Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Dimana dia?


__ADS_3

Ruangan luas dengan desain klasik ini tampak menampung beberapa manusia yang sudah lama membahas tentang rencana Produk baru dengan kerjasama penting dari Perusahaan yang ada di Jerman. tentu Sam harus mendengarkannya dengan teliti karna keuntungan terbesarnya juga akan melambungkan nama Natalia.


"Jadi, Presdir Sam! kami ingin Nona Natalia bekerjasama dalam Filim yang akan kami adakan, tentu disana kekompakan dari Agensi lokal dan kami juga akan dibutuhkan. apa anda bisa memberikan waktu Nona Natalia untuk rencana ini?"


"Itu tergantung keputusan Natalia!"


Jawab Sam tegas mempertimbangkan kondisi Natalia. Mr Berlan tampak mengangguk paham akan keputusan Sam barusan, ia juga sangat ingin mengeratkan kerjasama dengan Perusahaan Bilions yang begitu jaya.


"Baiklah. Presdir! saya sangat menghargai keputusan anda, Asisten saya akan datang lagi untuk mengurusnya."


"Hm."


Mereka semua berdiri dengan Asisten Mr Berlan mengemas berkas yang tadi dipresentasikan lalu menunggu atasannya bersalaman dengan Sam yang hanya diam karna entah kenapa ia sangat khawatir sekarang.


"Senang bertemu dengan anda!"


"Hm. Nikmati Pestanya!"


Mr Berlan mengangguk pamit pergi dengan arahan Gamali yang siap siaga memperkenalkan semua keunggulan Perusahaan ke berbagai Kolega.


Setelah pintu itu tertutup. Sam langsung mengeluarkan ponselnya menghubungi Natalia yang tiba-tiba tak mengangkat panggilannya.


"Ada apa. Tuan?"


"Suruh pelayan membawa Istriku keatas!"


Fagan mengangguk melangkah kedekat pintu dengan tangan yang sudah ingin menekan gagang benda ini tapi...


Brughh...


Sam terperanjat saat suara tabrakan itu sangat nyaring sampai ia menoleh dengan pandangan heran sekaligus menajam.


"ALFIN!"


Geram Sam menyala membuat bocah kecil yang tadi terburu-buru masuk sampai menabrak Fagan itu langsung berdiri dengan wajah panik mendekati Sam.


"Kau kenapa? aku sudah bilang jangan kemanapun. ini sudah larut dan kau..."


"B..Bunda.."


Gagap Alfin terengah-engah karna ia sudah berlari sangat jauh. rasa takutnya akan amarah pria ini juga membuat Alfin gemetar mengatakannya.


"Ada apa?" Sam mulai serius.


"B..Bunda.. Bunda dia .."


"BICARALAH YANG JELAS!"


Geram Sam menyala-nyala karna dari raut wajah Alfin begitu sangat mencekam. mau tak mau Alfin yang sudah tahu apa yang terjadi dibawah sana harus memberitahunya.


"T..Tadi aku..aku mau memberi Bunda O...Obat lalu .."


"KAUU..."


"Tapi yang kena wanita liar itu dan dia ternyata juga memberi bunda obat yang sama!"

__ADS_1


Degg...


Seketika Sam seakan tercekik nafasnya sendiri mendengar pernyataan Alfin barusan beriringan dengan para pengawal yang datang dari arah pintu.


"Tas Nona ketinggalan didekat kursinya. Tuan!"


"Nona tak ada dikamar-kamar penginapan disamping."


Ucap mereka memberikan Tas kecil Natalia ke Fagan yang sangat terkejut menatap Alfin yang terlihat mau menangis karna sudah salah dalam membuat rencananya.


"B..Bunda.."


"Kau diam. dan pulanglah!"


Sam langsung melangkah keluar dengan terburu-buru meninggalkan Alfin yang sangat khawatir. sedari tadi ia mencari tak juga menemukan wanita itu.


"B..Bunda. maafkan Alfin!"


"Tuan kecil. ayo kita pulang!" ajak Fagan tapi Alfin menggeleng melangkah keluar ingin membantu mencari Bundanya.


........


Wajah Sam terlihat kelam memeriksa setiap ruangan di Gedung Avenilla bersama para pengawalnya yang menjelajahi Gedung besar ini. suara musik didepan sana terdengar nyaring tapi tak diperdulikan mereka yang tampak sangat tergesa-gesa.


"Nona!!!"


Panggil mereka berkali-kali namun tak ada jawaban. semua kamar hanya diisi beberapa tamu yang berkepentingan tapi semuanya sudah diperiksa tak ada sama sekali jejak wanita itu.


Sam yang tengah khawatirpun tak bisa membendung detakan jantungnya yang beradu cepat memikirkan apa yang sekarang terjadi pada wanita lugu itu?


"Baik. Tuan!"


Mereka berlarian keruang Teknis dengan Sam yang menelusuri dimana tempat yang masih belum mereka datangi. nafasnya begitu memburu dengan emosi yang menyala-nyala, Qyara memang sudah keterlaluan berani melakukan hal sekeji ini.


"S..Sam."


Sam yang ada didekat tangga sana langsung menoleh hingga netra tajam menelannya seketika membara menghunus seorang wanita yang berjalan sempoyongan menyusuri dinding didekatnya.


"S..Sam. aku...aku sangat merindukanmu, Sayang!"


Qyara yang tampak tak lagi berpakaian sempurna. hanya bera ikat yang menutupi bagian atasnya dan paha yang terlihat dipertontonkan.


Semua itu ditatap dingin oleh Sam yang mulai jijik akan apa yang dulu ia lakukan sampai mencintai wanita serendah ini.


"Sam. Sayang!" suara serak nan mesra ingin menyentuh hati yang sudah membeku.


"Kau apakan dia?"


Qyara seketika terbahak dengan kesadaran diambang batas. ia juga mengutuk siapa yang melakukan ini padanya sampai ia sendiri sulit menerka keadaan.


"Dia!!! Pelayan itu?"


Tanya Qyara remeh sudah berdiri dihadapan Sam dengan tatapan begitu berhasrat dan bergaira melihat tubuh kekar yang ia dambakan setiap harinya.


"Dia pasti sudah dicumbu mesra oleh Pria yang kusiapkan di .."

__ADS_1


Plakkk ..


Qyara langsung tersungkur na'as bahkan kepalanya membentur dinding yang ada didekatnya. ia tergorok lemah dengan darah yang keluar dihidung dan sudut bibirnya.


"S..Saaam hiks!"


Kepalan tangan Sam sudah menguat dengan darah yang mendidih. sumpah demi apapun amarah Sam sudah melonjak dengan kesabaraan yang musnah.


"AKU MENCERAIKANMU SEKARANG JUGA!!!!"


"S..Sam! S..Sayang..."


"Aku MENALAKMU!"


Tekan Sam berulang kali menjatuhkan kalimat pisah yang membuat Qyara terkejut dengan wajah tak mau menerima akan apa yang Sam lakukan padanya.


"S..Sam hiks, aku...aku sangat mencintaimu dan.."


"Aku sangat menyesal mencintai wanita MURAHAN sepertimu."


"Saaaam!!!!"


Teriak Qyara menjerit keras saat Sam sudah melangkah pergi menjauhinya. tak ada tatapan penuh cinta itu lagi bahkan hanya ada kedinginan dan suasana beku yang ia rasakan.


Tentu Sam yang sudah lelah mempertahankan rumah tangganya tak lagi bisa mentolerir setiap apa yang Qyara lakukan. ia juga punya batas kesabaran untuk bertahan seperti dulu.


Sam kembali memeriksa kamar-kamar diatas sana. ia begitu khawatir sampai terus merusak pintu-pintu yang ia terobos paksa tak perduli ada manusia didalamnya.


"Presdir!"


Salah satu Staf pembersih yang takut-takut menyapa Sam yang memeriksa kamar didekatnya bersama pengawal yang lainnya.


"Kau...Kau melihat Natalia. wanita..wanita yang ada di Pesta tadi." tanya Sam menekan Staf wanita yang sudah memucat itu.


"S..Saya .Saya tadi.."


"KATAKAN!!!"


Bentak Sam menggelegar hingga wanita itu hampir saja mau menangis mulai mengeluarkan suara.


"Saya tak lihat Nona Natalia. tapi .tapi tadi ada pria paruh baya yang mengejar seseorang kearah Air pancuran belakang. Presdir!"


"Tuan. dia benar! menurut CCTV Nona Natalia ada dipancuran be..."


Sam sudah melesat kilat kesana bahkan tak memperdulikan beberapa orang yang keluar dari tempat mereka karna semuanya digeledah. mata-mata heran itu muncul seakan masih gugup dan takut lantai atas ini diporak-porandakan pria itu.


"Kalian kembali ketempat masing-masing!!"


Para pengawal mengamankan suasana. pantas jika mereka sulit menemukan wanita itu karna Gedung ini sangat luas dan banyak tempat-tempat kecil, apalagi Natalia tak membawa Ponsel atau sesuatu yang bersinyal.


.......


Vote and Like Sayang..


Maaf ya . author baru pulang sklh jadi up segini dulu. udah 1063 ini say 🥰

__ADS_1


__ADS_2