
Terik mentari yang menciut dengan rentangan awan hitam yang tengah menutupi langit biru sana membuat suasana begitu adem tak begitu panas dan dingin. seperti biasa ibukota begitu padat dengan semua manusia yang memenuhi jalan panjang berliku kebisingan ini. bangunan-bangunan megah menjulang tinggi bersanding dengan tempat-tempat kecil ditepian jalan.
Tak lupa patung seluncuran yang dihiasi berbagai pancuran dipusat jalannya membuat pemandangan yang khas dari Ibukota negara ini.
Sedari perjalanan. mata indah dihiasi bulu mata lentik hitam pekat itu tak berhenti menatap keluar jendela dengan decak kagum yang luar biasa melihat pemandangan hijau dijalan khusus yang tengah Mobil mereka lalui.
"Itu apa?"
Natalia mengeluarkan tangannya dari jendela Mobil menunjuk satu tempat wahana permainan yang terlihat ramai tak jauh dari jalan ini.
"Mana?"
"I.."
"Jangan keluarkan tanganmu seperti itu."
Sam yang tadi tengah mengurus pekerjaannya di ponsel itu seketika menarik tangan Natalia kembali masuk. dengan wajah yang dingin ia menatap tajam sosok cantik yang tak lagi memakai Dasternya.
"M..memangnya kenapa?"
"Itu berbahaya! bisa saja ada benda tajam yang ada diluar. kau ini.."
"Maaf. tapi itu apa?"
Natalia menatap kebelakang dimana tempat tadi sudah jauh mereka lalui membuat wajah Natalia menelan hampa dengan raut kecewa.
"Apa?"
"A.. tidak ada. lupakan saja."
Cengir Natalia memberi senyuman dari bibir mungil yang merah pink segar. kulit putih wanita ini benar-benar menyatu dengan Dress berwarna merah maron yang menghidupkan sekuntum mawar yang tengah mekar di genggamannya.
"Apa masih jauh?"
"Sebe.."
Fagan menghentikan ucapannya saat melihat tatapan dingin Sam yang menghujam arah spion membuat lidahnya tercekik menjalar ke leher.
"Sebentar lagi."
"Hm."
"Hanya hm?"
Natalia dengan polos mengangguk membuat Sam membuang muka kesal kearah jendela lalu kembali fokus ke ponselnya begitu juga Natalia yang kembali mengambil gambar hal-hal yang menurutnya menarik.
Setelah beberapa lama. akhirnya Fagan memelankan laju Mobil masuk kedalam Gerbang besar yang dijaga ketat olah dua pria kekar berseragam dengan gestur membungkuk penuh hormat.
Bangunan besar yang terlihat seperti Dua Piramida yang begitu megah dengan kilapan cahaya gedung yang mampu menghipnotis mata cupu Natalia yang tak pernah melihat Gedung-gedung sebesar ini sebelumnya.
Ia terlihat bersemangat seakan melihat sesuatu yang begitu unik. Loby perusahaan menjadi objek pengamatan mata Natalia yang tak berhenti berdecah kagum membuat sudut bibir Sam terangkat miring.
"Silahkan. Tuan!"
__ADS_1
Sam keluar dari pintu yang dIbukakan Fagan hingga Natalia menuruti tempat keluar pria itu membuat dua penjaga Gerbang yang melihatnya dari kejahuan mulai menyipitkan matanya saat sejenak kilatan kulit mulus dari kaki jejang berbalut Heels pendek itu turun dari Mobil.
"Ini sangat-sangat bagus! tapi berapa uang membangunnya?
"Hm."
Sam hanya menjawab dengan deheman melanjutkan langkahnya dengan Natalia masih mematung di dekat Mobil memutar tubuhnya meneliti tempat luas dengan pemandangan indah ini.
Karna tak merasa ada yang mengikuti. Sam berbalik menatap Natalia yang masih melakukan hal aneh disana.
"Cepatlah!!!"
"A.. iya.. iya. Tuan!"
Natalia berlari kecil. Sam menggeleng membiarkan wanita ini berjalan beriringan atau tidak ia akan menyasar.
"Bukankah kau pernah kesini. Nona?"
Fagan mencuri kesempatan berbicara dengan Natalia yang menoleh kebelakang hingga berjalan bersamanya membiarkan Sam kedepan sana.
"Dulu aku lewat hanya sekali. itupun tak sempat melihat bangunan ini karna penjaganya melemparku keluar."
"Apa?" Fagan terkejut.
"Hm. tapi untung saja aku lolos karna mereka tak bisa menangkap ku setelah Alfin menelponnya."
Jawab Natalia tersenyum. membuat Fagan ikut menarik bibir karna tingkah aneh dan polos wanita ini. sementara Sam ia masih melangkah acuh masuk kedalam Perusahaan dengan tatapan semua kariawan kembali memanas bak kelaparan padanya.
"Selamat siang. Presdir!"
"Hm."
"Hay!"
"Hay!"
Ada beberapa yang menatap Natalia sinis karna penampilan wanita ini terlihat sangat berkelas dengan Dress selutut maron dengan bagian dada ditutupi oleh Blazer yang menyembunyikan dua benda favorit itu.
"Dia sangat cantik!"
"Tubuhnya bagus!"
"Cocok dengan Presdir. Sam!"
Mereka berbisik kagum penuh gejolak apalagi disetiap langkahnya Natalia tak berhenti menebar senyum ramah membuat para Kariawan pria yang ada dibalik ruangan sana bergerombol keluar dengan wajah malu menatap Bidadari cantik ini.
"Itu siapa?"
"Tapi kenapa secantik itu?"
Sam yang tengah ada didalam Lift seraya memainkan ponsel itu seketika mendengar desas-desus kariawannya hingga ..
"Kauu.."
__ADS_1
Geram Sam melihat Natalia tengah menyapa beberapa staf wanita yang dengan canggung menyapanya. tatapan mata Sam menekan Fagan hingga pria itu memboyong cepat Natalia kearah Lift sebelum pria ini murka besar.
"Tuan!"
Natalia tanpa rasa bersalah masuk berdiri disamping Sam yang segera menutup pintu Lift dengan Fagan yang hanya bisa diam dibelakang dua manusia aneh ini. Tuan Mudanya juga ikut aneh berdampingan dengan wanita ini.
"Jaga tingkahmu."
"Memangnya kenapa? apa aku salah?"
Sam hanya diam mengunci mulut karna dijelaskan pun Natalia tak akan paham. setelah beberapa lama pintu Lift terbuka hingga lantai khusus Presdir ini terlihat. Gamali yang ada didepan ruang rapat pun lansung menyambut Sam tapi ia terkejut dengan wanita disampingnya.
"Presdir!"
"Ada apa?"
"Model penggantinya sudah disiapkan. anda tinggal menentukan."
Jawab Gamali seraya sesekali menatap Natalia yang hanya diam dengan wajah polosnya. Sam beralih menatap Natalia yang masih belum tahu dunia luar itu bagaimana.
"Tuan!"
"Hm."
"Apa aku sudah cantik?"
Seketika Fagan pura-pura acuh melihat raut wajah menahan Tuannya saat Natalia menunjukan wajah imut kucingnya dengan bibir pink mengericut dan mata berbinar manja lansung di bekap Sam yang berdehem menormalkan detak jantungnya.
"Ehmm."
"Tuan. aku gugup! bagaimana kalau mereka tak suka? aku harus apa dan.."
"Kau cukup lakukan yang terbaik. anggap saja dunia ini milikmu."
Jawab Sam melangkah masuk menuju pintu yang dibukakan Gamali dengan perlahan terlihatlah ruangan Meeting yang sudah berganti Desain setiap minggunya.
"Presdir!"
Seorang wanita dengan wajah berbinar itu menatap penuh kekagguman Sam yang hanya diam melangkah masuk menuju Sofa santai untuk bicara.
Dialah Talita yang tengah datang bersama Manajernya. ia terlihat sangat perfeck menatap Sam seakan melahap pria ini. ia tak menyangka ia akan bertemu untuk yang kedua kalinya dan ternyata pria ini begitu SEMPURNA.
"Presdir. anda.."
"Permisi!"
Suara lembut itu membuat Talita terhenti langsung menoleh ke pintu dan..
Duarr....
"K..Kau.."
....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..
Jangan lupa liat visualnya di IG Author ya ...ðŸ¤