Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Tak akan bisa memiliki!


__ADS_3

Sinaran mentari diluar sana langsung menerobos disela fentilasi kamar yang tampak sudah sunyi dengan keheningan yang nyata. serakan pakaian dilantai keramik dingin itu tergorok membisu setelah menjadi saksi kaku bagi sepasang pasutri yang semalaman berbagi kehangatan dan bercampur keringat memporak-porandakan kamar ini.


Keduanya terlelap nyenyak dengan saling memeluk bak sepasang insan pecinta yang kasmaran. tubuh polos yang dibaluti satu selimut putih yang tampak sudah kusut dan berantakan.


Perlahan pelupuk netra cantik wanita itu mengkerut saat merasakan silaunya cahaya mentari. ia menggeliat kecil membuat pria yang tengah memeluknya itu semakin mengeratkan dekapan sampai wajah bantal wanita itu terbenam ke belahan dada bidangnya yang tampak merah penuh cakaran.


"Emm. Alfin!" Gumam Natalia yang masih belum sadar kalau yang tengah ia peluk dan memeluknya itu adalah Sam si Pria Tua menjengkelkan yang semalam tak mau lepas darinya.


Tangan Natalia perlahan meraba apa yang tengah ia peggang hingga dahinya menyeringit merasakan perut berkotak keras dan postur tubuh yang besar dari Alfin.


"Alfin. kau sudah besar, hm?"


Natalia mengecup dada bidang Sam yang bertambah mengeratkan pelukan karna tangan lentik Natalia sudah meraba sampai kebawah sana. dahi Natalia semakin menyeringit saat merasakan sesuatu yang terasa kenyal dan dua benda bulat yang bertaut dengan satu benda keras yang membuat Natalia langsung terbangun.


Matanya terbelalak melihat kebawah dimana ia tengah memeggang senjata perkasa yang sudah hidup karna elusan tangannya.


"Aaaaa!!!!"


Bughh...


Natalia refleks menendang paha Sam yang seketika terperanjat bangun terjerumus ke bawah sana dengan kesadaran yang seketika naik ke permukaan.


"Kauu!!!"


"K..Kau ..a..apa.."


Natalia menatap Sam dengan gugup bahkan wajahnya sudah memucat melihat leher pria itu penuh dengan bekas merah dan cakaran. wajah bantal Sam tampak sexsi dan menggemaskan tapi pria itu benar-benar kesal melihat respon Natalia yang selalu begini.


"Apa kau bisa tak menendangku . ha?" geram Sam melotot tajam.


"K...Kau...kau...itu..kau apakan aku?"


Seketika Sam membuang nafas panjang melihat exspresi wajah Natalia yang seakan baru saja dilecehkan. sudah jelas semalam siapa yang mendesak dan terus merengek untuk dilayani.


Natalia tampak sangat pucat saat melihat kearah dadanya yang dipenuhi bekas ciuman Sam termasuk ada bekas darah yang kering didekat paha dalamnya yang terasa sangat nyeri.


"T .Tuan.."


"Berhentilah berfikiran negatif."


Sam kembali mendudukan diri didekat Natalia yang tampak menutupi tubuhnya dengan selimut. wanita itu enggan menatap Sam yang tanpa malu duduk selonjoran bersandar kekepala ranjang dengan tubuh polos yang sangat sexsi, senjata perangnya tampak sudah tegak perkasa membuat Natalia malu.


"Kenapa T..Tuan lakukan ini?"


Seketika mata Sam melebar langsung menarik lengan Natalia hingga terjatuh keatas dadanya. mata keduanya tertangkap sigap dengan selimut yang tak lagi menutupi bagian atas wanita itu.


"Kau lihat ini!.. ini .. dan.. ini."

__ADS_1


Sam menunjukan leher, dada dan bahunya yang dipenuhi cakaran serta bekas gigitan merah. sudut bibir Sam juga tampak bengkak akibat gigitan Natalia semalam.


"Setelah melayanimu semalaman, tak mau lepas dariku bahkan kau membangunkan ku dinihari sebelum fajar tadi. dan kau menyalahkan ku?"


Cerocos Sam memang benar adanya. saat masih membayang fajar tadi Natalia masih belum mau lepas hingga Sam dengan senang hati kembali berkuda. tapi, Natalia seakan menjadi korban disini.


Mendengar penjelasan Sam beserta bukti yang ditunjukan, seketika Natalia terdiam kembali ingat kalau semalam ia sangat aneh bahkan ia hampir saja ingin dilecehkan Bandot tua itu.


"A..Apa aku menyakitimu?" tanya Natalia merasa bersalah.


Lama Sam menatap wajah sendu Natalia yang memeriksa bekas kismark dileher dan dadanya. tanpa sadar sudut bibir Sam terangkat melihat kepolosan istri mudanya ini.


"Kau sangat jahat!"


"A..Apa?" Natalia terkejut.


"Hm. kau mencabuliku semalaman, kau pikir aku tak lelah melakukan apa yang kau perintahkan."


Keluh Sam membenamkan wajahnya kebelahan dada empuk nan sekang ini memanfaatkan keluguan Natalia yang memang tak pernah tahu soal berhubungan badan.


"Ma..Maaf. aku ..aku membuatmu lelah."


"Hm. bahkan tubuhku sakit semalaman karna kau. Kuman!"


Natalia tanpa sadar memperlakukan Sam selayaknya Alfin dengan mengelus kepala pria ini yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sam menyeringai mengendus aroma fronom selesai bercinta keduanya dari belahan benda empuk ini, aroma tubuh Natalia sangat harum bercampur keringat dengannya.


"Sini!"


Sam meletakan tangan Natalia ke punggungnya yang dipenuhi cakaran hingga Natalia benar-benar iba. rasa kesalnya akan duggaan tadi berganti dengan kesenduan atas apa yang ia lakukan pada pria ini.


"Maaf. kenapa kau tak menolaknya saja? kau tak akan begini."


"Aku tak bisa. kau sudah menyebut nama pria itu, sangat menyebalkan."


Umpat Sam menyesap kembali Dot pabrik yang Natalia miliki. ia sudah menjadi Bayi besar yang sangat candu akan semua ini, walau agak nyeri Natalia hanya diam mematung kaku seakan tak mampu mencegah Sam melakukan niatnya.


"T..Tuan.."


"Kau harus membayarnya dengan ini."


"Tapi ...tapi pinggangku sakit."


Seketika Sam terdiam dengan mulut masih penuh dengan daging kenyal itu hingga ia melirik kearah perut Natalia yang juga ditempeli bekas ciumannya.


"Apa itumu sakit?"


Natalia mengangguk karna memang rasanya tubuh ini sangat remuk. bergerak sedikit saja seakan mematahkan tulangnya belum lagi pinggang pegal dan bagian inti yang terasa panas dan nyeri.

__ADS_1


"Hm. kau mau tidur lagi atau mandi?"


"M..Mandi."


Jawab Natalia dengan wajah merah tomat saat tak sengaja menatap bagian senjata milik Sam. ia dengan cepat ingin turun tapi seketika bagian bawahnya terasa sangat nyeri sampai tangannya mencengkram lengan Sam kuat.


"Aaass Sakitt!"


Sam langsung menggendong Natalia kekamar mandi. ia pasrah karna berjalanpun ia tak bisa akibat tungkai yang gemetar. lebih baik menurut semua yang dilakukan pria ini padanya walau Sam juga menahan diri untuk tak menyiksa dirinya sendiri.


"Sebentar!"


Sam mendudukan Natalia diatas meja Wastafel lalu menyetel air di Bathub dan Shower yang dinyalakan. Natalia masih memejamkan matanya tak mau memandang Sam yang polos begitu saja.


"Pakailah handuk."


Ciut Natalia malu menunduk membuat Sam hanya menyunggingkan senyum samar tak perduli. Toh Natalia sudah melihat semuanya, tak perlu disembunyikan lagi.


"Kau juga sudah merasakannya. bukan?" goda Sam menjipratkan air ke wajah Natalia yang kaku.


"A..Apanya? aku ..aku tak tahu apapun."


"Jangan menolak dewasa. Kuman! semalam saja kau..."


"Cepatlah. aku sudah gerah."


Sambar Natalia yang tak mau diledek begitu lagi karna ia malu membayangkan bagaimana liarnya ia sampai membuat bekas sebanyak itu.


"Hm. tapi.."


"PAK TUA!!" teriak Natalia jengkel tapi Sam masih belum lega.


"Kuman. Kuman tersayang!"


Natalia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan saat Sam bertambah menjengkelkan. ntahlah terkadaan candaan seperti ini membuatnya sulit bersikap seperti apa.


Keduanya tak sadar kalau suara tawa kecil dan suara ejekan itu didengar jelas oleh Qyara yang tadi menerobos masuk kekamar ini membawa kedua orang tuanya yang menunggu didepan sana. para pengawal juga terhenti mencegah Qyara saat Tuan Anderson juga hadir karna ingin mengurus masalah perceraian Putranya.


Wajahnya sudah merah padam melihat ranjang yang sudah berantakan dengan pakaian berserakan, aroma panas juga tercium disini. suara perdebatan manis didalam sana membakar habis jiwanya yang tak mau diceraikan.


"Kau lihat saja. Sam! jika kau tak bisa ku miliki maka tak satupun wanita yang bisa memilikimu."


Geram Qyara mendendam. hanya Tuan Anderson yang menyetujui perceraian mereka tapi tidak dengan Nyonya Maria, ia bisa menggunakan itu untuk menghancurkan kebahagiaan wanita kampungan itu.


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2