
“Yuk pulang.“
“Bentar… Nonton dulu dong.“
“Eh mana bisa.“
__ADS_1
“Disini belinya pakai pesan tiket online,“ ujar kintoko yang merasa kalau semua bioskop sekarang memberlakukan demikian. Jadi akan sangat mudah bagi mereka yang telah berpengalaman dalam urusan beli jarak jauh begitu. Dan tak membayangkan bahwa sebelum nya ada yang beli karcis langsung mengantri sangat panjang sampai tiga jam hanya untuk mendapatkan tontonan menarik sesuai dengan niat hati mereka. serta di akhirnya terpuaskan akibat begitu menyentuh nya acara itu sehingga rasa capek dan lelah yang di dapat setara dengan perjuangan sebelum nya. Bahkan kalau bisa esok atau lusa bakalan menonton lagi untuk satu jenis film yang sama. Tapi lokasi nya berbeda, agar tak jenuh dengan situasi gelap demikian.
“Ya bisa. Kan terkadang langsung bayar di loket, supaya yang lewat dan kebetulan ingin menonton film kesukaan akan bisa langsung nonton. Jadi tak harus pulang dulu untuk menunggu jam ada nomor kursi nya.“ Tentunya jika pada suatu pertunjukan itu masih ada tempat kosong.
Setelah dapat langsung masuk ke ruang studio yang di maksud. Dan tertera pada karcis tadi. Kalau belum mulai dan masih lama, maka belum boleh masuk. Akan di halangi dengan portal kecil. Dan menunggu di lobi yang sangat sejuk. Bahkan berdiri pun tak capek. Tapi kalau lama sekali bisa menunggu sembari ngemil di situ dengan makanan yang mesti beli di lokasi setempat. Tanpa boleh membawa makanan dari luar. Supaya ada pemasukan lagi buat tempat tersebut, serta tidak kotor oleh makanan dari luar yang biasanya bentuk nya yang beraneka serta hasil yang di dapat juga sangat banyak ragam nya. Apalagi benda yang bisa merusak peralatan dalam studio tentu sangat di larang. Walau itu hanya makanan, namun ada juga zat yang bisa membuat rapuh bahan dasar pembuat kursi empuk nya. Apalagi jika membawa benda berbahaya. Sangat rentan nanti. Bahkan terkadang kekuatan orang juga bisa membuat kursi patah. Terutama bila bahan nya terbuat dari benda tak mahal. Akan ketarik dengan kekuatan si penonton yang luar biasa takut nya sampai tak tertahankan sehingga di lampiaskan dengan meremas pegangan kursi sampai lepas. Makanya di beberapa studio terkadang di buat kursi khusus yang menghindari ada peremasan secara tak sengaja oleh orang berotot besar namun bernyali kecil demikian. Juga menghindari orang yang tak suka dengan acara itu dan akan dilampiaskan karena merasa rugi membayar mahal namun tak enak untuk dinikmati.
__ADS_1
“Kursi pakai di nomor i. Kayak kalender saja.“
“Sudah, duduk saja. Kita bakalan nonton film horor. Seram ini.“
Waaaa….
__ADS_1