Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Siapa Klan Kyoto?


__ADS_3

Kepingan beton itu berserakan dengan Bangunan Belakang tepat didekat penginapan pelayanpun terlihat sudah hancur bahkan tak ada lagi yang tersisa. Para pengawal bersigegas mengamankan situasi karna ruang bawah tanah ada tepat didekat tanah luas itu.


Reruntuhan bangunan menimbun area jalan kebelakang dengan asap masih mengepul membuat mereka harus exstra berhati-hati.


"Pastikan tak ada gas beracun!!" ucap Fagan mengontrol suasana.


Para pelayan dan pekerja kebun terlihat berkumpul menepi membiarkan para pengawal menyingkirkan puing-puing yang dikhawatirkan menyimpan sumber ledakan susulan.


Sam hanya diam berdiri tak jauh dari para anggotanya. netra tajam elang itu bergerak liar dan teliti mencari cela apa yang sebenarnya terjadi?


Serpihan bangunan ini seperti debu yang dihantam keras dengan abu bertebaran. kemungkinan ada yang telah meledakan diri didalam sana dengan benda yang sudah dibawa dari awal.


"Tuan! asap ini tak mengandung gas beracun, tapi didalam sana dipenuhi cairan lendir hitam."


Triton yang menjelaskan karna ia memang ahli dalam urusan Sains. ia anggota inti khusus Sam yang selalu siagga akan panggilan sang Tuan.


"Jangan menyentuh apapun didalam sana!"


"Baik. Tuan!"


Patuh mereka pada Sam yang meringsek masuk disela debu yang mengurai. tangga yang dulu ditutupi lantai keramik ini sudah dibob hingga mereka bisa leluasa masuk setelah menyingkirkan puing-puing beton.


Pemandangan pertama dihantui kegelapan. walau diluar siang tapi jika sudah menapakan kaki kebawah sini maka akan terasa buta. Sistem penerangan juga telah dirusak dengan aroma menyengat dari belerang.


"Nyalakan Sistem cadangan!"


"Baik!"


Triton menyetel kembali ruangan ini hingga lampu dibagian dinding menyala dengan pembaruan yang dimulai. Sam memang menyetel tempat ini dengan seribu rencana dan perhitungan hingga semuanya telah ia pahami.


"Periksa penjara dan ruang gantung. jangan sampai ada yang dilewatkan."


"Baik!"


Mereka berpencar ke sela setiap sudut tempat ini dengan kesiagaan kuat akan lendir hitam yang berasap panas disetiap dinding yang terkena semburan.


Langkah Sam semakin pelan mengamati setiap apa yang menyapanya. dinding besi ini tak lagi rata dengan darah mengering disepanjang lantai. Sel-sel eksekusi miliknya juga terlihat rubuh dimana tempat menyisakan potongan-potongan tubuh yang tergeletak tanpa nyawa. Benar-benar mengerikan.


"Lendir hitam?"


Gumam Sam mencoba mengingat. ia tak asing dengan ini bahkan merasa pernah dan sangat kenal. ia meraih kepingan besi kecil didekat sepatunya dan menggoreskan benda itu mengambil kecil lendir di dinding sana.


"RYOTA!"


Gumam Sam mulai paham ini ulah siapa. hanya satu Klan yang begitu kejam dan sangat gila akan misi dan tujuannya. Ryota adalah nama Klan asli Jepang yang menjadi musuh bebuyutannya dimasa kejayaan dunia gelap di Jerman, Sersan mereka ingin merampas kekuasaan Jerman dari tangan Sam yang dulu sempat ingin perang tapi tak jadi karna ia tak lagi berkecambung didalamnya untuk fokus pada Rumah Tangganya.


Tapi sangat disayangkan. semenjak kepergiannya dari dunia gelap sekarang musuh itu akan semakin kuat karna selalu ditempat situasi.


"Sial!!"


Umpat Sam mulai dilanda kekhawatiran. bagaimana kalau pria gila itu kembali ingin merampas apa yang ingin ia miliki? Ketua Klan yang sangat sadis yang menjadi Rivalnya.


Melihat Tuannya yang mendingin. Fagan langsung mendekat sesekali menghindar dari tumpukan besi.


"Ada apa? Tuan!"


"Dia kembali!"


Degg..


Seketika Fagan terhenyak bahkan wajahnya mulai pasih mendengar suara berat datar Tuannya. apa ini? mereka sudah lama tak ingin ke dunia bawah tapi keadaan mendatangi dengan sengaja.


"Tuan! bagaimana bisa? kita...kita sudah jauh dari.."


"Perketat semua penjagaan dan jangan biarkan orang luar masuk ke Kediaman!"


Titah Sam lalu melangkah keluar. wajah tampannya yang mengeras membuat para pengawal dan anggota menerka kalau kejadian ini bukanlah insiden biasa.


Sam terlihat kelut karna sudah jelas jika ada yang menberitahu soal seluk-beluk Kediaman ini. satu yang Sam ingat yaitu QYARA, wanita itu yang tahu betul bagaimana ia bekerja dan tempat-tempat disini.


"Kemana wanita itu?"


"Dia ke Perusaan Yuchin. Tuan!"


Jawab Fagan yang tahu akan suasana hati Sam. jika memaksa Qyara untuk buka mulut maka wanita itu sampai matipun tak akan bersuara. Sam hafal betul bagaimana sifat Qyara yang sangat arogan.


"Pengaruhi Popularitasnya. aku tak ingin tahu, hari ini juga dia harus dilempar dari List Model ternama."

__ADS_1


Geram Sam sudah mengepal menaiki tangga menuju ruang kerjanya. insiden ini menunjukan kalau Musuh sudah masuk dalam wilayahnya dan kemungkinan besar keselamatan Alfin dan Natalia dalam bahaya.


"Tuan Ambana meminta pertemuan khusus setelah anda mencabut saham 50% dari Wiranata Crop. mereka tak terima soal keputusan anda, Tuan."


"Itu bukan urusanku. bahkan aku bisa menjadikannya gelandangan dijalanan."


Kelam Sam tak bisa tenang. ia resah karna mungkin saja Qyara atau penghianat didalam anggotanya memberi informasi soal Natalia yang sangat berarti baginya.


"Cari siapa yang terlibat! jangan ada satupun yang terlewatkan."


"Baik!"


Fagan meninggalkan Sam yang sudah masuk dalam ruang kerjanya yang tak jauh dari lantai tengah. ruangan luas dengan deretan rak buku ditata rapi dan sangat elegan, gradasi langit-langit sana membuat suasana hikmat dan sunyi memfokuskan mata pada Meja kerja yang rapi dengan Laptop diatasnya.


"Shitt!"


Sam mengusap wajah tampannya dengan kasar seraya duduk dikursinya. ia muak mendengar nama Klan sialan itu bahkan ia sangat tak suka membayangkan wajah sialan yang dulu ingin merebut Qyara darinya.


"Kau tak akan bisa menyentuhnya. tak akan bisa."


Sam mencoba tenang. ia harus menyembunyikan keberadaan Natalia sebagai istrinya. Wanita itu tak akan bisa masuk dalam dunia hitam yang jauh dari kelembutan seperti hati Natalia.


"Tuan!"


Suara lembut itu mengalun membuat Sam yang tengah gundah seketika diam dengan raut wajah kembali normal. alisnya kembali datar dengan tatapan tak bermacam dari manik coklat keabuan itu.


"Kenapa kau kesini?"


"A.. itu..."


Natalia yang gugup dipandangi manik tajam itu menjadi kikuk melangkah masuk kedalam ruangan yang baru kali ini ia lihat. sangat cantik dan terkesan dingin oleh karpet merah pekat kehitaman dibawah kakinya.


"A..Apa semuanya baik-baik saja?"


"Hm."


Jawab Sam seadanya. ia perlu menenangkan diri terlebih dahulu untuk mengambil langkah selanjutnya. Otaknya tak akan berfungsi dengan benar jika tak berdiam diri.


Natalia yang merasa Sam tengah ditekan-pun ikut terhanyut. ia berdiri tak jauh dari kursi pria itu dengan wajah hangat tak memberontak.


"Tuan kenapa?"


Sam menepuk pahanya hingga Natalia perlahan mendekat dan duduk dipangkuan kokoh ini. lengan Sam membelit pinggang rampingnya mesra dengan tatapan yang membaik dari yang biasa.


"Ada apa?"


"Kau masih ingat siapa saja yang mengejarmu kemaren?"


Tanya Sam seraya menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Natalia disela telinga wanita itu. pandangannya bergelut intens dan menanti.


"Aku rasa hanya 3! tapi.."


"Tapi?"


Natalia berfikir keras. ia beralih menatap manik elang Sam yang terlihat menduga dan memahami apa yang Natalia alami.


"Aku kurang tahu. Tuan! rasanya aku diawasi tapi..tapi aku tak tahu dimana mereka."


"Apa tak ada hewan buas didekatmu?"


Tanya Sam lagi-lagi mencoba masuk dalam kisah Natalia. ia ingin memastikan lebih dalam apa ini memang Klan itu atau tidak? bisa saja ini tipuan tapi rasanya siapa yang bermain sebersih ini?


"Aku tak tahu. saat itu aku hanya berfikir lari dan selamat, selebihnya aku tak melihat apapun."


"Kau mencium aroma sesuatu disana?" Sam mencoba lebih intens.


"Daging!"


Seketika Sam terdiam. wajahnya masih tenang padahal kepalan tangannya sudah menguat. Macan Kumbang Hitam, aroma daging yang khas dan lendir hitam. Itu adalah ciri khas Klan Ryota.


"Memangnya kenapa?" begitu resah dan khawatir.


"Tidak ada. hanya mencari dalang atas penyeranganmu."


Elak Sam mengelus surai panjang ini. ia tak bisa melibatkan Natalia karna wanita ini anti kekerasan.


"Dimana Alfin?"

__ADS_1


"Dikamarnya. dia menunggu Mr Jeon."


Jawab Natalia yang masih menatap lekat wajah tampan Sam. ntahlah terkadang ia tak bisa berpaling dari pahatan tampan asli bule jerman ini.


"Apa aku setampan itu?"


Seketika Natalia memerah beralih membuang muka kesembarang arah membiarkan Sam mengulum senyum simpul melihat keimutan wanita langka ini.


"A..Aku ..."


"Hm? Kenapa?"


Tanya Sam masih gencar menggoda Natalia yang mau secepat mungkin menghilang dari tempat ini.


"A.. itu .. aku ..aku kekamar dulu!"


Natalia bangkit ingin pergi tapi lengannya sudah ditarik mesra Sam yang langsung menaikan tubuh Natalia ringan diatas meja kerjanya. Kegesitan pria ini membuat Natalia terkejut dengan kedua tangan masih menggantung keleher kekar Sam yang menatap lekat wajahnya.


"T..Tuan."


Gugup Natalia tercekat nafasnya sendiri saat kening keduanya sudah menempel syadu. wajah yang berjarak tipis dengan hidung mancung yang sama-sama bergesekan membuat kerongkongan Natalia tercekat.


"Mau lari kemana. hm?" suara mendayu yang penuh arti.


"A... aku ..itu ."


Natalia sulit bicara selain tergagap tanpa makna. Sam menikmati raut gugup dan panas Natalia yang sangat membekas di uluh hatinya. ia tak akan bisa hidup normal tanpa wanita ini.


"Kau menyukai permainanku?"


"T..Tuan!!"


Pekik Natalia malu membahas soal semalam. itu salah satu tipe bercinta yang tabu menurutnya tapi tidak dengan Sam yang sudah sering melakukannya dulu.


"Aku ingin kau memainkannya lagi."


Bisik Sam nakal tak segan menjilat telinga Natalia yang meremang sekaligus geli mencengkram bahu kekar ini.


"T..Tuan.."


"Aku menyukai lidahmu. Kuman!"


Bisik Sam semakin menyengat Natalia dengan kata-kata mesumnya. sungguh Sam hanya ingin melihat wajah tegang istri polos yang sudah ia nodai . ia suka dengan kepucatan dan mata melotot itu


"T .Tuan.. kau..kau mau bekerjakan? aku...aku lebih baik keluar dari pada aku .."


Cup..


Satu kecupan lembut itu membungkam Natalia yang terdiam dengan mata kosong.


"A..aku..."


Lagi-Lagi Sam melabuhkan kecupan mesra, bahkan bertubi pelan seakan menikmati sensasi bibir kenyal nan merah ini. ia mengigit kecil bibir bawah Natalia yang langsung menahan nafas tapi perlahan rileks saat tengkuknya sudah dibelai Sam hangat.


"T..Tuan.."


"Suttt! katakan kau milikku!"


Titah Sam membuat Natalia heran tapi wajah tampan ini begitu serius. ia tak mau membuat Sam marah hingga hanya anggukan pelan tak memuaskan batin sang Suami.


"Katakan!" desaknya tak sabaran.


"A.. Aku.."


"Aku?"


"Aku milikmu. Tuan!"


Sudut bibir Sam terangkat masih menyatukan keningnya dengan hangat.


"Ingat itu! kau hanya MILIKKU. MILIK Sam Austin Bilions, mengerti?"


"I..Iya ."


Gugup Natalia menurut membiarkan Sam kembali mencumbunya dengan ciuman mesra itu bahkan tangan pria ini sudah masuk kedalam sela dressnya meringsek meraba bagian paha dan masuk mencari benda segitiga itu untuk dilepas.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2