
“Kalau enggak, mau apa.“
“Melawan lah,“ ujar Doni dengan tegas.
Si Doni mundur menuju ke meja. Disitu ada senjata api yang tersimpan. Lalu mengambil dan mengancam.
“Ih... Jangan main begituan ah. Ayo sini gua piting lu,” ujar Kintoko sembari mendekati Doni serta berusaha memegang leher agar mau di tangkap dengan lengannya.
__ADS_1
“Awas kalau tak mau pergi bakalan ku tembak,“ ancam nya. Nampaknya dia tidak main-main. Daripada segalanya terbongkar, mendingan melakukan perlawanan dengan tak pandang bulu. Bakalan dia lakukan pada siapa saja yang berani-beraninya melawan dirinya yang tengah brutal tersebut. Dia sedang tak ingin dihalangi. Apa yang jadi keinginannya itu yang mesti dia dapatkan. Makanya segala senjata baik legal maupun ilegal mesti di punyai. Walau tidak murah serta mendapatkannya pasti sangat sulit. Tapi itulah, namanya uang. Segalanya bisa diari. Entah itu beneran atau tidak, yang jelas asal punya saja. Lalu segalanya nanti bakalan bisa dia pakai buat menakuti musuh yang hendak membuat dirinya kacau.
“Ih dia main senjata.“
Semua keheranan. Ternyata di situ ada senjata. Sangat mengerikan. Dan bisa membuat mengeluarkan darah segar. Tentu saja hal ini bukan sesuatu yang baik. Mengingat mereka tak siap dengan segala yang bakal terjadi jika saja akan ada perlawanan dari musuh. Makanya asal masuk saja. Mungkin inilah mengerikannya bermain-main dengan kasus. Bukannya terkuak, malahan mendapat ancaman yang sangat mengerikan.
“Kosong paling, orang mabuk hanya mainan,“ ujar Jasmine. Tak yakin dengan semua ancaman yang tengah dilakukan orang mabuk. Memegangnya saja sembari sempoyongan, antara ingin ambruk, sama goyang-goyang. Jadi semua itu semacam gurauan semata. Semacam lelucon dari seseorang yang tak mampu namun segalanya ketahuan akibat perbuatan yang sudah berlalu serta melanggar berbagai aturan. Itulah makanya jika tak di gertak maka akan membuat dia semaunya saja dalam menggunakan berbagai peralatan mengerikan yang dia punyai itu.
__ADS_1
“Sembarangan!“ umpat Doni sembari memegang gagang pistol dengan tangan gemetaran. Tengah berusaha menariknya. Bagaimanapun dia tak ingin di remehkan. Dan jika saja semuanya terus mendekat maka bakalan dia tarik betulan pelatuk yang sudah siap tembak tersebut.
Lalu menembak dengan kencang.
Suaranya seperti meletus balon hijau,
Dor!
__ADS_1
Hati jadi kacau.