Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 112


__ADS_3

“Aduh gua ke tembak.“ Darah menetes. Membasahi tubuh yang terserempet peluru tersebut.


Si Jasmine mengeluh. Dia yang sebelumnya tak menyangka itu, akhirnya harus merasakan perihnya kenekatan lawan.


“Yah main tembak dia.“

__ADS_1


Semua terkejut. Kembali terkejut.


Dia tidak main-main. Daripada ketahuan mending dia serang musuh. Sehingga apa-apa yang kini mereka semua bakalan perbuat sudah tahu wataknya yang memang kejam serta tak segan-segan akan melakukan apa saja demi musuh yang tak berani main-man lagi dengannya yang memiliki senjata mengerikan itu.


Dan itulah yang terjadi. Membuat luka terhadap sesama. Itu baru awal. Jika saja masih berani macam-macam, maka langkah selanjutnya pasti lebih tak diinginkan lagi. Sehingga beberapa peluru yang masih ada dalam senjata pendek tersebut bakal segera menghambur untuk membuat luka yang sudah terjadi akan semakin banyak saja dibuatnya.

__ADS_1


“Biar ku serang,“ ujar Kintoko yang langsung menerjang. Dia berpikiran, kalau tidak dilakukan demikian, maka bakalan membuat semakin runyam suasananya. Dan itu tak bagus buat posisi mereka. Kawannya sudah luka. Dan mungkin sebentar lagi dia akan mengalami nasib sama. Untuk itu mau tidak mau dia mesti mengadakan perlawanan. Agar segalanya bisa menjadi normal kembali. Serta melakukan berbagai upaya demi kembali ke kondisi semula. Dimana yang luka di obati. Dan yang sakit di sembuhkan. Itulah kondisi yang kala itu mesti dipikirkan. Jadi tidak sembarangan saja si musuh itu berbuat semaunya sehingga membuat yang lain bakalan merana. Sangat gawat jika demikian. Serta kacau dibuatnya.


Untung si Doni masih menatap ke Jasmine yang tengah memegang luka. Karena khawatir perempuan cerdas itu bakalan melakukan balasan yang ebih kejam dari yang dia buat. Sebab kejahatan akan dibalas lebih kejam lagi. Itu yang dia khawatirkan. Makanya sebisa mungkin dia terus memperhatikan langkah musuh yang bisa saja tiba-tiba melakukan serangan. Meskipun luka ibarat banteng jika terluka maka akan sangat ganas. Itu yang kembali terpikirkan olehnya sehingga sedapat mungkin bakalan melakukan pencegahan.


Saat itu juga langsung di tubruk si Doni. Kecepatan yang luar biasa. Serta dalam kondisi yang cepat. Membuat apa yang direncanakan berjalan dengan lancar. Musuh yang tak menyadari itu tentu langsung kewalahan. Serta membuat tak bisa berbuat banyak. Selain jatuh bergulingan di lantai dengan di timpa tubuh Kintoko yang menyerangnya.

__ADS_1


Si Doni merintih. Dia berusaha langsung bangkit dan melawan terjangan pemuda kampung itu. Lalu akan dia ancam lagi mereka yang berani masuk ke wilayahnya tanpa permisi serta mengganggu ketentraman tadi itu.


Pistol yang dia pegang terlepas. Dan terlempar jauh.


__ADS_2