Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Tingkah konyol Sam!


__ADS_3

Langit diatas sana masih terlihat berwarna biru keabuan dimana kegelapan masih terlihat samar-samar. kendaraan-kendaraan ibukota sudah kembali beraktifitas lebih padat dari yang semalam mengurai keramaian.


Semua orang terlihat mengejar waktu walau cuaca masih terlihat subuh dan membayang mentari diatas sana. ya, begitulah suasana yang ada diluar Kediaman tapi bagaimana dengan didalam Kediaman?


Setidaknya tak perlu diganggu bagi dua orang manusia yang tengah terlelap nyenyak diatas ranjang king-size yang menjadi tempat peraduan yang semalam dicuri oleh Bule Jerman itu.


"Ehm!"


Sam sedikit bergumam kecil saat Natalia menggeliat didalam pelukannya. ia hanya tidur memakai handuk karna semalam malas untuk mencari pakaian ganti setelah mandi, ia langsung menyelinap masuk kekamar Natalia yang ia biarkan tidur terlebih dahulu.


"Sayang!"


Gumam Sam mengeratkan pelukannya ketubuh ramping namun begitu empuk didalam dekapannya. satu tangan Sam masuk kedalam Piyama tidur Natalia yang enggan membuka mata karna terlalu nyaman dan mengantuk.


Rahang Sam yang ditumbuhi bulu halus berdempet ke pipi Natalia yang merasa geli hingga mengayun tangan lentiknya menabok pipi Sam.


Plapp...


Sam tersadar dari tidurnya akibat tabokan tangan lentik Natalia yang dengan santainya kembali tidur tanpa rasa bersalah dengan pria yang terperanjat menatap kesal wajah damai wanita ini.


"Kau ini .."


Sam menyeringit dengan wajah bantalnya mengeluarkan tangannya dari dalam Piyama Natalia lalu menghela nafas menatap ke arah Balkon dan Fentilasi yang masih terlihat samar.


"Mama!"


"Hm? kau sangat merindukan Mamamu."


Sam mengelus kepala Natalia yang berbaring terlentang. wanita ini pasti syok saat tahu ia berbaring disini semalaman tapi Sam hanya masa bodoh, matanya tak bisa terpejam tanpa memeluk Natalia.


Pandangan Sam bergulir kesemua lekuk tubuh Natalia yang benar-benar membuat Sam bergejolak pagi ini. ia adalah pria normal dan tentu saat pagi-pagi buta begini butuh asupan yang sedikit lebih berat, pikir Sam yang tertuju pada bagian bawah Natalia yang tampak tercetak jelas dari celana panjang Piyamanya belum lagi dengan kancing atasan yang telah terbuka karna tangan nakal Sam semalaman tak berhenti mencari permaian.


"Kau tidur yang nyenyak. hm? aku ingin melihatnya sebentar."


Gumam Sam yang begitu penasaran dengan bentuk daleman Natalia. ntahlah Sam sangat gila hingga sampai sekarang ia tak pernah bisa menepis semua yang ia lihat dilekukan indah milik sang pujaan.


Dengan sangat pelan Sam membuka kancing Piyama atasan Natalia yang tak sadar sama sekali akan apa yang tengah dilakukan Pria ini. mata Sam terlihat berbinar melihat dua bongkahan kenyal ini tak dibungkus sama sekali karna memang itu tak baik bagi kesehatan wanita.


"Ehmm!"


Natalia sedikit bergumam kecil saat merasakan udara dingin yang menerpa bagian depannya padahal itu adalah nafas Sam yang sudah berat melihat puncak ranum ini sudah menentang.

__ADS_1


"Selamat makan!"


Gumam Sam tersenyum geli sendiri akan apa yang ia lakukan begitu konyol menyentuh istri sendiri dengan gaya seperti pencuri. tapi, ia tak mungkin melakukannya disaat Natalia masih sadar karna wanita ini akan memberontak.


"S..Sam!"


"Emm?"


Sam menyeringai licik mendengar suara lembut Natalia memanggil namanya. ia puas karna setidaknya Natalia mengingatnya dalam kondisi apapun dan bukanlah pria lain.


Tak ingin membuang waktu. Sam mulai mengemut dengan sangat lembut membuat Natalia membusung remang karna merasa ini sangatlah geli tapi kenapa ia juga menyukainya?


"S..Saam!"


"Call Me Baby!"


Natalia tanpa sadar mengulur tangannya mencengkram rambut Sam yang asik dengan dua squishi kesukaannya. begitu manis dan sangat lembut membuat Sam enggan melepas hisapannya sama sekali, kemalut jari lentik Natalia yang mengacak rambutnya dengan sensasi membuat Sam juga tak bisa menahan untuk menjelajahi lebih dalam.


"Biarkan aku menyentuhmu!"


Serak Sam mengungkung tubuh Natalia mengangkat wajahnya dari bantalan empuk tadi beralih mencengkeramnya lembut yang tak muat digenggamannya. mata berat penuh hasrat Sam terus menikmati raut wajah Natalia yang juga tak menolak setiap sentuhan darinya.


"Semuanya milikku. kan?"


Bisik Sam sensual lalu mulai mencumbu lembut bibir Natalia yang juga dengan kaku membalasnya membuat sudut bibir Sam terangkat merasa sangat bahagia dengan kelembutan wanita ini mencoba melakukannya.


Lama Sam membiarkan Natalia membalas dengan kaku bahkan ini seakan jadi pemanis yang membuat Sam semakin tak bisa melepas semuanya.


Namun. dahi Natalia mengkerut saat merasakan ada benda keras yang menekan bagian intinya membuat tangan Natalia perlahan turun meraba benda itu tanpa tahu Sam tengah meradang dibuatnya.


"A..Akhhs!"


Mata Natalia langsung terbuka lebar saat mendengar suara lemah Sam yang mencengkram satu benda kenyal itu agak kuat karna sentuhan jari Natalia dibawah sana.


"Aaaaaaa!!!!"


Natalia mendorong dada bidang Sam menjauh darinya hingga pria itu refleks terlentang disampingnya tak begitu terjerumus karna kekuatan tubuh kekar itu.


Wajah Natalia memucat melihat Sam hanya memakai handuk yang tak lagi terpasang sempurna hingga perut bagian atas itu terlihat seksi dengan tubuh berotot yang menggiurkan. tapi, Natalia menegguk ludahnya berat saat melihat bagian yang menonjol begitu mendominasi pandangan gugup Natalia.


"K..Kau .."

__ADS_1


"Kau bisa tidak biasa saja?!" geram Sam yang sangat kesal bahkan rasa dongkolnya sudah menggunung. ia begitu hanyut dan menikmatinya tapi Natalia tiba-tiba sadar dan mendorongnya kuat membuat fantasi gila Sam buyar berganti dengan kemalut hasratnya.


"T..tapi k..kau .kau mau apa?"


Natalia menutupi bagian atasnya dengan selimut menatap penuh siaga pada Sam yang dengan santai membuka handuknya hingga Natalia langsung berbalik memunggungi pria gila ini.


"Kau masih belum mengerti?" serak Sam tanpa malu dengan tubuh polos yang begitu sangat menggugah. tonjolan otot kekar itu sangatlah mempesona tapi ia tak menyembunyikannya lagi sesosok pusaka perkasa yang sudah menentang bahkan begitu keras berdiri penuh kegagahan.


"A.. apa? kau ..kau gila. ha??? pakai handukmu!!!"


"Ayolah. kita sudah menikah, kau ini bagaimana?"


"A.. aku...aku ..."


Sam menyeringai beringsut mendekati Natalia yang tercekat saat Sam memeluknya dari belakang. bahkan, pria ini dengan sengaja menekankan benda itu ke bokong Natalia yang dibuat tercekat kuat.


"T...Tuann..."


"Panggil aku Sam, atau..."


Sam bertopang dagu ke bahu Natalia yang sudah mengigil takut mencengkram selimut didadanya saat bibir sensual Sam mulai mendekat kearah telinganya.


"SAYANG!"


"Tuan!!!!"


Natalia memekik keras berlari kekamar mandi saat Sam dengan sengaja menjilati daun telinganya nakal dengan tawa kecil yang pecah melihat wajah setengah mati Natalia yang memucat karnanya.


"Pergilah dari kamarku!!!"


"Kau panggil aku itu atau aku akan melakukannya lagi!"


Tak ada jawaban selain suara jatuhan barang-barang. sudah jelas Natalia gugup didalam sana membuat Sam benar-benar puas mengerjai wanita polos itu.


Wajah Sam terlihat geli sendiri menatap cermin memaparkan tingkah gilanya. tak pernah ia berbuat sekonyol ini pada seorang wanita.


"Cih. jika Alfin melihatmu begini, dia bisa mengolok sampai 7 turunan. Sam!"


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2