Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
T..Talita.


__ADS_3

Ikatan kuat itu lansung membelenggu lengan mulus seorang wanita yang tengah dipaksa masuk kedalam mobil yang melaju kencang menuju tempat yang sudah dijanjikan. wajah mereka begitu puas ketika melihat wanita ini sudah ada dalam genggaman.


Tapi. mereka membandingkan foto sebelumnya dan yang sekarang. kalau bukan wanita itu yang menunjukan siapa target asli mereka maka akan salah tangkap dan kemungkinan akan menyulut kemarahan Bosnya.


"Ehmm!!!"


Natalia memberontak di ikatan tali ini. matanya ditutup dengan mulut disumpal hingga tak bisa melihat lingkungan sekitarnya. ia tadi berfikir kalau benar ada yang ingin melahirkan tapi nyatanya ia malah didorong kedalam Mobil.


Pria dengan tato mawar itu langsung menghubungi seseorang yang bertanggung jawab menentukan apa yang harus dilakukan pada wanita ini.


"Kalian sudah mendapatkannya?"


"Sudah. tapi berbeda dengan yang kau berikan sebelumnya."


"Cih. dia berkacamata dan jelas disana tak ada yang berkacamata selain dia. jangan bodoh mencari tikus baru itu."


"Awas kalau ini orangnya salah."


"Aku menjaminnya. katakan pada Bossmu kalau dia harus melenyapkan wanita itu."


"Baik!"


Natalia jelas mendengar suara siapa itu. walau kepalanya sempat dibenturkan ke kursi mobil tapi ia masih bisa menyela rasa pusing dan keadaan disekitarnya.


Pria bertato mawar itu mengamati bentuk tubuh Natalia yang begitu menggoda. tubuhnya tiba-tiba panas menyela ketulang dengan pandangan yang berkabut menatap betis putih itu terdempet rapat dengan bagian kursi.


"Emmm!!!"


Natalia menjauh saat merasakan ada yang mendekat kearah pahanya. jantung Natalia berdegup begitu kencang saat suara deru Mobil ini semakin melaju seakan menarik semua ketakutan yang ada didalam hatinya.


Apa yang terjadi? kenapa mereka membawaku?


Batin Natalia berkecamuk mencoba meredam semua dugaan. kedua tangannya saling meremas dibelakang punggung sana seraya memekakan indra kulit agar bisa menghindar dari tangan-tangan cabul ini.


"Kau pasti punya lelaki kaya sampai membeli ini.."


"Jangan!!!"


Natalia merapatkan diri ke pintu Mobil membuat Cagar menyeringai. kalau sudah begini siapa yang akan tahan satu mobil dengan bidadari polos yang masih belum disentuh.


Cagar menatap kearah spion mengisyaratkan rekannya untuk berpesta sebentar karna ini masih sore. Bosnya tak akan tahu kalau wanita gendut itu telah menjelma seperti kelinci kecil yang akan menambah kejutan di Casino mereka.


"Kau tenang saja. duduk manis dan ..."


Cagar melepas sumpalan di bibir pink segar Natalia hingga suara kerasnya tak lagi bisa ditahan.


"Tolong!!!!!!" teriakan diiringi tawa renyah mereka.


"Tolong!!!!! lepaskan aku!!! kalian mau apa???"


"Hey!!! berteriaklah sampai kerongkongan mu pecah tak akan ada yang mendengar."


Ledek Cagar seraya mengamati jalan sunyi yang jauh dari kota. mereka membawa Natalia ke Pabrik minyak tanah kosong yang terbengkalai disudut kota.


Saat mobil terhenti ditepi jalan berdebu ini. 4 orang yang lain keluar membukakan pintu dengan Cagar yang menarik tali dilengan Natalia untuk menyeret keluar.


"Cepat!!!!"


"T..Tolong!!!"


Natalia memberontak tapi sayangnya Cagar menarik rambutnya seraya melangkah cepat menuju arah Gudang Minyak disamping Pabrik.


"Kalian jaga disini!"

__ADS_1


"T..tidak hiks. l..lepaskan aku!!!"


Cagar semangkin menyeret Natalia masuk sampai Heels itu terlepas melukai kaki lembutnya. goresan dari kerikil tajam berdebu ini mengukur garis yang membuat rasa sakit yang menusuk.


"Lepas!!!! Sialan!!!"


"Diam!!!"


Natalia gemetar saat merasakan tanah yang tadinya panas berganti dengan lantai lembab yang begitu lengket. aroma besi berkarat dan minyak tanah ini menyengat membuat Natalia mulai merasa sangat takut.


"K..Kau .kau..m...mau apa?"


Cagar hanya diam lansung melepas ikatan kain yang menutupi mata indah Natalia tak lagi berkacamata hingga ia samar-samar menatap segalanya.


Lama Natalia mencari cela diantara bayangan abu hingga ia menduga ini tempat apa. dengan mata terbelalak melihat daerah sekitarnya.


Tumpukan Jerigen minyak disampingnya dengan beberapa tong besi yang terlihat berkarat dipenuhi air dan jerami.


Tempat ini sangat menyeramkam dan tak layak didatangi apalagi suara tikus mulai bergemiring menyambut langkah merrka.


"I..ini..ini.."


"Ayolah. hanya sebentar!"


Cagar melepas baju kaosnya membuat Natalia tersengat akan tubuh yang mendingin. memar dikeningnya tampak semangkin membiru dengan wajah memucat tak sanggup.


"T..tuan. aku .aku mohon. j..jangan!"


"Suttt! memjeritlah sesuka hatimu karna tempat ini milik kita berdua!"


Ucap Cagar yang menatap lapar tubuh Natalia Blazer pendek itu menutupi bagian dada yang tak bisa ia bayangkan betapa empuknya benda itu. bibir merah yang lembut bergetar Natalia menjadi bayangan epick hasrat lelaki.


"Ayolah. Sayang! aku akan membawamu ke SURGA!"


"Tidak!!!"


"Mau kemana. hm?"


"Lepas!!! hiks. lepaskan aku!!!"


Jeritan kuat terus memberontak saat tangan nakal itu sudah ingin menggapai Blazernya. Natalia memekik keras bergerak liar sampai semua itu semangkin menambah gairah Cagar yang tak bisa menahan lagi.


"Kau sangat munafik!"


Srekk ...


Natalia histeris saat Blazernya ditarik kasar sampai koyak memperlihatkan dada sekangnya di tutupi atasan yang tampak menggiurkan. walau belum terlihat tapi fantasi Cagar sudah melayang ke awan sana.


"J..jangan hiks. Jangan aku ...aku mohon."


"Sempurna!"


Cagar langsung mengambil sikap mengungkung Natalia tapi kaki jenjang yang sudah merah itu memberontak keras sampai Cagar kualahan dan mulai mengayunkan tangannya menampar keras pipi Natalia.


"DIAM!!!"


"T..Tuan hiks."


Isak Natalia sakit dan terbayang wajah Sam yang terlintas dipikirannya. darah yang keluar dihidung wanita itu tak bisa berhenti setelah ditampar dengan sangat keras.


Bukannya kasihan melihat rasa takut di netra mengigil Natalia. Cagar malah begitu tak bisa menahan ketika menatap leher jenjang yang dialiri keringat dingin ini tampak seksi.


"Kau tak akan bisa melupakan ini!"

__ADS_1


"Menjauh. Brengsek!!!!"


Bughh ...


Natalia menendang bagian bawah Cagar yang terlihat membunjul hingga pria itu menjerit keras melepaskan Natalia dengan wajah merah memeggangi benda yang tengah berdenyut sakit itu.


"Sialan!!!!!"


Natalia memanfaatkan itu untuk berlari masuk kedalam Gudang lebih dalam menuju tangga kayu atas karna diluar ada para anggota yang sama. sesekali ia terjatuh karna tak bisa melihat dengan jelas.


"Kemari kau!!!"


"M..Mama hiks!"


Natalia terisak disela langkahnya berlari keatas dengan terus menjatuhkan Jerigen-jerigen minyak yang ada disepanjang tangga menghambat Cagar untuk mengejarnya keatas.


"Wanita Sialan!!!!"


Natalia terus berlari walau ia memijaki kaca yang pecah dibeberapa anak tangga. tapakan kaki lelahnya meninggalkan darah sampai ia ke lantai atas yang buntu.


"B..buntu?"


Natalia menatap kesekelilingnya dimana hanya ada jerami dan satu jendela didepan sana dinetra kaburnya . ia memucat melihat tak ada lagi jalan untuk lari sedangkan langkah pria itu sudah semangkin mendekat.


"Sayangku!!!"


Natalia gemetar menyeret kakinya mencari tempat persembunyian. wajahnya begitu ketakutan tak bisa melihat jalan untuk pergi dari sini.


"Sayang!!!"


"M..Mama hiks."


Natalia semangkin gugup menyusuri dinding menuju Jendela dengan kaki yang sudah terluka parah.


"Sayang!!! jangan terlalu liar, kau akan semangkin menggoda."


Natalia melihat kotak jerami disampingnya dan lansung meringkuk disana membelakangi pintu masuk yang menguarkan langkah pria itu.


"Nona cantik!!!"


Bibir Natalia bergetar memeluk tubuhnya sendiri meredam rasa takut yang seakan mencengkram jantungnya. nafas Natalia tercekat saat langkah pria itu terhenti didekatnya.


"Sayang! kau mau bermain. hm?"


"S..Sam hiks. aku .aku mohon."


Batin Natalia meminta karna tak ada yang bisa ia harapkan selain pria itu. hanya Sam yang selalu memberinya jalan keluar atas semua masalahnya dan sekarang ia sangat berdo'a atas kedatangan pria itu.


"Sayang. kau .."


Dreett...


Ponsel Cagar kembali berbunyi menghentikan langkah pria itu. nomor yang sama dari wanita itu selalu menganggunya.


"Ada apa??"


"Apa dia sudah mati? kau sudah membunuhnya?"


Natalia terdiam saat kembali mendengar suara wanita itu. suara yang sangat ia kenal bahkan begitu jelas ditelinganya sampai dada Natalia berdenyut sakit.


"T..Talita."


Brakkkk...

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2