
Hari ini adalah pertemuan besar bagi semua anggota Perusahaan di seluruh Negara. Wakil dan pimpinan masing-masing perusahaan hadir untuk mempererat kerja sama dan membahas soal rencana membuat Lab besar untuk mempermudah kegiatan penyelidikan masing-masing Perusahaan.
Pertemuan kali ini diadakan di sebuah Gedung megah yang ada di Jerman. Orang-orang kulit putih berambut pirang itu begitu sibuk menyambut tamu-tamu penting dan mengiring mereka ke ruangan mewah milik ACP(Asians Company Pers) menjadi penyelenggara tahun ini.
"Silahkan Mr Borneon!"
"Mr Mike and Mrs Swenella!"
Mereka menyambut hormat mempersilahkan mereka masuk. Namun, Staf Mino terdiam saat melihat seorang pria yang selama ini jarang pergi ke pertemuan penting ini seketika datang dengan pandangan semua orang tertuju padanya.
"Selamat datang. Presdir!"
Ucap mereka menunduk dengan para Tamu yang lain ikut berdiri dan membungkuk. Tuan Besar Khang Meng juga hadir menatap senang Sam yang hanya mengangguk datar melangkah menuju kursinya.
"Presdir! lama tak terlihat." sapa Tuan Khang yang merupakan pria paruh baya bermata sipit pimpinan Perusahaan Yuchin.
"Banyak hal yang ku kerjakan."
"Ouh. benarkah? anda memang pria yang hebat. Perusahaan Bilions begitu maju bahkan sangat pesat."
Tuan Besar Khang penuh kagum tapi Sam tahu. Ia tak akan mudah dijunjung lalu dihempaskan begitu saja.
Melihat semuanya sudah hadir. Ketua Pant langsung memulai presentasinya didepan sana berhadapan langsung dengan penyokong ekonomi dunia ini.
Sedari tadi Mrs Swenella tak fokus karna ketampanan Sam membuat ia dan beberapa wanita disini gagal fokus. Beberapa Tuan muda yang melihat itu menggeleng karna sangat muak dengan popularitas Sam yang melejit.
"Saya berharap Presdir Sam dan Tuan Khang menjalin kerja sama erat dalam membangun Lab ini! karna bisa saja kan ada ancaman dari luar yang merubuhkan Bisnis kalian yang tengah berlangsung." Jelas ketua Pant lugas dan begitu tegas. Sam hanya mengangguk dengan semua rekan yang ikut mengiyakan.
"Apa anda sudah memilih penanggung jawab Lab ini?" tanya Fagan mewakili Sam yang tak mau banyak bicara.
"Sudah. Tuan! saya sudah memilih bahkan begitu yakin dengan pilihan saya."
Ucap Ketua Pant begitu percaya diri membuat mereka mulai berbincang berdiskusi soal ini. Mereka menunggu keputusan 3 lencana besar di ruangan itu dan terutama Sam yang akan sulit memberi izin.
"Bagaimana?Presdir!"
"Dimana penanggung jawabnya?" tanya Sam menyelidik.
"Maaf! saya terlambat!"
Sam terhenyak saat mendengar suara pria yang begitu terdengar ramah dan sangat bersahabat. Ia hanya diam tak menoleh sama sekali.
"Selamat Datang. Dokter Andra!"
Glek..
Sam menelan ludahnya berat dengan wajah berubah dingin. Kepalan tangannya menguat dengan Fagan yang berusaha untuk meredam amarah Tuannya agar tak berkobar disini.
Melihat raut wajah Sam berubah. Tuan Besar Khang mulai menyelidik. Kenapa tiba-tiba sedingin ini? sepertinya dia ada masalah dengan Dokter satu itu.
"Maaf, ada kendala di rumah sakit besar. Mr!" ucap Dokter Andra begitu fres dan penuh sesal. Tapi mereka tak masalah selagi semuanya lancar.
"Baiklah. Perkenalkan ini Dokter Andra dari Indonesia, perjalanan karirnya dari Dunia Kedokteran sangatlah cemerlang. saya yakin dia akan bisa memantau lencana kita."
__ADS_1
Ucap Ketua Pant tapi Dokter Andra tercekat saat bersitatap dengan netra elang Sam yang seakan mengoyaknya. Keringat dingin itu mulai keluar di kening Dokter Andra yang mulai memikirkan tentang Natalia.
"Dokter!"
"A.. Maaf, saya akan bekerja dengan baik." jawab Dokter Andra cepat meredam kegugupannya. Mereka semua mengangguk paham dengan Ketua Pant mempersilahkan Dokter Andra duduk berhadapan dengan Sam yang tak lekang menatap wajahnya kelam.
"Kenapa Presdir semakin mengerikan?"
Batin Dokter Andra tak mengerti. Ia berusaha tenang dikala Ketua Pant mempresentasikan rencana lanjutan dengan Sam yang tak melepas pandangan panas itu padanya. Melihat Tuan Khang yang memantau Sam segera mengendalikan dirinya kembali fokus seakan tak terjadi apapun.
"Baiklah! saya harap semuanya mengerti dan sekarang silahkan untuk memilih Desain di ruang sebelah yang kami siapkan."
"Baiklah!"
Mereka bergegas berdiri tapi tidak dengan Sam yang masih diam ditempatnya. Ia hanya mengangguk datar saat para Klien lain berpamitan untuk pindah keruangan sebelah.
"Mari. Presdir, Dokter!"
"Kau tinggal!"
Tegas Sam pada Dokter Andra membuat Ketua Pant bungkam menatap penuh tanya Dokter Andra yang mengangguk mengerti kembali duduk ditempatnya. Ia membiarkan Ketua Pant pamit pergi dengan Fagan yang menutup pintu ruangan luas elegan ini.
"Selamat Siang. Presdir!" sapa Dokter Andra menunduk mengeratkan Jas putih miliknya. Lidahnya ingin bertanya tentang sesuatu tapi tak begitu berani membahasnya.
Lama Sam memandang wajah lembut Dokter Andra yang sudah berubah. Ia kembali menjadi pria bijaksana seperti dulu hanya karna seseorang.
"Dimana Natalia?"
Keduanya tersentak saat pertanyaan itu keluar secara bersamaan. Fagan hanya diam karna inilah yang ia tunggu. Ia sengaja membuat Dokter Andra yang datang dan bukanlah perwakilannya.
"Dimana Natalia?" tanya Sam menyeringit dan mulai serius.
"S..Saya.."
"Kau apakan dia? ha?!!!"
Bentak Sam menggelegar menarik nafas berat Dokter Andra yang juga bingung. Kenapa Sam bertanya padanya dan jelas jika Natalia kemaren malam pergi kekediamannya?
"M..Maksud anda apa?"
"Dimana NATALIA?" Tekan Sam lagi membuat Dokter Andra berdiri dengan wajah panik.
"Bukankah malam itu dia pergi menemui anda?"
"Kau jangan main-main denganku!!!"
"Tuan!"
Fagan menahan bahu Sam yang mulai terpancing emosi melihat raut linglung Dokter Andra yang juga tak mengerti. Keduanya sama-sama memiliki duggaan sendiri.
"Saya bersumpah. selama ini Natalia tak bersama saya!"
Duarrr...
__ADS_1
Seketika Sam terkejut dengan ucapan Dokter Andra yang seakan mencekik lehernya. Ia tertegun kosong dengan wajah tak percaya.
"Kau.."
"Saya serius! malam itu dia pergi, dan.."
Dokter Andra diam sejenak kembali membayang tentang surat yang ditulis wanita itu. Tapi ia kira Natalia akan kembali pada Sam.
"Dan mengucapkan selamat tinggal!"
Brakk...
Sam menendang meja didepannya membuat Dokter Andra terkejut bahkan mulai memucat. Fagan pun tak bisa berkutik saat Sam sufah berdiri menatap Dokter Andra membunuh.
"KAU JANGAN BERCANDA!!!"
"Aku tak bercanda!! Natalia memang tak bersamaku!!"
Jawab Dokter Andra lantang membuat wajah Sam pucat pasih. Ia menatap kesembarang arah sengan wajah benar-benar takut dan khawatir.
"Malam itu dia tahu segalanya! aku..aku tak bisa menghentikannya pergi dan aku kira dia bersamamu."
"D..Dia.."
Sam terduduk dikursinya merasa terbongkem. Selama ini ia kira Natalia bersama Dokter Andra dan sudah bahagia. Tapi nyatanya...
"Lalu dia kemana? malam itu dia hanya sendirian."
"A..Apa.. apa dia mengatakan sesuatu?"
Tanya Sam dengan wajah khawatir bahkan begitu panik membayangkan bagaimana keadaan wanita itu sekarang. Ini sudah berbulan-bulan dan ia tak tahu apapun dan begitu egois.
"Malam itu dia pingsan!"
degg..
Sam terhenyak bahkan tubuhnya bergetar mendengar ucapan Dokter Andra yang mulai ikut khawatir.
"Hidungnya berdarah dan tubuhnya lemas. aku takut dia .."
"T..Tidak d..dia pasti..pasti selamat."
Gumam Sam langsung bergegas keluar dengan mata merah dan jantung berdebar. Bagaimana kalau Natalia dalam bahaya? bagaimana kalau wanita itu tengah terluka atau sudah ti..
"Kirim pasukan ke Tempat pertama dia menghilang!"
"Baik!"
....
Vote and Like Sayang..
Maaf yak. Author lagi ujian sekolah jadi harap maklum updetnya kagak nentu🥰.. author baru sempet liat koment kalian tadi pagi dan ternyata author sedikit kecewa dengan sebagian yg ngatain bertahun-tahun dan dicepatkan tamat aja karna terlalu berbelit.
__ADS_1
Author memang kagak niat buat bertahun-tahun. Cuman kalian aja yang terlalu pesimis sampai membuat alur sendiri di kolom komentar lalu bilang ini ono.. tapi kagak gitu kok. Author buat kek gini karna rencananya mau buat kisah tentang Daychi biar kalian paham dulu gimana orangnya tapi sepertinya kalian tak sabaran ya say🤣 sok lah author sangat berterimakasih sudah mengerti karna author yakin dan selalu memantau pembaca setia author yang selalu dukung sampai manapun🥰 sesuai permintaan kalian ntar author tamatin.makasih ya sarannya semoga cerita Natalia dalam beberapa hari ini bisa end doain moga author punya waktu buat nulis cepet.. Umuahh Love Readers 🤭