Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 35


__ADS_3

Lagi asik-asiknya naik mobil, tiba-tiba Jasmine bilang,


“Dah, sono pulang sendiri. Turun sini, gue langsung pulang,” ujar nya pada sebuah simpang jalan, di mana ada lampu merah. Disitu sudah mulai banyak yang berhenti. Juga masih saja ad orang yang dengan diam-diam mendekati sembari berbagai kegiatan dilakukan. Ada yang mengamen, ada yang bawa anak kecil. Pokok nya asal santai semua akan dilakukan. Baru bubar jika ada di kejar.

__ADS_1


“Eh, ini masih sangat jauh. Kalaupun dekat gue tak paham. Gue disini nggak ada siapa-siapa, bingung, gila luh mau main tinggal saja,“ ujar Kintoko panik. Kalau sudah hafal sih mudah. Tinggal naik kendaraan dengan nomor seram sudah sampai lokasi. Dan kalaupun pindah sudah hafal arahnya. Sebab walaupun demikian jika naik angkot bakalan diturunkan sembarangan. Mereka dengan asik nya main pindah sama penumpang, walau tak membayar lagi. Dengan berbagai alasan yang tak pasti. Walaupun masih banyak yang naik, bahkan sampai berdiri. Itu yang kadang membuat penumpang suka mengeluh. Terkadang malah sampai tersesat di jalur yang salah. Ini yang kemudian jadi kendala. Juga sama yang punya kepentingan mendesak, hal ini jadi sedikit lama, serta akan bingung. Belum lagi jika sisi kenyamanan nya menurun. Karena semula duduk jadi berdiri dan berhimpitan.


“Kirain.“ Si Jasmine hanya ngekek saja. Lalu jalan lagi setelah lampu berubah. Lumayan lama perjalanan itu. Banyak seak-seok diantara para pengguna jalan yang lain. Apalagi disini jalanan lebar-lebar. Sangat asik untuk melaju. Barulah agak terkendala saat masuk jalan sempit. Walau sebenarnya nggak sempit-sempit amat. Namun dalam jumlah kendaraan yang begitu padat, membuat jalan seakan menyempit. Sulit untuk saling salip. Bahkan terkadang terjadi kemacetan kala penumpukan kendaraan di suatu titik terjadi akibat demikian banyaknya yang menggunakan jalan tersebut.

__ADS_1


“Dah turun sini,“ pada suatu tepi jalan ramai yang tak nampak ada kendaraan di sana sini. Disitu mobil menepi. Dan membiarkan yang turun untuk sementara terdiam di tepi jalan.


“Tuh ngontrak di rumah susun situ aja, biar mudah aku mencari mu. Lagian tetangga nya kan pada asik-asik dan menyenangkan. Murah lagi. Apalagi anti banjir. Paling sedikit. Kalau pas curah hujan banyak saja. Serta bisa komunikasi dengan orang-orang sekitar. Ingat cari nomor yang angka nya asik. Macam 13 atau 666 ya. Biar gampang di ingat.“

__ADS_1


“Oke.“


__ADS_2