Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Mengembalikan Putrinya!


__ADS_3

Gerombolan para wartawan itu langsung memenuhi lingkungan depan gerbang Perusahaan. mereka terlihat menunggu kedatangan Mobil Presdir ternama yang memimpin Perusahaan besar Bilions ini.


Walau cuaca menentang terik tapi tetap saja tak ada yang menghiraukan jeritan sang mentari, tak ada yang mau mengelak dari depan Gerbang besar itu atau sekedar berteduh untuk melindungi diri.


"Tuan!"


Fagan yang menghentikan Mobilnya agak jauh dari pusat keramaian sana. dinding beton penghalang dijalan samping Perusahaan menghalangi benda baja mengkilap yang telah diganti dengan Mobil mewah baru seperti Rolls Royce Seeptail. dengan bentuk yang seperti namanya agak meruncing dengan bagian kaca yang memanjang dari depan kebelakan, ditambah kayu kulit yang menghiasi desain interiornya membuat harga benda ini begitu selangit mencapai 18 juta dolar AS atau 184,8 Milyar Rupiah.


Tentu itu nominal yang sangat fantastik, Namun. sayangnya Sam yang tengah santai duduk dibelakang sana hanya bertipang kaki angkuh tanpa terlihat terbeban sama sekali


Stelan Kerjanya sudah rapi kembali karna mereka tadi sempat ke Apartemen untuk berganti pakaian. lalu apa kabar Natalia?


Wanita itu hanya diam menutup rapat pahanya duduk berdempet kekaca jendela. ia mengurai rambut panjangnya menutupi bekas kismark yang memenuhi leher dan dadanya. pantas jika Natalia merasa sangat gugup berdekatan atau menatap Sam yang seperti kesetanan me**njilati setiap lekuk tubuhnya. tapi untung saja mahkota tertingginya itu masih bertahan entah sampai kapan.


"Tuan. apa anda yakin ingin melanjutkan pekerjaan?"


Tanya Fagan yang melirik Natalia dari spion. sedari tadi wanita itu hanya diam dengan pakaian kemeja wanita dan celana jeans yang membungkus kaki jenjangnya. ia juga menutupi bagian dadanya dengan Jas khusus seorang pekerja perusahaan.


"Hm. kau masih kuat?"


"Em!"


Natalia mengangguk kaku tanpa menatap Sam yang manarik sudut bibirnya dengan samar. pasti Natalia masih Trauma akan apa yang dia lakukan tadi tapi Sam hanya ingin Natalia terus mengingat semua itu.


"Jalan!"


"Baik. Tuan!"


Sam terlihat masih mengulum senyum sendiri mengigit bibir bawahnya mencoba menghentikan wajah mesumnya. gila, itu sangat gila. rasanya begitu candu dan terus membayang dikepalanya.


Bentuk tubuh yang indah. rasa manis yang ditawarkan membuat Sam terus meremang lapar akan kekhasan rasa dilidahnya.


"A.. Apa t..tempat Syutingnya di...didalam juga?"


"Iya. Nona! sebenarnya anda akan ada tempat diluar tapi untuk hari ini cukup melakukan beberapa kegiatan kecil saja karna ini sudah mau sore."


Natalia mengangguk mengerti mengeluarkan Ponselnya. tatapan Sam tak luput melirik semua yang dilakukan Natalia termasuk paha merapat dan menjauh darinya.


"Pesan siapa?"


"A....Apa?" gugup Natalia saat Sam bicara lagi.


"Ponselmu!"


"A.. ini ... b..bibik Mina. dia bilang s..sudah memasak."


"Hm."


Natalia mengusap dadanya pelan agar lebih santai. tapi bagaimana bisa santai? kejadian itu masih terbayang dikepalanya bahkan ia masih meremang geli akan apa yang Sam lakukan seganas dan seliar itu. ya Tuhan, apa seperti itu cara melakukannya?


Natalia mencoba meredam rasa gugupnya dengan memejamkan mata untuk sekedar merilekskan pikiran. teriakan didepan sana mulai bergemuruh saat Mobil mereka tiba didekat Perusahaan.


"Presdir!!!!"


"Presdir. Sam!!!"


Sam hanya diam dengan kerumunan banyak Media menghantui jalan. para pengawal membentuk penjagaan yang ketat sampai akhirnya Fagan melaju pelan masuk kedalam Gerbang menuju Loby Perusahaan.


"Presdir!!!! Presdir Sam!!!"


"Siapa yang bersama. anda?"


"Apa itu selingkuhan anda. Presdir?"


Natalia cukup terkejut dengan teriakan itu hingga tak sengaja bersitatap dengan netra elang Sam yang seakan tak ambil pusing dengan semua itu.


"Abaikan saja!"

__ADS_1


"Tapi .."


"Jika kau layani. mereka tak juga akan mendengarmu."


Tegas Sam keluar dari Mobil yang terhenti dengan Fagan yang membuka pintu benda itu. suara riuh mereka semakin menggila hebat saat melihat Sam yang berdiri dari kejahuan.


"Presdir!!!!"


"Usir mereka dari sini!"


"Baik!"


Fagan memerintahkan pada Pengawal yang lain untuk membubarkan para media. tentu Sam hanya acuh akan kericuhan itu tapi melihat Natalia yang tak nyaman ia harus membuat tempat senyaman mungkin bagi wanita ini.


Natalia keluar dari Mobil dengan wajah yang lebih biasa. ia bisa menyesuaikan suasana bersama Sam yang cukup salut akan ketenagan darinya.


"Silahkan. Presdir!"


Natalia bersikap formal saat ada beberapa kariawan yang keluar karna mendengar keriuhan tadi. mereka terlihat berbisik menatap Natalia dengan pandangan beragam. sinis, jijik, dan begitu mengaggumi.


"Kembalilah bekerja!!"


"B..Baik. Tuan!"


Fagan yang menjadi peneduh membuat Natalia sedikit lega melangkah mengikuti Sam masuk ke dalam Perusahaan besar ini. dari awal masuk saja yang pertama dihujam penghakiman adalah Natalia karna mereka hanya tahu Qyaralah istri Sah dari Seorang Sam Austin.


"Aku tak menyangka wanita secantik dan seanggun itu adalah pelakor!"


"Hm. aku pikir dia wanita baik-baik."


Natalia hanya diam menelan semuanya mentah. memang resikonya dekat dengan seorang pria beristri akan seperti ini.


Lirikan mata tajam Sam tak berhenti menangkap suara-suara ketus itu sampai kepalan tangannya menguat sampai kedalam lift. rahang Sam mengetat terus memdengar bisikan tak ada sopan santun itu ditelinganya.


Sam menatap Fagan yang mengerti dengan itu semua tapi mereka hanya diam dan cukup tenang didalam benda kotak baja ini.


"Aku punya telinga. dan masih berfungsi, apa bisa untuk menuli?"


Gumam Natalia sedikit memberi senyum miris membaut Sam diam dibongkem perasaan sesak. tapi ia sadar, ia tak bisa melepas Natalia yang telah membuat dirinya sampai semabuk ini.


"Percayalah pada kebenaranmu sendiri."


"Hm. kebenarannya memang iya. kan?"


"Kau..."


Lift langsung terbuka menjeda ucapan Sam yang kembali bersikap normal. namun, sesosok wanita diukung sana membuat Natalia tersenyum penuh arti dan tahu diri.


"Dimana tempatku?"


"Nona. anda harus ke.."


"Tuan!"


Fagan terkejut saat Sam menggenggam tangan lentik Natalia dengan gamlang dihadapan Qyara yang tengah mematung diujung sana.


"S..Sayang!"


Sam hanya setia dengan wajah datarnya. bahkan ia menarik pinggang ramping Natalia mendekat sampai keduanya kembali melangkah tanpa jarak.


"Sam!!!!"


"Hm."


Qyara melangkah cepat kearah mereka dengan wajah cantik yang kembali meradang. bahkan, pandangannya seakan menelan Natalia yang hanya diam tak menunduk tapi cukup kaku dengan sikap Sam padanya. apalagi Pengawal Hendry terus menghalangi langkahnya.


"Apa -apa'an ini. Sayang?"

__ADS_1


"Menurutmu!"


Natalia tercekat saat Sam semakin membelit pinggangnya erat dan mesra membakar habis Qyara yang sudah menyala-nyala ditempatnya.


"Tidak! kau ...kau bercandakan. Sayang? kau hanya ingin aku bersamamu. kan?"


"Aku tak perduli!"


Jawab Sam dingin ingin melangkah menuju ruangannya tapi Qyara sudah menghalang bahkan ia terlihat begitu memelas dengan pandangan lemah yang selalu dihadirkan untuk merayu Sam.


"Sayang! aku tahu aku salah. aku akan pulang dan mengurusmu bersama Alfin, aku akan membagi waktuku bersama kalian."


"Benarkah? untuk apa? Alfin tak butuh sosok ibu seperti KAU!"


"Sam!!!"


Teriak Qyara saat Sam sudah melewatinya masuk kedalam ruang kerjanya dengan Natalia yang masih bingung harus apa.


"Sam!!! aku..aku berjanji. Sayang! aku akan pulang. aku akan menjadi istrimu satu-satunya!!!"


Teriakan Qyara tak ada sahutan dari Sam yang tengah berdiri didepan Natalia yang juga ikut merasa bimbang. kenapa Sam yang begitu mencintai Qyara sampai mengacuhkan wanita itu?


"Kau tak kasihan padanya?"


"Diamlah!"


Malas Sam melangkah menuju meja kerjanya dengan Natalia yang masih mau mendengar jawaban Sam bagaimana.


"Biasanya kau langsung membentakku kalau berurusan dengan Istrimu itu."


"Kau bisa diam?"


Geram Sam pada Natalia yang hanya menjawab dengan wajah malas. ntahlah terkadang Natalia punya keberanian ganda untuk melawan pria ini.


"Kau mau kemana?" tanya Sam saat Natalia ingin keluar.


"Bekerja. hari ini aku ada jadwal syuting iklan, bukan?"


"Hm. bekerja yang rajin!" Sam menyelipkan nada santai.


"Cih.. nanti aku pulang sendiri. jangan menjemputku!"


"Terserah padaku!"


Natalia hanya mendegus memeriksa apa yang dikirim Gamali padanya. itu adalah sebuah naskah singkat yang akan jadi selogannya hari ini. mau tak mau Natalia harus mencobanya, lagi pula ia yak mau jadi wanita kampungan lagi.


Dreett...


Ponsel Sam berbunyi hingga mengalihkan pandangannya pada Natalia yang tengah menghafal dialognya. wanita itu tampak fokus bersandar ke pintu yang masih meredam suara teriakan Qyara.


Nama yang tertera disana adalah Momynya. tentu Sam tahu apa yang akan dibicarakan wanita ini.


"Hm."


"Sam! apa yang kau lakukan. ha? wanita kumu itu membuat citramu tercoreng!!!"


"Lalu?"


Sam santai menegguk segelas air putih dimejanya tanpa mengalihkan pandangan dari sosok cantik yang tengah fokus itu.


"Kau jangan main-main. Sam! bagaimana dengan Qyara? keluarganya sudah menelfon Momy. mereka marah padamu."


"Aku ingin mengembalikan Putrinya!"


Deggg....


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2