
“Nora dan Dela, bagaimana dengan nya. Kita tahu dia tergantung bersama,“ ujar Kintoko. Melihat dua orang tergantung dengan kondisi tali yang sebelah seakan tengah runtuh, tak kuat saja.
“Kita bertiga kumpul. Saat kau melihat sesuatu di luar,“ ujar nya mengingat kan kembali saat Kintoko mengajak duduk di luar dan memperhatikan suasana di luar rumah untuk melihat kalau-kalau ada yang aneh di langit malam itu.
“Mereka tengah meminum es jeruk dan makan sesuatu yang ada di meja.“ Makanan itu banyak terletak di situ. Termasuk buah-buahan yang di kupas oleh Kintoko sebelum nya. Karena dia sudah sangat ahli. Serta banyak minuman, sebanyak orang yang hadir dengan menggunakan gelas kaca dengan pegangan di salah satu sisi nya. Sehingga kala disajikan sungguh suatu yang sangat menarik, serta membuat siapa saja ingin meneguknya. Apalagi untuk suasana yang demikian haus untuk mendinginkan suasana hati yang juga tengah menghangat akibat berpikiran tentang sesuatu yang mengerikan dan tengah berkembang di sekeliling mereka.
“Nora setelah kuberi tahu saat kita melihat sesuatu mahluk di luar itu,“ ujar Jasmine lagi. Dan dia juga memastikan, “Mahluk itu tak ada.“
__ADS_1
“Kita lihat,“ ujar Kintoko mengingat kembali dengan jelas apa yang bercahaya dan meluncur sangat jelas di atas mereka kala itu. Jadi kelihatan mustahil kalau wanita ini tak tahu. Karena sangat cemerlang. Melebihi segala pijar bintang yang kala itu nampak.
“Mungkin saja itu salah satu benda langit yang jatuh,“ ucap Jasmine lagi. “Sebab benda semacam itu akan menabrak bumi tiap dua atau tiga menit sekali.“
Secara teori memang demikian. Karena banyaknya bebatuan luar angkasa yang melayang untuk dibiarkan terserak. Yang terjadi bisa jadi akibat ledakan dari benda yang lebih besar lagi. Mungkin juga planetaroid yang jutaan jumlahnya itu ikut-ikutan mengelilingi bumi dalam putaran yang tak stabil akibat bobotnya juga tak memadai untuk selalu mengikuti putaran matahari. Atau bisa jadi juga benda-benda itu hancur akibat bertumbukan satu sama lain karena perputaran yang tak stabil juga sehingga salah satu ada yang epat ada yang tidak, serta berikutnya terjadi tumbukan karena mereka terus bergerak mengarungi alam semesta seiring dengan meluncurnya galaksi yang terus melanglang jagat raya. Sehingga benda kalau terletak tanpa ikatan, akan terus saja menggelinding untuk saling berbenturan. Dalam benturan tersebut, maka akan terbentuk bebatuan yang lebih kecil dan memburu ke benda yang sangat besar dengan tarikan gravitasi yang kuat juga. Hal inilah yang membuat bebatuan itu seakan menyerang bumi, namun sebagian besar bakalan hancur terbakar oleh perisai bumi. Hanya jika bebatuan besar saja yang bakalan sanggup menjangkau bumi untuk jadi meteorit.
“Belum kalau pas hujan meteor, karena asteroid pecah dan menabrak bumi sebagai batuan penggempur,“ ujar Jasmine teringat sebelumnya pernah terjadi keanehan tersebut di langit atmosfir bumi.
__ADS_1
“Kalaupun itu mahluk, maka aku yang lebih dulu mempengaruhi keduanya supaya melakukan hal yang kita lihat itu.“
“Nora mengambil senjata. Dia memakai sarung tangan. Dan menembak dirinya sendiri. Hingga darah muncrat di dinding.“
“Aku yang membersihkan nya. Mengelap, kemudian tak nampak lagi. “
“Dan pistol itu terlempar jauh ke depan Bela.“
__ADS_1
“Dia juga?“
“Tapi dia tak menggunakannya. Dia lebih senang meminum racun mematikan jenis sianida, yang di masukkan ke minuman nya yang es jeruk itu. “