
“Yuk pulang,“ ujar Kintoko panik menyaksikan kejadian tak dinginkan serta baru pertama dia menemui satu keanehan dan amat mengerikan begitu.
“Eh ini malam,“ ujar Jasmine.
“Waduh bagaimana ini?“
__ADS_1
“Ya sudah tunggu esok,“ jelas Jasmine. Apalagi perjalanan malam dan suasana yang tak terlampau fit. Pasti bakalan terlampau terburu-buru sehingga nanti di akhirnya tak bakalan bagus. Bahkan bisa saja ikutan celaka. Karena tak fokus pada perjalanan mereka, yang hanya akibat rasa takut serta ngeri akibat dari peristiwa yang terjadi kali ini.
“Aku takut bakalan tejadi lagi hal yang tak mengenakkan,“ kata Kintoko menghendaki tetap peri dari situ. Bahkan kalau perlu pulang ke kampung sendiri. Biar tak mengapa. Tak jadi kerja juga tidak apa asal tenang tanpa ada masalah yang begitu mengusik pikiran nya.
“Aku ada panah,“ kata Bela. “Biar kalau ada pembunuh dari luar, kita lawan.“
__ADS_1
“Ya kan bisa kuambil,“ katanya lagi. Memang itu satu- satunya senjata yang kali ini bisa di pakai. Selain jarak jangkauan nya panjang, juga bisa di pakai dari satu tempat memburu pada posisi musuh walau berada di kegelapan. Jika hanya golok, pastinya mesti memburu musuh tersebut dan baru akan di hantamkan jika sudah dekat, ada jarak yang bisa mencapainya. Maka alat itu menjadi satu alternatif yang lumayan asik di pakai meawan musuh yang tiba-tiba menyerang nanti.
“Kalau lu di cegat nanti bagaimana?“ kata Dela yang justru khawatir kalau benar benar akan pulang. Apalagi mesti melewati sungai yang lumayan pekat jika di lalui pada malam-malam begini. Siang saja kalau tak terbiasa ada semacam nuansa mengerikan. Apalagi ini malam, tentunya menjadi sesuatu yang sangat mengerikan nanti nya. Dan jika saja benar ada lawan di luar sana, maka akan dengan mudah menangkap nya untuk kemudian membantainya di suatu lokasi sunyi dengan tanpa ada bantuan dari mana-mana.
“Temenin dong,“ ujar Bela yang ingin membela kawan yang tengah terkena bencana. Dia bahkan tak yakin kalau dia bunuh diri. Orang sebelumnya sama sama ceria. Itu pasti ada penyusup yang tengah berbuat aneh kemudian menyeretnya pada sebuah penggantungan buatan yang sangat menyeramkan di akhirnya.
__ADS_1
“Mengerikan lo ini.“ Mereka semua semakin merasa cemas saja, akan kondisi mereka. Itu jika ada musuh dari luar. Namun jika itu hanya di lingkungan mereka sendiri, tentu keadaan menjadi semakin tak menentu. Bakalan saling curiga antara satu dengan yang lain nya. Sehingga sudah bukan jaman nya lagi mengingat persahabatan diantara mereka kala tengah senang-senangnya dahulu di suatu lingkungan mencari ilmu yang kini tengah di akai dalam menghadapi hidup.
“Sudah, sebaiknya kita semua tetap berada disini saja.“