Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 52


__ADS_3

“Wah, tangga naik nya tinggi banget.“ Tangga itu terdiri dari beberapa trap yang menjangkau dari dasar situ hingga ke bibir kawah yang sangat tinggi serta curam. Tak terbayangkan kalau tak kuat maka bisa jadi tubuh itu menggelundung sampai ke bawah dengan putaran yang lebih memusingkan hingga tujuh keliling. Ini karena demikian curamnya lokasi tersebut, tentu saja sebelum tertata seperti yang nampak saat ini.


“Makanya kuat nggak lu?“


“Ya kuat lah.“ Dengan meyakini tentu saja. Apa artinya tangga yang nampak di depan itu tentu saja di bandingkan dengan semangat besar yang sudah nampak semenjak perjalanan awal hingga ke tempat itu yang jaraknya demikian panjang. Itu semua tentu saja tak akan terjadi kalau tak ada semangat guna ada keinginan mendatangi lokasi indah dan sangat merindukan ini. Jadi tak akan heran kalau sudah menikmati keindahan nya di atas sana, maka enggan untuk kembali serta kalau sudah kembali bisa jadi bakalan ingin kembali lagi ke tempat begituan.


“Huh hah...“

__ADS_1


“Heh nafas kan lu,“ ujar Jasmine mendengar ada suara aneh yang keluar dari lobang itu seiring dengan jarak tempuh yang belum seberapa namun sudah dipastikan kalau butuh tenaga besar buat mengangkat tubuh lemah yang memang sulit sekali untuk bisa menuju ke lokasi lain apalagi dengan meningginya lokasi yang semakin besar membutuhkan tenaga guna melampaui nya.


“Sama dengkul mau copot saja rasanya.“


“Ya kan tinggi.“


“Mending disini pemandangan nya bagus. “

__ADS_1


“Semakin bagus kalau kita sampai di atas.“ Sembari menatap lurus ke atas sana. Sudah banyak yang sampai. Namun banyak juga yang bahkan belum naik, karena sudah terbayang sesuatu ketakutan akibat memang belum mencoba namun nampak demikian sangat tinggi. Walau nampak demikian jauh dan sudah terbayangkan dari situ, kalau untuk menuju ke lokasi yang kali ini dia berdiri saja sudah demikian berat, tentunya mencapai lokasi itu akan dua kali lipat kesulitan yang mesti di butuhkan. Dan air dalam botol bawaan yang sengaja untuk mengantisipasi dehidrasi, tak akan cukup langsung mengganti tenaga yang hilang.


“Bentar dong, istirahat sejenak.“


“Ya, ini ada bagian yang sangat lebar.“ Nampak ada yang sengaja di buat untuk sejenak istirahat. Apalagi memang mesti merasa capek buat ke situ. Dengan jarak tempuh yang barangkali belum ada separuhnya. Makanya sisa dan tempat yang luas itu memang sengaja di biarkan untuk lokasi diam sejenak. Barangkali memang memanfaatkan lokasi yang ada. Karena pada bentuk alaminya memang ada yang berbentuk menanjak lurus. Namun ada juga yang sedikit datar. Itulah yang kemudian di bentuk sebagai lokasi istirahat tanpa pelindung. Namun di pertengahan sana ada juga semacam gasebo yang sudah sedikit rusak.


“Disini kita bisa istirahat dulu. Sembari memandang sesuatu yang sudah kita lewati tadi, namun demikian indah nampak nya. “

__ADS_1


__ADS_2