Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 76


__ADS_3

“Seram ini,“ ujar Kintoko melihat kenyataan yang demikian di muka mereka. Dan kini hanya bisa duduk dengan orang-orang yang tersisa.


“Mau bagaimana lagi.“


“Bermula Dari Si Dodo Nono yang duluan. Lalu Ringgo yang ikut- ikutan.“ Mereka kembali mengenang awal kebersamaan mereka di rumah misterius tersebut. Rumah aneh di tepi sungai. Dan fenomena cahaya misterius sebelum ada korban. Ini yang menghubungkan mereka dengan kisah yang banyak berkembang di masyarakat. Cahaya pijar, Pulung. Yang berikutnya menyeret korban untuk gantung. Makanya di namakan demikian. Memang kisah ini sudah lama beredar jika ada korban demikian selalu di hubungkan dengan mahluk itu. Makhluk pembawa bencana. Di kemudian nya akan jadi pembicaraan. Atau saat keluar mahluk itu berikutnya pasti akan ada yang menggantung. Kisah sedih yang sudah berakar dari dahulu.


“Tapi aneh, ada bangku di bawahnya.“ Sementara yang pertama tak ada bangku. Walau pada lokasi yang sama. Kenapa mahluk begitu pilih-pilih alat hanya untuk menaikkan korban di atas palang itu.


“Kan buat naik.“


“Lalu Ini.“

__ADS_1


“Apa.“


“Malah ada korban dari si mahluk.“


“Namanya juga mahluk ya begitu.“


“Dua lagi.“


“Tetap aneh. “


“Nyonya Mela adalah mahluk itu.“

__ADS_1


“Hus... Masa bisa menulis. “


“Kan tulisan nya jelek.“


“Mana jelek, kalau cuma sms. Wa. Sama semua itu.“


“Ih. “ Mereka semua dapat undangan dari HP mereka. Jadi tanpa tulisan apapun selain itu. Baik di kertas atau di tempat lain dengan tanda tangan darah. Semua nya tak ada. Hanya elektronik mail itu saja yang mereka dapatkan. Makanya hal ini menjadi aneh. Terutama dengan berkembang nya kasus yang semakin lama semakin menjengkelkan. Dan menjadikan mereka semua jadi tak nyaman. Jangan-jangan nant giliran mereka jangan jangan seterusnya adalah teman mereka. Atau bahkan kemudian mahluk itu yang akan meneror mereka dengan kejadian aneh lain nya.


“Terus si Ita belum.“


“Iya, dia malah di luar rumah.“ Teringat bagaimana teman mereka menggantung pada bambu yang demikian mengerikan. Mana sudah banyak di ketahui kalau bambu yang rimbun biasanya menjadi sarang dedemit. Sudah banyak kejadian di lokasi demikian. Bahkan terkadang sebuah lorong gaib ada di sela-sela rumpun mengerikan tersebut. Karena sebelum banyak hutan yang di buka sebagai tanaman wajib, banyak rumpun bambu liar di hutan yang tumbuh dengan subur. Makanya hutan nya di sebut hutan bambu. Karena yang bisa tumbuh hanya itu. Tanaman lain seakan kalah oleh rumput yang tinggi itu. Sehingga dengan rimbun nya tempat, membuat di tempatkan suatu intu gaib yang bisa menembus dimensi lain dimana kemudian dipakai buat mereka sebagai jalan masuk atau keluar menuju ke dunia yang berbeda dengan cepat nya. Memang aneh. Jadi semacam lubang cacing di pusat semesta yang di pakai menuju ke lokasi yang jauh dengan jalan melengkung seperti lorong aing agar bisa menuju ke tempat jauh dengan cepat nya. Tapi ini tak bisa di lihat oleh siapa saja yang secara sembarangan. Mesti punya kemampuan khusus untuk mendeteksi nya. Sehingga tak ada keanehan lagi kalau memikirkan hal itu tentang satu sosok yang tiba-tiba hilang di lokasi tersebut. Baik yang bersama dengan fisik nya maupun hanya nyawa yang di bawa. Namun sosok nya masih nampak dengan menggantung. Dan itu yang Ita rasakan kemarin.

__ADS_1


“Ya sudah, ayo kita nyari tahu.“


“Hamm...”


__ADS_2