Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Sialan Kalian Semua!


__ADS_3

Wajah proporsional itu begitu menjadi bidikan autentik lensa kemera Fotografer Answar yang sangat suka dengan bentuk wajah ayu Model kali ini. ia terus menginterupsi agar mempertahankan ekspresi wajah cantik yang telah dirias dengan sangat pas dengan postur wajah dan auranya.


Natalia tengah duduk diatas kursi dengan memegang Lipstik Merek Lions King dari Perusahaan Bilions. bibir Natalia tampak merah menyala menyatu dengan make-up Bold yang membuat wajahnya semakin dipertajam dengan mata indah yang dibuat menonjol. rambutnya dibuat keriting hingga membuat tampilan yang lebih menantang.


"Buka sedikit bibirnya dan angkat dagu yang pas!"


Natalia mengikutinya dengan baik bahkan para Kru yang melihatnya benar-benar ingin mencoba bibir mungil berisi itu. terlihat sensual dan sangat memancarkan pesonanya.


Manajer Gali yang melihat Natalia pun hanya bisa diam dengan wajah tak lepas darinya. ia mengacuhkan Sasya yang merupakan Model untuk produk yang cat rambut, ia sangat asik begitu juga para staf yang ikut singgah diruangan pemotretan yang luas terhubung langsung dengan dinding kaca yang menjadi Background kali ini.


"Apa sudah?"


"Satu lagi. Nona Natalia!"


Fotografer Answar lagi-lagi menjipratkan kameranya dengan bersemangat. ia termasuk orang yang sulit menemukan porsi wajah untuk lensa kameranya tapi saat melihat Natalia ia tahu wajah wanita ini bisa dibuat berbagai karakter.


"Cut!!! ok. selesai!"


"Syukurlah!"


Natalia langsung lega menghela nafas tenang saat para Kru puas akan pemotretan kali ini. Asisten Rena mendekati Natalia yang memberi senyum hangatnya dengan ringan.


"Nona. mari ikut saya!"


"Em. apa tak ada lagi?"


Tanya Natalia seraya berdiri tak begitu menghiraukan para Model lain yang membisikannya dengan wajah sinis. terutama Talita yang juga hadir karna ia sebagai cadangan membuka gosip diujung sana.


"Ini sudah malam. Nona! anda bisa istirahat, kalau ada apa-apa anda bisa menghubungi saya."


"Iya. terimakasih!"


"Sama-sama. Nona!"


Jawab Asisten Rena mengiring Natalia keruang ganti. ada satu wanita dengan kulit sawo matang dan rambut ikal seperti orang bagian timur tapi ia tak ingin menyapanya karna ia tahu disini tak ada yang bisa ia percaya.


"Hay. Model baru!"


"Hay!"


Natalia menyapa seadanya lalu masuk kedalam ruangannya yang bersebelahan dengan ruangan ganti para Model lain. ia duduk didepan meja rias dengan para Make-up artis yang membersihkan wajahnya.


Ia melihat ponselnya dimana sudah jam 7 malam. ia harus pulang cepat karna Papanya belum makan, apalagi urusan di Kediaman masih belum selesai.


"Apa bisa cepat?"


"Nona. anda.."


"Emm... ini tak apa. aku bisa meluruskannya di rumah! aku mau ganti baju."


Natalia tergesa-gesa kekamar samping menyambar kembali pakaiannya yang tadi ia kenakan. panggilan beruntun tertera dilayar ponselnya dan itu dari Alfin.


"Hallo. Sayang!"


"Bunda! Alfin ada didepan Loby!"


"Iya. Bunda keluar sebentar lagi! jangan kemana-mana dulu."


"Baik. Bunda! daah!"


"Daah! Sayang!"


Natalia mematikan sambungannya hingga dengan cepat memakai jeans dan kemejanya lagi, tak lupa ia memakai Heels yang juga tadi ia pakai.


"Nona!"


"Rena! tak usah mengantarku. ada jemputan didepan."


"Baik!"


Asisten Rena hanya mengangguk membiarkan Natalia keluar dari ruangan ini dengan tatapan semua orang yang kembali menghunus dirinya. ia hanya sesekali menjawab sapaan lalu tergesa-gesa keluar dengan Talita yang memanfaatkan keadaan membuntuti Natalia.


"Kenapa bisa semalam ini. aku kira hanya sebentar."


Gumam Natalia yang berlari kecil menuruni tangga. untung saja tempat pemotretan kali ini hanya ada dilantai dasar dan dekat dengan Gedung disebelahnya.


Disepanjang langkahnya. Natalia selalu menjadi objek perhatian mata semua orang, mereka terlihat menganggap Natalia sebagai benalu dirumah tangga Presdirnya.

__ADS_1


"Masuk kesini. pasti memberikan sesuatu!"


Langkah Natalia terhenti mendengar satu kalimat yang tak bisa ia terima. ternyata itu adalah seorang wanita berpenampilan mewah dan berkelas tengah menunggu Natalia didekat pintu keluar, pakaian yang sexsi menunjukan citra dewasanya


"Katakan sekali lagi!"


"Apa? kau tersingung. aku benarkan? kau hanya perusak hubungan temanku dan menjadi benalu dikehidupan orang lain!"


"Kau..."


"Bunda!!!"


Suara Alfin dari arah luar sana membuat Natalia meredam amarahnya. ia hanya menatap penuh ketegasan Megan yang merupakan teman akrab Qyara yang telah dendam dengan dirinya.


"Bilang saja kau TAK MAMPU!" ketus Natalia santai.


"Kauu!!"


Natalia sudah keluar melangkah menuju Loby tak menghiraukan Megan yang benar-benar naik darah. ia cukup terkejut kalau saingan Qyara kali ini wanita seperti itu, biasanya tak ada yang berani berurusan dengan wanita arogan seperti Qyara.


Terlihatlah Alfin yang berlari kearahnya hingga Natalia merengangkan kedua tangannya tersenyum hangat menyongsong kedatangan sang putra.


"Bunda!!!!"


"Sini. Sayang!"


Natalia berjongkok memeluk Alfin yang dengan erat mendekapnya seakan bocah ini benar-benar merindukan sosok Ibu yang telah seharian tak bertemu dengannya.


"Bunda. Bunda pulangkan?"


"Em. Bunda kembali ke Kediaman lama dulu. Sayang! tapi hanya melihat Papa Bunda."


"Alfin ikut!"


Natalia terdiam sejenak lalu menggendong Alfin yang mendekap lehernya penuh kelembutan. tatapan Natalia tertuju pada tubuh kekar seorang pria yang berdiri disamping Mobilnya menatap kearah dirinya dengan datar.


"Tunggulah di Kediaman Papamu. hm?"


"Bunda. mau ikut!"


"Tuan!"


"Apa tak bisa lama dari ini?!"


Pertanyaan yang begitu menghakimi Natalia yang hanya mendengus kecil mengecup puncak kepala Alfin yang sibuk dengan urusannya.


"Namanyakan bekerja. Tuan kalau bekerja juga sampai dinihari."


"PEMBANGKANG!" Tekan Sam.


"Tuanmm!"


Natalia ingin menghindar tapi bibirnya sudah dibekap Sam yang menghapus lipstik tebal ini. ia tak suka para pengawal disekitar mereka terlihat gagal fokus hanya karna bibir ini.


"Alfin mau ikut aku!"


"Hm."


Sam menarik pinggang Natalia untuk masuk kedalam mobil dikursi bagian depan karna malam ini Sam yang ingin menyetir untuk pertama kalinya membawa Mobil tanpa supir saat sudah menikah.


"Bunda. usir dia!"


"Diamlah!" malas Sam melajukan Mobilnya stabil keluar dari Gerbang dengan para Pengawal yang jauh membuntuti dibelakang sana. Sam tak ingin Natalia merasa tak nyaman dengan penjagaan seketat itu karna dia berbeda dengan Qyara yang selalu minta diberi pengawalan.


"Bunda!"


"Hm? ada apa?"


"Bunda semakin hari semakin cantik. pasti tadi banyak yang menggoda. Bunda, ya?"


Tatapan Sam langsung menghunus Natalia yang menegguk ludahnya kasar. pria ini sangat aneh? kenapa tiba-tiba begitu sangat mengekangnya?


"Kau bicarapa apa. hm? tak ada. jangan melantur!"


"Aku serius. Bunda mau kan hadir di acara Lomba Puisiku nanti?"


Natalia terdiam melihat mata penuh binar Alfin yang begitu berharap banyak. sebenarnya Natalia merasa sangat salah berada diposisi ini karna bagaimanapun Qyara adalah ibu kandung Alfin.

__ADS_1


"Bunda! Bunda maukan?"


"A.. itu.. bagaimana dengan M.."


"Pergilah!"


Sambar Sam yang masih fokus menyetir. ia tahu kegundahan hati Natalia tentang posisi Qyara disini, mau bagaimanapun kenyataan memang tak bisa diubah. Natalia memang bukan Ibu kandung Putranya.


Melihat Natalia yang diam. mata Alfin mulai berkaca-kaca terlihat sangat sedih dan terluka, semangatnya untuk ikut Lomba itu hilang kalau wanita ini tak datang.


"Aku tak mau ikut Lomba kalau Bunda tak pergi!"


"Hey! siapa bilang Bunda tak pergi?"


"Tapi.. tapi Bunda diam! Bunda tak mau jadi Bunda Alfin, Ya?"


Sudut bibir Sam terangkat pelan dan samar. bocah ini sangat pandai bermain drama dihadapan semua orang, termasuk membujuk Natalia yang sangat tulus padanya.


"Bukan begitu. jangan bicara yang tidak-tidak! Bunda mau pergi menemani Alfin kemanapun. hm?"


Alfin berbinar cerah mengecup lama pipi Natalia dengan lirikan mata jailnya pada Sam yang mulai memanas. enak sekali bocah ini selalu bisa melakukan apapun pada Istrinya?


"Janji. Bunda!"


"Janji. Sayang! sudahlah, yang penting Alfin harus tampil sesuai kemampuan Alfin. jangan terlalu memaksakan. hm?"


"Siap. Bunda!"


Natalia terkekeh pelan mengusap kepala mungil ini. ia terlihat sangat menyayangi Alfin yang tahu mana yang tulus dan tidak mendekatinya. seperti Megan tadi, wanita itu pasti juga menginginkan Papanya tapi hanya memasang tameng sahabat wanita liar itu.


Lama mereka diam dengan pikirannya masing-masing. Alfin-pun lebih asik bermain game diponselnya seraya dipangku Natalia, Game aneh yang tak dimengerti siapapun. dimana Game seperti perternakan sapi tapi ada pola-pola tersendiri didalamnya.


"Tuan!"


"Hm?"


"Tuan sudah makan?"


Pertanyaan yang selalu diucapkan membuat Sam merasa sangat diperhatikan. ntahlah ia bisa saja berteriak hanya untuk suara lembut ini.


"Belum! dan kau?"


"Belum. kita makan di Kediamanku saja. a... tapi kalau Tuan sibukpun aku tak ma.."


"Aku ikut!"


Natalia tersenyum mendengarnya hingga keduanya hanya saling melempar lengkungan manis itu sampai Alfin hanya pura-pura acuh. seringkali Sam terlihat melihat wajah Natalia dari kaca spion mobil dan tak hayal tatapan keduanya sering bertemu tapi segera diputus dengan senyuman yang mengelak keluar jendela.


Namun. mata tajam Sam menangkap gelagat aneh dari Mobil yang ada dihadapannya yang melawan arus jalan dengan berkendara tak sesuai kecepatan normal dijalan Tol.


"Ada apa?"


"Mau mendengarkan. musik?"


Tawar Sam mengeluarkan Earphone yang tersambung didalam ponselnya. satu tangannya memeggang kemudi dan satunya lagi memasangkan benda itu ketelinga Natalia yang bingung.


"Ada apa? Tuan!"


"Pakailah. perjalanan agak lama. kau pasti lelah!"


Sam menarik tubuh Natalia mendekat hingga dengan pelan sedikit memundurkan kursi Mobil agar kaki jenjang ini nyaman. ia tetap tenang tapi Alfin juga bisa merasakan ada bahaya disekitar jalan yang penuh kendaraan dan lampu jalan ini.


"Tidurlah. kalau sudah sampai akan ku bangunkan."


"Baiklah! hati-hati. Tuan!"


Sam mengangguk masih memelankan laju Mobilnya seakan tak tahu apapun. ia mengisyaratkan Alfin untuk memeluk Natalia erat karna mungkin kali ini akan sedikit bermain dijalanan.


"Tidur yang nyenyak!"


Gumam Sam mempersiapkan jalur yang ia lalui tanpa sedikipun memberi peluang bagi Mobil didepan sana untuk menabrak kebelakang. ada 3 Mobil yang mencurigakan baru datang dari arah belakangnya dengan pengawal yang memecah entah kemana.


"Sialan kalian semua!"


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2