Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 95


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Kintoko berdiri di tepi jalan.


Ada yang menghampiri.


“Eh mau kemana?“ ujar Jasmine sembari membuka kaca samping.


“Ini biasa, mau jualan,“ jawab Kintoko. Dengan setianya dia menunggu nyonya Sant untuk keluar dan membawa gerobak andalan nya ke lokasi di tempat yang sama seperti sebelumnya. Walau sudah jelas bila di setiap jalan kalau ada yang memesan akan langsung di layani. Makanya terkadang belum sampai juga sudah habis buahnya. Dan tak jarang kalau masih panjang waktunya, akan membeli lagi di pasar yang biasa buat kulakan buah yang enak tersebut. Kali ini masih hanya menjual buah kupas saja. Mungkin kapan-kapan akan di tambah dengan rujak atau Cuma buah dengan di campur sambal saja. Sebab rujak bebek akan lebih berasa buat para penggemarnya dari sekedar buah yang cuma di kupas. Terkadang banyak diantaranya yang lebih senang membeli buah dan di kupas sendiri, akan terasa lebih murah. Makanya para penjual tak kehabisan akal dengan membuat varian dari penjualan demikian supaya jika para pembeli tak menyukai buah original, masi ada rasa lain yang ditawarkan.

__ADS_1


“Yuk...“ Jasmine yang ada di dekatnya itu mengajak.


“Kemana?“ ujar Kintoko ragu. Mana mau berangkat kerja lagi. Kalau demikian bagaimana dia bisa kaya. Mau mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil dari penjualan itu, kan nanti lama-lama jadi bukit yang tak runtuh. Tentunya kalau pergi pergi terus akan kesulitan buat mengumpulkan nya, malahan bisa jadi duitnya akan habis guna perjalanan tersebut. Untuk inilah makanya sebisa mungkin mengurangi perjalanan jarak jauh yang hanya akan mengeluarkan biaya. Memang manusia tak akan lepas dari hiburan yang bisa membuat rasa kembali suka. Dengan rasa yang senang, maka melakukan berbagai aktifitas juga akan terasa nyaman. Namun juga tak mesti berlebihan. Kadar seseorang demi hiburan memang berbeda. Sehingga untuk satu minggu sekali di kala libur sudah di rasa senang. Atau sebulan sekali buat yang lebih sabar dalam menghamburkan uang. Tapi jika berlebihan tentu akan boros. Sehingga untuk hal demikian saja sudah akan bisa membuat kebutuhan membengkak. Karena si setiap perjalanan banyak tersaji hiburan dan makanan yang memang di buat supaya seleranya tergugah. Itu yang mau tidak mau bakalan membuat orang mesti merogoh kantong nya. Mau tidak mau. Karena semakin banyak keinginan yang terlihat kala itu. Kalau tak melihat mungkin bisa menghindari nya.


“Ini ada kasus. Kita jalan lagi,“ ujar Jasmine mengajak. Dia sepertinya tak bosan-bosan nya membawa si orang lugu itu untuk menemaninya ke lokasi aneh yang tengah terjadi suatu perkara yang sangat sulit di simak kalau tidak benar-benar memperhatikan dengan seksama, apa yang tengah terjadi dari awal mula terjadinya peristiwa tersebut.


“Ya enggak lah, masa aku terus,“ ujar Jasmine meyakinkan.

__ADS_1


“Oke. “


Kintoko manut-manut saja.


Dia segera masuk ke mobil mewah teman nya itu untuk menuju ke suatu tempat yang belum dia ketahui.


Bakalan ada petualangan menarik lagi sepertinya bersama si cewek yang sangat cerdas ini.

__ADS_1


__ADS_2