Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Gejolak Cinta Terkekang!


__ADS_3

Pinggang ramping itu bertekuk beberapa kali menahan gejolak yang sudah membakar habis jiwanya. satu tangannya membekap mulut yang ingin memekik hebat dan satunya lagi digunakan untuk menahan bobot tubuh yang sudah melenting beberapa kali akibat pemainan gila Sam yang menyukai kelembutan area sensitif sang istri.


"S...Saam!!!"


Pekik Natalia meloloskan jeritan manjanya saat lidah basah pria itu memangut lembut dibawah sana. kedua kakinya Sam buka lebar menikmati hidangan penutup menjelang siang. Keringan yang keluar ditubuh Natalia membuktikan sang bidadari telah beberapa kali mengalami pelepasan hasrat yang diaduk oleh permainan indah Sam.


"Kau menyukainya. hm?"


Suara serak Sam masih asik menyesap liar seraya memeggangi kedua paha sang istri. wajahnya sudah merah terbakar gairah melihat tubuh molek Natalia hanya menyisakan Dress terbelit dipinggang karna diturunkan tangan nakalnya.


"S...Saaam hiks!"


"Berteriaklah!"


"Saaaam!!!!"


Natalia menggila menggeleng berusaha sadar. tubuhnya benar-benar tersengat kuat memecah akal sehatnya, penyatuan mereka tadi ternyata belum cukup bagi Sam yang ingin mencumbu bagian terbaik ini.


Shittt. aku ..aku mohon jangan memalukan!!


Batin Natalia pecah karna ia terus mengeluarkannya membuat Sam ketagihan dan tak mau melepas hingga nafas Natalia memburu hebat seakan berlari berkilo meter. Wajah wanita itu sudah terengah dengan kepala terkadah membuktikan ia kembali ingin melepas sesuatu.


"S..Sayaaang!!!"


"Yeah!!"


Sam tersenyum puas melihat Natalia menggelijang kuat sampai tubuh wanita itu melenting berpeggangan ke bahunya. ia merasakan jelas keteggangan ini mendorong kepuasan sang istri.


"S..Saam!"


Lirih Natalia dengan nafas terengah dan dada naik turun membuat dua bola sintal itu terpantul beberapa kali menciptakan pemandangan erotis yang pas disukai Sam.


Seakan membiarkan Natalia bernafas. Sam mengangkat wajahnya dari sela paha Natalia lalu duduk dengan benar. Kemejanya sudah tak lagi terkancing hingga tubuh kekar itu terlihat menggiurkan dengan tonjolan liat berkotak sexsi.


"K..Kau ..kau tak bekerja?"


Tanya Natalia menyembunyikan rasa malunya karna tatapan Sam begitu berat mengamati tubuhnya yang masih bak ayam rebus diatas meja ini.


Sam tak bergeming. ia masih menatap dalam tubuh molek Natalia yang berusaha mungkin menutupi tapi ia tak berani bergerak sedikit saja.


"T..Tuan!"


Sam lagi-lagi diam hingga Natalia menelan ludahnya kasar saat Sam mendekatkan pusaka perkasa itu siap untuk bertempur lagi dan lagi.


"Aku ingin lagi!"


"T..Tapi aakhhs!"


Natalia membekap mulutnya saat Sam sudah menghentak kasar tanpa memberitahunya. wajah Sam terkadah nikmat merasakan ia kembali terbang keawang-awang dengan pijatan yang begitu menggelora.


"Aku bisa gila karnamu."


Gumam Sam sedikit mengerang sensual membuat Natalia juga tak mampu menolak untuk berhenti. Ia tak munafik, Sam memang benar-benar bisa mengeksplor semua surgawi yang mereka kuasai.


Gerakan pria ini memelan dengan deru nafas yang berlarian masih terkontrol. setiap hentakan lembut ini mengalirkan percikan cinta diantara keduanya. Mata yang saling tatap enggan berpaling seakan mengatakan 'Ini sangat luar biasa, kau membuatku melayang'.


"L..Lia.."


"Hm?"


Natalia menjawab dengan lirih erangan Sam yang hilang akal. wajah tampannya berkalilipat mempesona membuat Natalia tak mampu menutup mata.


Apa kau juga begini saat bersama Qyara? Natalia tercubit sakit membayangkan keperkasan suaminya bermain dengan wanita itu. pantas jika Qyara selalu berhasrat tinggi saat bersama Sam.


"Kenapa aku tak rela?"


Batin Natalia masih membayang raut sexsi Sam. rasa tak terima itu menyeruk membuat Natalia mulai tak bisa menikmati penyatuan panas mereka, hatinya gelisah tapi ia pendam.


"Bunda!!!"

__ADS_1


Degg...


Natalia langsung tersadar mendorong bahu Sam kuat sampai pria itu terperanjat spontan duduk diatas kursinya.


"L..Lia!"


Panggil Sam tak rela melihat Natalia bergegas memakai kembali Dressnya dengan sangat buru-buru bahkan wajah wanita itu sudah memucat.


"Bunda!!!"


Suara Alfin diluar sana mencegat nafas Sam. wajah tampan Bule Jerman itu naik frustasi bahkan tatapannya tertuju pada bagian tegang yang sudah separuh jalan.


"T .Tuan! ada..ada Alfin!"


"Selesaikan ini dulu."


Pinta Sam tak tahan memelas lemah membuat Natalia menggeleng segera turun dengan pakaian yang tak serapi sebelumnya. ia juga tak sempat memakai daleman yang ada dibawah meja Sam.


"Lia!!!"


"T..Tuan! Alfin diluar, aku ...aku tak bisa me.."


Sam menarik lengan Natalia yang ingin pergi hingga jatuh tepat dipahanya. Mata Natalia membulat melihat bagian senjata perang ini sudah membengkak membuat rasa bersalah.


"Selesaikan. ini salahmu!"


"T..Tuan! tadikan sudah, kau yang ingin lagi."


Lirih Natalia merasa kaku dengan semua ini tapi Sam sudah meledak-ledak. Diraihnya tengkuk Natalia dengan cepat menyambar bibir manis wanita itu membuat serangan mendadak yang gesit.


"Ehmm!!"


Natalia memberontak tapi Sam tak bisa lagi menahan serangan hingga mengarahkan Natalia menggenggamnya. ia memfokuskan titik pelepasannya dibibir Natalia yang ia lahap rakus bahkan ia bervoltase tinggi.


"S..Sedikit lagi!"


Gumam Sam disela ciumannya yang ganas membuat Natalia kelimpungan tapi masih berusaha mengimbangi hingga..


Sam menekan ciumannya saat lava cinta itu sudah meledak tepat digenggaman tangan lentik Natalia yang meneggang ditempat.


Nafas Sam seketika melemah dengan tautan yang lepas. wajah Presdir tampan ini terlihat lepas dengan mata terpejam masih mengontrol darahnya yang meledak.


"T..Tanganku!"


"Shitt! terbuang sudah calon-calon penguasa ini."


Umpat Sam melihat cairan yang membasahi tangan Natalia. ia menatap tajam wanita itu seakan menerkamnya sadis.


"Tuan! bagaimana ini? Alfin diluar." resah Natalia mendengar suara bocah itu lagi.


Sam menghela nafas panjang. ia mengambil tisu yang ada didekat laci lalu membersihkan tangan Natalia yang sudah lengket, ntahlah Sam memang selalu memuja istrinya.


"Lain kali jangan melepas secepat itu."


"Tapi. ada Alfin."


Natalia masih risau ditempat tapi Sam hanya santai membersihkan sisa percintaan mereka lalu kembali memasukan benda itu kedalam bungkusanya dengan rapi.


"Tuan! itu..."


"Bunda!"


Natalia terperanjat saat suara bocah itu masuk tapi kali ini ada dibelakang mereka. ia berbalik memasang wajah lembut walau keringat itu masih menempel.


"A..Alfin. Sayang!"


"Bunda! Mr Jeon sudah dibawah."


Tatapan Sam menajam kearah Natalia yang sudah menyongsong Alfin yang menyeringit melihat ruang kerja Papanya berantakan. buku-buku berserakan dengan keadaan yang menyedihkan.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita turun!"


"Pergilah mandi!"


Sambar Sam yang mengancing kembali kemejanya membuat mata Alfin menyipit. ia mulai curiga akan apa yang dilakukan sepasang manusia didalam ruangan estetik ini.


"Bunda!"


"I..Iya?"


"Kenapa bibir Bunda bengkak?"


Nafas Natalia tercekat tak tahu mau menjawab apa. ia kikuk ditempat memandang Sam yang hanya diam memunguti daleman Natalia termasuk Bera ukuran menggiurkan itu.


"Kau pergilah belajar!"


"Tapi, Bunda juga ikut." kekeh Alfin tajam.


"Bundamu mau mandi. pergilah!"


Usir Sam menggenggam Daleman Natalia yang berwarna pink. ia tak suka bahkan tak akan rela aroma tubuh istrinya dihirup laki-laki lain.


"Alfin! nanti Bunda menyusul, sekarang pergilah duluan!"


Natalia memberi pengertian hingga Alfin mengangguk kembali melangkah keluar. Sekarang hanya tinggal Sam yang melempar pandangan membunuh pada Istrinya.


"Ada apa?"


"Awas kau berani mendekatinya."


Geram Sam melempar tisu-tisu tadi ke tempat sampah diujung sana dengan tepat lalu menarik lengan Natalia keluar untuk membersihkan diri. Natalia hanya pasrah, melawanpun ia tak akan bisa.


"Tuan!"


"Hm."


Jawab Sam masih menarik Natalia menuju kamar. ia terlihat kembali datar membuat helaan nafas wanita itu memanjang.


"Nanti aku mau mengunjungi. Papa!"


"Lalu?"


"Yah, begitulah! Papa kemaren sakit, aku harus kesana! tak mungkin meninggalkannya sendirian."


Jawab Natalia sedikit sendu menusuk hati. Sam hanya melirik dari ekor matanya dengan langkah terus melebar.


"Pergilah! saat aku pulang kau sudah ada di Kediaman."


"Benarkah?"


Tanya Natalia berbinar bahkan wajahnya yang tadi lelah kembali bertenaga membuat senyum geli Sam tercipta samar.


"Hm. jangan ada Pria berjas putih itu lagi didekatmu."


Natalia yang tadi bahagia seketika terdiam sesaat. bagaimana kalau Sam tahu kalau Dokter Andra juga ada disana? bahkan pria itu berencana mengajaknya jalan.


"Mengerti?"


Tanya Sam menghakimi dengan langkah terhenti. tatapan netra elangnya benar-benar menguasai Natalia yang berusaha tersenyum.


"Iya. aku mengerti!"


"Ingat. kau hanya Milikku! tekankan itu di kepalamu."


Natalia mengangguk melanjutkan langkahnya. kenapa Sam menjadi lebih posesif? padahal dulu tak terlalu semengerikan ini. setiap kata-kata yang keluar dibibir sensual Presdir dingin itu begitu mengancam dan menakutkan.


"Tidak. aku...aku tak ada apa-apa dengan Dokter Andra. Sam juga pasti tak ada alasan untuk marah-marah."


Batin Natalia meredam rasa gugupnya. bagaimanapun Dokter Andra adalah pria yang baik, tak mungkin pria itu berniat macam-macam padanya.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2