
Gejolak api itu tampak membara melahap bangunan besar yang semula baik-baik saja seketika dipenuhi kilatan api dan ledakan. Para pengawal terlihat terperangkap didalam sana bahkan mereka sulit membawa semua majikannya keluar.
Percikan api besar itu sangat menyinari malam pekat yang berlangsung. bahkan suara ledakan dari mobil-mobil yang terbakar membuat suasana semakin mengerikan.
"Sial!!!"
Fagan yang mengumpat karena melihat api semakin mengamuk melahap segalanya. Ia mengkerahkan anggota untuk masuk menyelamatkan keluarga Nonanya bersama Team Pemadam yang baru saja datang.
Hendry yang tengah menyelamatkan pelayan-pun terkejut saat melihat ada orang didalam kobaran api sana. Hingga matanga membulat menduga sesuatu.
"Jangan masuk kedalam!!!"
Teriak Hendry pada anggota lainnya yang sudah masuk dengan perkelahian yang terjadi didalam sana. Para pelayan yang sudah kekurangan oksigen terlihat tergeletak tak berdaya direrumputan menjahui Kediaman. termasuk Talita dan Mentari yang sudah tak sadarkan diri.
Kilatan api yang menyambar seakan menjadi sumbu ganas yang bergerak gesit tanpa takut terbakar. Anggota Sam terlihat tangkas membalas semua serangan sampai reruntuhan Bangunan menenggelamkan mereka.
"Bagaimana ini? pasukan musuh ada didalam."
"Kau jaga Pelayan dan orang-orang disini. Tuan akan segera datang."
Ucap Fagan mengeluarkan pistol dibalik kemejanya dengan tatapan teliti dan mengamati setiap lekuk bangunan yang di sambar ganas.
"Jangan biarkan mereka lolos!"
"Baik!"
Fagan langsung menelusup didalam kobaran api yang menyala-nyala hingga langkahnya dipercepat dengan acuan pistol ditentangkan tajam.
Terlihatlah para Manusia berpakaian serba hitam dan tato menyeluruh itu tengah membanting anggota mereka kedalam api yang membara. Tapi, anggota Sam juga tak tinggal diam sampai ikut membakar dagging didalam unggunan api ini.
"Tuan!! Ayah Nona ada dilantai atas!"
"Kau cari yang lain!"
Perintah Fagan pada Hendry yang mengangguk menggunakan handuk basah untuk masuk lebih jauh sampai mengamankan beberapa orang yang pingsan didalam sini melewati hujanan peluru yang tiba-tiba datang dari kobaran api. Bibik Mina terlihat pingsan dibopong anggota lain.
Mobil pemadam kebakaran terlihat mulai dicegat para Klan musuh sampai menjada pemadaman api yang mengamuk. Mereka mengeluarkan senjata seperti celurit seukuran kuku yang mencabik musuh dengan ganas.
"Hay!"
Mereka menyapa anggota Sam yang tak lagi terkejut melihat tatapan bak naga itu berkobar. Anggota gelap Sam juga mulai muncul membuat lingkungan Pramudita dipenuhi perang antara manusia aneh itu.
Tak ingin berlama-lama. Kedua Klan itu mulai baku hantam dengan kelihaian mereka masing-masing. Anggota Sam meliut cepat menangkis semua serangan dengan pisau yang juga mereka bawa. Suara aduan senjata dan bentakan kasar itu menggema membuat suasana semakin menakutkan.
Semua itu ditatap puas oleh seorang pria yang dengan santai berdiri ditengah-tengah kobaran api. wajahnya ditutupi dengan kain dan jaket yang khas. Tatapan netra sipit yang begitu kelam dan sangat menakutkan menunggu kedatangan seorang pria yang akan lenyap malam ini juga.
"Bummm!"
Gumamnya beralih menatap Fagan yang tampak terlatih meloncati beberapa kayu yang tumbang kearah mereka. Pria itu membawa seorang pria paruh baya yang sudah tak sadarkan diri.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang. Sosok misterius itu mengacungkan pistolnya kearah Fagan yang masih sibuk memapah Tuan Hartono ditengah lalapan api.
"Sampah!"
Dorrrr....
"Tuan!!!"
Teriak Hendry terkejut saat suara tembakan itu berbunyi. Matanya terbelalak melihat siapa yang tengah berdiri gagah dan tubuh kekar yang menguarkan kekelaman yang nyata.
"Dia bukan lawan-mu!"
Gertakan gigi Sam yang untung saja melesat cepat menarik Fagan dan Tuan Hartono yang sudah memucat ditempat dengan asap yang berkelana. Kepalan tangan Sam menguat melihat siapa yang memang sudah dari dulu mencari masalah dengannya.
"Bawa dia keluar!"
"B..Baik."
Fagan memapah Tuan Hartono kembali keluar diiringi tatapan menyala dari Pria misterius yang begitu sama dengan Sam. Keduanya memiliki aura penguasa dan intimidasi yang kuat. Tak gentar dilalap api dan tak takut akan panas yang membakar.
"Kita berjumpa kembali."
Suara berat yang misterius. Pria itu melangkah mendekati Sam yang hanya diam dengan kewaspadaan tinggi. Ia tahu betul Pria ini sangat mahir dalam bergerak cepat dan penuh tipu muslihat.
Sorot mata keduanya bertemu. Netra kecoklatan yang liar itu seakan menghunus netra elang Sam yang siaga dan pasti.
"Kau harus bertanggung jawab atas segalanya!!"
"Aku tahu gayamu!" bisiknya penuh seringai.
Membuat pukulan Sam meleset karna api ini menyambar membuat matanya perih diselingi angin yang tiba-tiba membawa tubuh kekar Pria itu.
"Kau hanya bisa bersembunyi."
Geram Sam menatap siaga kesekelilingnya. Api itu semakin menyala-nyala tapi Sam tak ingin jika Bajingan ini mengusik Natalia. Jika tidak sekarang maka Klan Ryoto tak akan berhenti membalas dendam.
"Dibelakangmu!"
"Banci!!!!"
Desis Sam langsung memukul kedepan dengan tendangan kuat seakan melengkung seperti busur menghunus gejolak api disekitarnya.
Cairan hitam panas yang menenuhi area dinding membuat asap semakin tebal.
Pria itu mulai tak bisa bersabar melihat Sam selalu ingin mendominasi tapi kekuatan keduanya sama-sama kuat. Ambisi itu juga sama-sama besar dan paham cara bertarung masing-masing tubuh.
"Sialan!!!"
Brakkk...
__ADS_1
Kaki keduanya bertemu sampai membuat beton disampingnya rubuh memadamkan api disekelilingnya. Tatapan mata keduanya semakin berhasrat untuk menghabisi jiwa Iblis ini.
"Kau yang mengusik Adikku!!" geram Pria itu dengan nafas memburu. Sam menyeringai licik dengan keringat yang keluar karna menahan panas.
"Bahkan aku ingin membunuhnya!"
"Akan ku bunuh semua yang kau punya!!!"
Keduanya kembali baku-hantam tak memperdulikan Bangunan yang mau roboh. Tembakan demi-tembakan terjadi tapi tak ada yang mengenai tubuh mereka melainkan hanya menembus dinding dan perabotan yang terbakar. Sam semakin tak bisa mengontrol tapi ia tak ingin Pria sialan ini membaca gerakannya lebih dulu.
"Tuan!!! Bangunanya ingin runtuh!!!"
Suara Fagan dari luar sana membuat Pria berpenutup wajah itu semakin menyeringai menghindari serangan tangkas Sam. pukulan pria itu mengenai bahunya dan ia juga sempat menghantam lengan Sam untuk memberi balasan.
"Tuan!!!!"
Suasana mencekam membuat galaksi meneggang. Keduanya masih belum mau melepaskan tubuh masing-masing sampai melompat gesit dari tangga ke tangga dan menyusuri berbagai tempat yang porak-poranda.
"Tuan!! cepatlah keluar!!"
Fagan yang kemalut melihat bagian atap Kediaman yang mau rubuh. Bangunan lain disamping sana sudah turun menghantam tanah dan hanya tersisa tempat perkelahian dua penguasa itu sampai mengoyak dinding yang dihantamkan kaki-kaki kokohnya.
"Sial!! Tuan tak akan mendengarkanku."
Gumam Fagan melihat kesekelilingnya dimana anggota musuh mulai berkurang karna sebagian telah mundur entah kenapa Fagan sulit menerka.
Namun. Sam yang tengah berkelahi diatas tangga sana mulai merasakan ada yang aneh dari pandangan Pria gila yang sedari tadi mengiringnya menuju lantai atas dekat Lift.
Sesekali Sam menendang tubuh anak buah pria itu keatas lantai dengan gerakan yang cepat membasmi beberapa anggota musuh yang masih ada didalam sini.
"Sialan kalian semua!!!"
Geram Sam dengan Jaket yang sudah panas terkena semburan api. Ia masih membalas Pria gila ini sampai mepet kedekat Lift yang tak lagi bisa digunakan. disampingnya ada jendela pintu samping dengan Foto Keluarga yang belum dilahap api.
"Kau harus mati. Sam!"
Geram Pria itu dengan nafas memburu karna sudah lama baku hantam dengan kukatan yang sama. Ia akui Sam pandai menduga setiap apa yang ia lakukan tapi tidak dengan kali ini.
"Cih! aku mati. kau juga harus." tekan Sam santai.
"Hm. sayangnya itu hanya bualan!"
Pria itu dengan cepat menendang lantai disampingnya hingga mata Sam terkejut melihat ada tali yang terhubung kedalam Lift dan itu adalah ..
"Matilah kau. Sialan!!"
Desisnya laku meloncat kedekat jendela beriringan dengan ledakan besar dari Lift sampai membuat kobaran api menyulut keatas membuat mata Fagan terbelalak bahkan para anggota mereka sudah seakan berhenti bernafas.
"Tuan!!!!"
__ADS_1
.......
Vote and Like Sayang..