
“Jadi si pengundang yang melakukan nya?“
“Kemungkinan begitu.“ Itu yang merupakan asumsi akibat yang paling mendekati proses pembunuh nya. Bagaimana lagi. Kalau di lihat dari korban yang sangat tak masuk akal untuk melakukan bunuh diri. Jika itu yang akan terjadi. Bukankah akan lebih bisa masuk akal kalau di umah dia sendiri. Serta tak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menuju ke situ. Selain memakan banyak biaya, juga untuk apa menunjukkan kengerian pada teman-teman yang sangat mereka sayangi. Juga keanehan akan tidak adanya bangku pijakan yang nampak. Seakan hal itu tanpa sengaja menunjukkan kondisi aneh. Tak mungkin dia melayang untuk menuju ke tali tersebut. Dan bagaimana juga dia mengikat diri jika posisi yang tak mungkin tadi.
“Oke kalau begitu, biar malam ini kita tidur sini saja. Besok kita pergi,“ kata Jasmine.
“Biar di tangkap itu nyonya Mela. “
“Ya tinggal nangkap saja.“ Apa yang mau di tangkap, kalau orang nya juga belum nampak semenjak awal. Yang ada hanya mereka saja. Dan berputar selalu kepada mereka juga. Jadi agak sulit untuk melakukan hal demikian. Yang jelas kalau memang sudah kelihatan akan bisa langsung mereka lakukan hal itu.
__ADS_1
“Agak tenang kalau begini. Dan bisa istirahat sejenak juga.“
“Ya.“
“Tentunya kalau kita melanjutkan sekarang, rasa kesal masih di rasakan akibat sebelumnya perjalanan panjang juga belum istirahat sama sekali.“ Memang demikian. Hidup perlu istirahat. Nafas juga akan istirahat. Namun bukan berada di posisi yang salah demikian. Karena bakalan menimbulkan banyak masalah. Ibarat berada dalam suatu lapangan es, maka akan semakin dingin kalau diam. Sehingga bergerak akan lebih menghangatkan. Tentunya tak perlu sehangat lava kawah yang sesekali bergolak. Cukuplah dengan lelehan di lereng nya saja yang menimbulkan keindahan kala malam datang dengan pemandangan aneh yang bersinar kemerahan. Tak demikian dengan malam ini, malam terakhir buat si tergantung.
Malam semakin larut. Dan gelap terus merambat. Dalam rumah misterius itu. Walau sulit untuk memejamkan mata, namun karena rasa lelah, membuat Kintoko bisa merasakan ketenangan sejenak.
Au...
__ADS_1
“Ih, Apa Itu...“ semua terkejut. Terdengar suara begitu nyaring. Pada waktu yang sedikit aneh dan bukan pada tempat nya.
Au...
“Kau bersuara sama?“ ujar yang ada di situ melihat Bela juga berteriak demikian. Seakan tengah melolong saja. Hal yang menyeramkan nampak terdengar, ditambah dengan kelakuan yang demikian membuat semua tak mampu berpikir banyak, atau semua justru banyak berpikir mengenai apa hubungan antara kematian itu dengan si Bela yang walau kali ini tak serumah, namun kebersamaan sebelum nya membuat rasa sedikit heran pada nya.
“Ya. Soalnya itu suara peliharaan kami, yang akan diam kalau mendengarkan suara yang aku keluarkan,“ terangnya. Apalagi malam terus merayap. Sehingga keheningan membuat suara demikian nampak nyata. Walau lumayan jauh jaraknya. Namun kalau binatang demikian sudah pasti akan menjangkau daerah yang jarak nya bisa sangat jauh.
“Kirain kamu adalah mahluk siluman serigala yang suka membunuh.“
__ADS_1
“Masa.“
Bela terus melangkah meninggalkan rumah itu menuju ke rumah nya.