Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 100


__ADS_3

“Bagaimana, ketemu pintu nya?“ tanya Jasmine. Setelah melihat Kintoko berhasil melewati pagar tinggi hitam itu untuk kemudian bakalan masuk serta akan terus menuju ke dalam ruangan yang tengah ganas-ganas nya karena di dalam banyak pemabuk itu.


“Ketemu.“


“Lalu?“

__ADS_1


“Tidak bisa masuk ini, sulit,“ ujar Kintoko terus berusaha membuka pintu depan dengan sedikit susah. Sebenarnya pintu itu tak terkunci, terbukti dari si pemabuk sebelum nya yang berhasil masuk tanpa susah payah. Si Tur itu tadi nampak dengan mudah melenggang keluar masuk tempat tersebut tanpa kesulitan. Namun begitulah namanya rumah orang misterius, maka pintu depan itu juga di bikin sedikit sulit, bagaimana biar orang yang tak terbiasa masuk ke dalam rumah itu agak kerepotan, sehingga nanti jika memaksa, maka akan ketahuan si pemilik rumah, atau binatang peliharaan yang dengan setia mengawal dari awal sampai akhir gagalnya si penerobos itu.


“Berusaha dong,“ ujar Jasmine. Akan sedikit merepotkan kalau tak bisa masuk juga. Seakan sia-sia kedatangan mereka ke situ jika tanpa hasil. Juga bakalan membuat dua kali kerja kalau mesti mengulang-ulang terus tanpa bisa melakukan sekali saja langsung bisa mengatasi apa yang sudah di rencanakan tersebut. Dan semestinya kali ini bisa diselesaikan sehingga mereka yang di dalam tak akan langsung curiga untuk melakukan pengamanan lanjutan jika mengetahui mereka telah di selidiki oleh orang yang menjadi musuh mereka kali ini. Tentunya bakalan lebih sulit kalau hal itu terjadi untuk masuk lagi ke dalam.


“Ini lagi.“ Ternyata cuma dengan sedikit seret dan menggunakan pemutar yang mesti di putar dulu biar terbuka. Kalau tak biasa memang sulit. Seakan pintu tersebut di kunci.

__ADS_1


“Bagaimana?“ tanya Kintoko. Sedikit bingung kalau begini dia juga. Mestinya kan dia bisa bergerak bebas mencari apa yang ada di dalam. Misalkan yang hilang itu ketemu, bakalan dia ungkapkan dengan enak. Atau kala ada jejak kira-kira dimana mereka menyembunyikannya, semacam goresan atau cakaran di dinding maka dengan jelas dia menemukan apa yang tengah di ari itu. Lah ini kesulitan. Apa-apa tak paham. Yang jelas tahu justru tak ingin masuk. Makanya dia kebingungan untuk menentukan langkah lanjutan bagaimana supaya semua serba bisa diatasi dengan nyaman dan beres tanpa ada suatu hal yang sangat membuat tak nyaman nanti nya.


“Dengan Video Life dong,“ jelas jasmine. Jadi tanpa perlu mendengar cerita atau ikut masuk, dia sudah bisa melihat keadaan dalam rumah tersebut yang jika dari luar tentu saja tak akan nampak dengan jelas. Termasuk seluk beluk yang ada di lokasi tak nampak itu. Meskipun agak sedikit sulit bagi si pembawa karena mesti memandang ke dua bagian, seara langsung maupun mesti melihat hasil kamera yang tetap fokus, sehingga gambar yang di hasilkan tidak kemana-mana. Ini seringkali terjadi karena yang membawa tentu juga mesti melihat jalan, dan sekelilingnya. Apalagi kai ini ke sarang lawan. Bisa saja langsung kepergok, maka bakalan langsung terjadi adu ketangkasan dalam melarikan diri. Serta ada pikiran yang jelas tak nikmat akibat berada di lokasi orang tanpa ijin.


“Oke.“

__ADS_1


“Bisa ya...“


“Tentu dong.“


__ADS_2