Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 58


__ADS_3

“Hai!“


“Wah sudah disini.“


“Iya.“ Saling salaman.


Berbagi kisah. Berbagi rejeki. Setidaknya untuk ke situ tentu akan membutuhkan dana. Tentu akan di bagi bersama. Jika tak punya maka yang lain akan membantu. Dan yang kelebihan akan membawa banyak oleh-oleh agar semua senang. Sebab tak selamanya rejeki yang sama di dapat walau mendapat pendidikan dan pembelajaran yang sama di suatu tempat yang sama juga dengan pendidik yang juga tak berbeda.


“Kita semacam reunian kecil.“

__ADS_1


“Wah gitu.“


“Iya.“


Merasa satu pengalaman. Jadi saling tahu keadaan kala bersama dahulu. Bagaimana pernah mendapat pelajaran rumit. Mengerjakan tugas seara bersamaan. Dan pusing bersama juga kala mengerjakan soal yang begitu merisaukan kala tak belajar atau sama sekali tak ada catatan kala dahulu tidak pernah mencatat kala guru menerangkan. Sehingga butuh buku yang hanya bisa di dapat dari down load sama buku sekolah yang hanya bisa kalau membeli nya dari percetakan yang sudah di beli buku cetak nya. Baru dapat di kasih buku elektronik nya kala sudah datang barang serta sudah melakukan pembayaran yang sangat banyak itu.


“Tuh yang lain pada semakin sukses lo.“ Memang setelah lulus itu ada yang kerja ada yang melanjutkan pendidikan. Ada juga yang kerja lalu melanjutkan karena mendapat kesempatan belajar. Termasuk biaya dari perusahaan tempat dia kerja, lalu akan di kembalikan dengan jalan bekerja selama masa tempo tertentu. Itu juga yang menjadikan peningkatan taraf hidup yang bisa di jalani seiring berjalan nya waktu dengan tidak membebankan pada wali atau orang tua dari si anak tersebut. Sehingga dengan menyisihkan hasil dari gaji itu bisa menaikkan pendidikan nya.


“Baik dong tentunya.“

__ADS_1


“Lo kamu sudah di sini,“ tanya Jasmine pada Bela yang asli orang situ. Maksudnya sudah di rumah itu karena biasanya akan datang belakangan akibat jarak nya dekat.


“Aku kan dekat. Itu rumah di seberang kali. Makanya saat pada datang aku kemari dan mendatangi yang telah datang ini,“ jelas Bela sembari menunjuk arah rumah nya yang walau tak nampak namun arah nya sangat jelas. Jadi kalau di dekati itulah rumah tinggal nya.


Mereka saling mengungkap kerinduan.


“Ini siapa?“ tanya nya sambil menyalami Kintoko yang hanya diam saja. Maklum berada pada lingkup kenalan lama dari jasmine yang sama sekali tak dia kenal sebelumnya. Namun karena terbawa situasi yang dibuat oleh mereka dengan begitu akrab, membuat dia juga nyaman dan bisa membaur walau berbeda segalanya. Tapi bisa bercerita dengan akrab sesuai dengan harapan. Jadi bisa langsung menganggap rumah itu sesuai dengan keadaan di rumah sendiri.


“Biasa buat teman.“

__ADS_1


“O.“


Mereka terus saling bercerita. Sembari duduk di ruang santai. Serta ngobrol sana-ini membayangkan kala sekolah dulu yang saling berkisah tentang berbagai kesulitan yang pernah di alami selama bersama menuntut ilmu.


__ADS_2