
Tatapan bergairah dengan hasrat menyala itu langsung menghunus sesosok wanita yang berjalan sempoyongan dengan tubuh yang terus ia kipas kearah pancuran air yang terlihat begitu segar ditatapan netra elangnya.
Sedari tadi ia selalu mengikuti Natalia yang seperti ikan kehabisan air yang merah meradang dengan tubuh lemah mengigil. wanita itu begitu tergesa-gesa untuk bersembunyi darinya
"P..Panas!"
Lirih Natalia terus mengibas wajahnya dengan tangan tak perduli lagi ia tengah dimana. halaman taman belakang yang luas dipenuhi lampu pijar itu menjadi saksi bisu Natalia yang hampir ingin membuka seluruh pakaiannya. untung ia hanya membuka mantelnya itupun tubuh indahnya terlihat menggiurkan.
"Panaass!!!"
"Panas?"
Natalia terkejut mendengar suara itu hingga ia langsung menoleh kebelakang dengan mata sayu ketakutan melihat sesosok pria paruh baya yang sedari tadi mengejarnya dengan pandangan nakal.
"K..Kau.."
"Ayolah. aku tahu apa yang kau butuhkan."
Gumam Tuan Mahmanda melangkah pelan mendekati Natalia yang memucat menutupi dadanya dengan kedua tangan seraya melangkah sempoyongan untuk mundur kearah pancuran air.
"K..Kau ..kau mau apa?"
Tanya Natalia dengan lirihan lemah terdengar seperti suara kenikmatan di telinga Tuan Mahmanda yang sudah sangat menginginkan Natalia. wajah merah meradang wanita ini serta tatapan tunduk mendambakan sesuatu itu membuat jiwa kelelakiannya meruak bersiaga.
"Kemarilah. jangan takut!"
"P..Pergi!!!! J..Jangan dekati aku!!!"
Natalia yang begitu sulit mengendalikan dirinya segera berlari tapi sayangnya Tuan Mahmanda juga ikut berlari ingin menarik lengannya namun Natalia mengelak sampai tersungkur ke lantai dibawahnya.
Seringaian licik Tuan Mahmanda meningkat melihat Natalia terkapar tak berdaya diatas sana bak Ikan betina yang membutuhkan nafas buatan. dada Natalia naik turun menahan gebuan hasrat yang melambung tinggi tapi ia tak tahu kenapa bisa begini?
"J..Jangan."
"Aku bisa membantumu."
Natalia terus menekuk tubuhnya menutupi bagian yang terbuka walau ia beberapa kali menggelinjang merasakan kulit yang sensitif, benar-benar panas tak bisa diredam dengan apapun.
Langkah pria itu semakin mendekat membuat Natalia seakan ingin mati. ia sama sekali tak mau disentuh siapapun apalagi pria tua bau tanah dan mata keranjang ini.
"Berbagilah malam denganku!"
"J...Jangan!!!"
Teriak Natalia saat Tuan Mahmanda sudah dengan cepat mengungkungnya. kedua tangan Natalia memberontak memukul wajah bergairah Tuan Mahmanda yang juga sulit untuk menyentuh Natalia yang terus menerjangkan kedua kaki jenjangnya.
"Lepas!!!!"
"DIAM!!!"
"Saaaaam hiks!!!!"
Teriak Natalia dengan isakan takut karna ia tak mampu lagi menahan tubuh Tuan Mahmanda yang ingin menarik Gaunnya.
"Percuma kau berteriak. tak akan ada yang..."
Bughhh....
Satu pukulan telak yang sangat keras membuat tubuh Tuan Mahmanda langsung terlempar cukup jauh dari tubuh Natalia yang langsung mengigil diterpa angin.
Mata Natalia begitu sayu dan lemah menatap seorang pria yang sudah berdiri membawa tatapan membunuh yang begitu membara membakar setiap apa yang ditelan netra elangnya.
Kepalan tangan Sam menguat melihat keadaan Natalia yang tak bisa dikatakan baik hingga rasa panas didadanya membeludak dengan wajah mengeras kelam.
"Kauu!!!"
Tuan Mahmanda terkejut saat melihat siapa yang baru saja memberinya bongkeman panas sampai meremukan rahangnya dengan wajah bonyok yang na'as. wajahnya seketika memucat dengan darah dihidung yang mengalir kental.
"P..Presdir!"
Gumamnya gemetar mencoba berdiri dengan Sam yang mendekat seakan mencabik tubuhnya dengan sangat emosi.
"P..Prsdir. sa...saya.."
Lagi-lagi Sam melayangkan kepalan keras tangannya kearah wajah Pria tua itu seakan menjadi kilat terus memukul sampai para Pengawal yang melihat dari sekitar pun hanya diam membiarkan Tuannya meluapkan emosi itu.
"SIALAN!!!!"
__ADS_1
Sam menghantamkan wajah pria itu kedekat keramik Taman hingga darah itu muncrat kekemejanya, Namun. Sam sudah kehilangan kendali terus melayangkan pukulan keras yang mematahkan tulang-tulang Tuan Mahmanda yang sudah tergorok tak berdaya dengan wajah nyaris rata terus digesekan. kelantai kasar dibawahnya.
"P..Presdir!"
Gumam Tuan Mahmanda yang sayu-sayu menatap kearah Sam yang sudah menggenggam satu ranting kayu yang kecil seraya melangkah mendekati tubuhnya.
"Kau melihatnya."
Suara dingin yang sangat mengerikan membuat Tuan Mahmanda mencoba mencari pertolongan berusaha lari tapi Sam dengan cepat menarik tengkuknya dengan tangan yang langsung menusukan ranting itu kemata kotor pria tua ini.
"P..Presdiiiir!!!!"
Jeritan keras memecah malam dengan wajah yang penuh akan cairan merah amis yang membuat Tuan Mahmanda tergorok tak berdaya bahkan rintihan kesakitannya begitu mengiris keberanian.
"Matamu yang melihatnya. dan tanganmu.."
"Aaass!!!"
Sam menginjak tangan bajjngan ini dengan keras menguarkan suara retakan membuat Fagan menoleh kearah lain tak mau melihat aksi nyata pria ini.
"Juga harus di MUSNAHKAN."
Geram Sam kembali ingin meremukkan tubuh pria ini tapi suara kemayu air dibelakangnya menyita perhatian Sam yang mulai sadar melihat Natalia yang menceburkan diri kedalam kolam air pancur.
"P..Panass!!"
Gumam Natalia merendam tubuhnya di air dingin sana tapi masih belum reda. bahkan rasanya darah ini mendidih dengan bagian inti yang berdenyut seakan meminta sesuatu.
Sam langsung mendekati Kolam dengan para Pengawal yang mengurus Bandot yang sudah diambang kematian ini.
"Panas hiks!"
"Nona."
Lirih Fagan merasa kasihan melihat Natalia terus membenamkan tubuhnya kedalam sana dengan wajah merah yang memendam hasrat tinggi. tentu ia tahu bagaimana tersiksanya seperti itu karna ia sempat merasakannya.
Natalia menekan pahanya kuat meredam rasa aneh itu. ia menyembunyikan wajahnya dikedua tekukan lutut dengan rintikan air yang terus membasahi tubuhnya.
"Hey!"
Natalia tak mau menatap siapapun karna setiap melihat laki-laki. rasanya ia sangat sulit mengendalikan dirinya, ia ingin disentuh, dicumbu selayaknya wanita murahan.
"Sudahlah. ayo kesini!"
"T..Tinggalkan a..aku .aku sendiri."
Lirih Natalia mencengkram lengannya sampai memerah membuat Sam sudah tak tahan lagi melihat itu semua. dengan cepat masuk kedalam air dengan Natalia yang terkejut.
"K...Kau.."
"Berhenti menyiksa dirimu sendiri."
Ucap Sam berjongkok dihadapan Natalia yang tampak masih enggan memandangnya dengan cengkraman menguat kelengannya sendiri.
"A..Aku...Aku..."
Sam dengan pelan menarik lengan Natalia yang dibuat mengigil dipelukan hangatnya bahkan Sam merasakan tubuh wanita ini meneggang dan sangat sensitif.
"S...Sam."
"Tak apa. hm?"
Sam mengelus kepala Natalia lembut dengan cengkraman Natalia beralih ke punggung kekar Sam yang melepas Tuxedonya dan membalutkan benda itu ke tubuh Natalia yang terbuka dan tercetak jelas dengan indah.
"S..Sam." lirih Natalia serak dengan nafas memburu menatap leher kokoh ini dengan bergairah.
Sam hanya diam menggendong Natalia keluar dari kolam dengan Fagan yang sudah menyiapkan Mobil didekat jalan belakang memudahkan segalanya.
"Silahkan. Tuan!"
Sam masuk ke Mobil bersama Natalia yang masih ia pangku didalam benda baja mewah ini. Fagan terburu-buru masuk ke Mobil mulai melajukan kendaraannya agak cepat menuju Gerbang belakang.
Didalam Mobil Natalia mulai bergerak erotis mengendus leher Sam yang dengan tenang menahan tangan lentik mengigil ini bergerak liar ditubuhnya.
"S...Sam."
"Tahanlah sebentar."
__ADS_1
Ucap Sam mengeluarkan Ponselnya dari saku celana yang basah. ia memberi pesan pada Dokter Grely agar segera ke Kediaman karna ia tak mungkin menjadi bajingan dengan memanfaatkan keadaan Natalia yang seperti ini.
"S..Sam."
"Hm?" tatapan Sam begitu lemah melihat pandangan sayu dan mendamba Natalia padanya.
"Aku...Aku mau menciummu!"
"Kau i..."
Natalia sudah menyambar bibir Sam dengan sangat berhasrat sampai Fagan yang ada didepan sana hanya diam menulikan telinganya mendengar suara decapan ganas itu.
Sam dengan senang hati melayani pergumulan lidah ini tapi ia khawatir Natalia akan marah padanya kalau ia melakukannya sekarang.
"Sammm!"
Geraman Natalia begitu lihai bermain cumbuan sampai Sam yang tadi tak mau begitu panas sampai tak bisa bertahan membalas tak kalah lebih bergelut. walau masih agak kaku tapi inilah yang memantik api didalam tubuh Sam yang tak bisa diam membiarkan Natalia membelai tubuhnya.
"Kauumm!!!"
Sam terkejut menendang kursi dihadapannya membuat tirai pembatas itu turun dengan Gaun Natalia yang juga ikut luruh karna wanita ini melepas ikatan dilehernya.
"T..Tuan." Fagan yang tercekat masih berusaha fokus mengemudi walau keringat dingin dikeningnya mulai luruh.
Sementara Sam dibelakang sana dibuat kelimpungan saat Natalia sudah tak bisa membendung gebuan hasrat ditubuhnya sampai membuka Gaunnya begitu lancang tak ada lagi rasa malunya.
"K..Kuman."
"S..Sam!"
Lirih Natalia yang sudah menggeliat erotis membuat nafas Sam mulai tak beraturan. ia adalah pria normal dan tentu akan merespon melihat pemandangan indah yang begitu didambakan setiap mata jantan lelaki.
"P..Pakai kembali."
"Sam Panas!!!"
Gumam Natalia ingin membuka bagian segitiga dibawah sana tapi Sam langsung mencegatnya dengan wajah memucat tak mau lepas kendali.
"A..Aku..Aku tak mau kau menyesal."
"S..Sam. ini..ini panas! aku...aku harus apa?"
Sam kaku ditempat saat Natalia yang sudah polos hanya dibaluti daleman hitam itu saja membuatnya panas dingin. apa yang harus ia lakukan sekarang? ia juga mulai tak tahan.
"Sebentar lagi. kita akan sampai."
Ucapan Sam membuat Natalia mematung diam dengan nafas memburu dan tatapan kecewa. pikiran Natalia mulai tertuju pada Qyara hingga ia sadar akan apa yang ia lakukan ini.
"M..Maaf!"
Natalia perlahan turun dari pangkuan Sam yang diam seakan masih dicegat nafasnya sendiri melihat Natalia menjaga jarak dengannya seraya tubuh merapat kepintu mobil.
"K..Kau.."
Natalia hanya diam menyembunyikan wajahnya dikedua lutut yang ditekuk. Sam semakin merasa sulit untuk bertindak.
"A..Andra."
Lirih Natalia yang hanya terfikir pria itu. ia mengangkat wajahnya menatap Sam yang masih belum mendengar nama itu.
"A..Andra dia ..dia bisa membantuku karna..karna dia dok..."
Sam yang dilanda keggeraman langsung meraup kembali bibir Natalia yang cukup terkejut tapi ia sudah lemah. tak bisa lagi berbuat apapun. ia pasrah dibawa kembali dalam kungkungan Sam yang mendorong kursi Mobil agar rata dengan satu tangan mencari Ponselnya.
"Ehmm."
"JAGA MULUTMU."
Geram Sam melepas tautannya seraya memberi pesan pada Fagan untuk pergi ke Penginapan yang ada didekat sini.
"S..Sam!"
"Setelah ini. jangan menyalahkanku mengambilnya, aku tak memaksamu."
Natalia mengangguk tak lagi tahu apa yang akan terjadi kedepannya. yang jelas ia ingin meredakan panas yang bergejolak didalam tubuhnya ini.
.......
__ADS_1
Vote and Like Sayang..
Weeh.. tunggu duluš¤£