyum sinis melempar foto ditangannya ke wajah Sam membuat wajah Sam mulai berubah. Fagan mengambil gumpalan kertas yang jatuh ke lantai itu dan memberikannya pada Sam yang masih tak memutus kontak matanya dengan Natalia.


"Kau tahu kalau Dadymu dan Mamaku ada hubungan dan kau ingin membelas itu padaku!!!"


"Natalia!"


Tekan Sam mulai tak bisa menahan semua ini. Ia merampas kertas itu hingga mata Sam dibuat terkejut dengan semua ini bahkan wajahnya tak menyangka dengan Foto masa muda Dadynya dengan Mamanya Natalia yang berpelukan mesra.


"I..Ini.."


"Apa? kau begitu terkejut? benarkah?" tanya Natalia dengan wajah kecewa dan sangat. Hatinya hancur ketika melihat satu vidio yang memperlihatkan Sam memang tak pernah tulus dengannya.


"Kau sama saja dengan Dadymu!!"


Brakkkk..


Sam memukul meja disampingnya hingga patah membuat mereka semua gemetar terperanjat takut bahkan Rani sampai merapat kedinding melihat sorot Mata Sam berubah kelam bahkan sangat menakutkan.


"JAGA BICARAMU." tekan Sam mengeras tapi Natalia sudah tak bisa menahan ledakan batinnya.


"Lihat! kau marah? kenapa tak sedari dulu kau tunjukan sik..sikap aslimu."


"Aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu." Desis Sam benar-benar kecewa bahkan ia tak menyaka Natalia akan mengatakan ini padanya.


"M..masih berpura-pura?" lirih Natalia tersenyum nanar membuat Sam benar-benar terasa ditikam. Matanya menghujam hati Natalia yang ingin mengatakan ia tak bisa begini tapi ia kecewa akan semua yang Sam lakukan.


"Aku..Aku sangat menc.."


Plakkk..


Duarr...


Seketika semuanya bertambah terkejut saat Natalia menampar Sam yang ikut tersambar dengan pukulan keras ini. Dunianya sekana hancur bahkan wajah Sam kosong tertoleh kesamping.


Sadar akan semua itu Natalia diam menatap nanar wajah Sam yang sudah merah dengan bekas tamparannya. Bibirnya bergetar menggeleng menutup mulutnya sendiri merasa tak kuat lagi.


"M..Maaf!"


Natalia langsung berbalik berlari pergi menjatuhkan Ponselnya yang langsung menyala diatas lantai sana dengan para pengawal yang diam masih belum menyangka semua ini akan terjadi.

__ADS_1


Fagan yang menatap sendu Tuan-nya pun perlahan mengambil ponsel Natalia dengan dekorasi resto yang hancur. Meja juga tak lagi berbentuk dengan tatapan nanar Sam tertuju pada pintu Resto.


Fagan yangemeggang ponsel Natalia seketika terperanjat melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Mobil mereka dicover pertama.


"Tuan!"


Sam yang sudah lemas itu tak mendengar panggilan Fagan. Pria malang ini masih memandang tak percaya kearah kepergian wanita itu. Apa semuanya sudah berakhir? Pertanyaan yang cocok saat melihat semua ini.


Pesta yang sudah ia siapkan dari jauh-jauh hari seketika membongkem nafasnya sendiri. Perlahan Sam duduk diatas kursinya beralih melihat foto ditangannya.


Apa aku seburuk itu dimatamu?"


"Tuan!"


Fagan masih memanggil dengan pelan menyodorkan ponsel itu kehadapan Sam yang mengambilnya. ada rekaman disana dan segera ia putar dengan pandangan menunggu.


"I..Ini..."


Sam terhenyak melihat rekaman CCTV saat dulu ia membuang bekal yang di masak Natalia. Rekaman ini sudah di Manipulasi dengan waktu dan suasana kejadian yang diubah.


"Sialan!!!"


Umpat Sam langsung berlari keluar dengan detakan jantung yang menguat. Kotak cincin ditangannya ia peggang erat disela langkah lebar yang begitu mendebarkan.


Ia mencari Natalia yang tak lagi ada didepan matanya membuat Sam benar-benar seakan mau mati ditempat.


"Lia! Sayang dengarkan aku dulu."


Pinta Sam menatap kesekelilingnya dengan remangan malam yang semakin kental. Dadanya semakin terasa sakit mengingat bagaimana dugaan buruk Natalia padanya.


Ia kembali berlari mencari keara Loby tapi Fagan yang tadi ikut mencari-pun seketika mematung didekat Gerbang jalan Resto menatap nanar sesuatu diseberang sana.


"Fagan!! kau ...kau menemukannya?" tanya Sam penuh kekhawatiran. bagaimana kalau terjadi sesuatu pada wanita itu? ia tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


Ia berlari mendekati Fagan menggeleng seakan tak mau Sam melihat ini.


"Tuan! Tuan Nona tak ada disini! anda bisa mencari ditempat lain." menghalangi Sam yang mendekat.


"Dimana dia?"


"Nona tak a.."


"L..Lia!"


Gumam Sam tersandar ke Gerbang disampingnya dengan tubuh lemas ditopang Fagan yang mengalihkan wajah kearah lain. Ia tak mampu menatap wajah penuh rasa sakit pria yang sedari dulu tak pernah begini.


Mata Sam bergetar dengan kepalan tangan menguat melihat siapa tengah berpelukan dengan posisi seperti berciuman. Dadanya sakit bahkan Sam tak mampu berkata banyak selain meremas cicin ditangannya.


"Tuan! biarkan aku membunuhnya." Geram Fagan tak lagi mampu melihat itu semua tapi Sam menggeleng lalu berdiri berpeggangan ke Gerbang disampingnya dengan mata merah dan nafas terberat dalam hidupnya.


"Jangan.. j..jangan!"


Ucap Sam antara sadar atau tidak. dunianya tengah hancur dengan pikiran masih tak percaya akan apa yang baru saja ia lihat sudah membuktikan kalau Natalia benar-benar sudah tak mau bersamanya.


"T .Tuan!"


Lirih Fagan menatap sendu Sam yang menyeret kakinya kembali ke dekat Mobil membuat Fagan ingin memaki dirinya yang tau bisa berbuat apa-apa.


Tapi. percayalah mereka hanya menyandar. Dokter Andra sengaja membuat posisi seakan berciuman padahal Natalia hanya menyandarkan keningnya ke bahunya dengan isak tangis tertahan wanita ini.


"A..aku menamparnya! hiks. aku .. aku menamparnya."


Isak Natalia sedari tadi membuat Dokter Andra menahan rasa sakit dihatinya. Jujur ia telah lelah tapi ia sekuat tenaga menahan segalanya.

__ADS_1


.....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2