
Setelah keperluan si Jasmine beres, mereka ingin belanja.
“Sangat menyenangkan.“ Perjalanan demikian sangat mengasikkan. Mereka juga melihat jembatan layang. Serta jembatan kumuh. Dimana jembatan yang sangat kuat itu dibawahnya banyak berisi air yang tak layak konsumsi. Beda dengan di daerah yang masih bersih. Apalagi di sela-sela bebatuan gunung yang terkadang mampu menyaring air sungai yang mengalir, membuat bisa langsung di konsumsi tanpa takut ada binatang renik yang sangat membuat sakit jika sudah terlampau banyak berkembang biakan nya.
“Kita masuk situ dulu.“
“Belanja.“
__ADS_1
“Iya.“ Segera di cari tempat yang sekiranya bisa membuat senang orang daerah. Karena belum tentu dia pernah ke sini. Maklum walau pernah kan kondisi nya berbeda. Juga pada lokasi yang tak terlampau mencolok dan biasa untuk main-main orang yang sekedar melintas.
“Di yang besar.“
“Bukan mini market saja?“
“Kalau itu si h di kampung juga sudah banyak,“ ujar Kintoko. Sekarang lokasi demikian memang benar-benar menjamur. Dengan penataan yang kalah dengan yang supermarket. Membuat oko serba ada mini ini mudah dalam pengelolaan nya juga tak banyak biaya yang keluar. Serta dari segi keuntungan tentu lumayan banyak. Sehingga tak jarang toko yang lebih besar akan kalah saing jika di pepet oleh toko kecil model begitu. Apalagi di kanan kiri depan belakang juga langsung bisa berdiri mini market yang banyak dan kondisi nyang sama saja.
__ADS_1
“Itu sudah umum di seluruh negeri.“ Karena produk yang sama. Dari perusahaan yang sama pula. Hanya cakupan penjualan nya yang luas. Itu juga yang membuat produk terkenal mampu menjangkau daerah-daerah pelosok yang sebelumnya tak bisa di dapat. Mesti ke daerah ramai atau pada pertokoan besar. Karena dulu toko nya milik sendiri. Yang semua tergantung dari modal si pemilik toko tersebut. Kalau sekarang semacam jaringan penjualan yang cakupan nya sangat luas. Bahkan nasional. Dan bisa bertambah luas jika di jual juga seara regional. Maka akan semakin populer usaha tersebut.
“Ya kan pingin yang luas,“ ujar Kintoko mencoba yang tak ada di kampung. Disini tempat perbelanjaan luas kan banyak. Hampir tiap titik ramai ada. Karena memang pada laku. Kalau tak laku bakalan alih profesi. Bahkan di satu titik paling ramai bisa tiga atau lebih dalam kondisi yang sama dan mereka merasa tak bersaing, karena semua ada penggemar dan pelanggan tersendiri yang sudah pasti jika memiliki kebutuhan akan menuju daerah itu. Apalagi sekarang jika memerlukan kebutuhan sehari hari bisa langsung minta kirim saja. Itu sangat memudahkan proses. Walau menjadi tuman dan terkadang timbul penyakit aneh akibat kurang gerak. Beda dengan orang dulu yang kuat-kuat. Bahkan gigi nya juga keras, sampai sekarang kan ada kerangka nya yang membatu. Walau terkadang usia yang di jangkau sama saja, namun dari sisi fisik tetap berbeda seara rerata. Sehingga terkadang orang paling lemah di daerah bisa saja kondisinya sama kuat dengan yang asli situ. Ini karena keadaan yang membuat demikian.
“Itu.“
“Mol.“
__ADS_1
“Ya.“
Di parkir nya kendaraan dalam tempat yang ter muter Kaya gangsing. Sudah panjang walau hanya di satu areal saja. Namun bikin pusing. Tak bisa salip salipan. Hanya mesti satu persatu. Mana kendaraan kecil tak bisa lewat.