Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 89


__ADS_3

“Dela langsung ambruk. Begitu meminum racun tersebut.“ Rupanya daya kerja racun sangat mengerikan dan cepat. Sehingga tanpa menunggu lama sudah bisa menunaikan tugasnya untuk membunuh diri sendiri buat yang meletakkan benda itu dalam minumannya sendiri. Dan itulah yang kemudian nampak karena akan terus saja membikin hal mengerikan berikutnya mengenaskan bagi peminum nya. Euthanasia. Pembunuhan yang baik. Namun tak pantas di lakukan karena berhalangan dengan banyak norma. Dan mesti di hindari. Selagi bisa.


“Bibirnya berbusa dan mulut menganga.“ Berbusa akibat meminum racun mematikan. Dan menganga karena tergantung. Serta posisi yang nampak demikian menyeramkan. Walau sebenarnya sudah meninggal saat tergantung dan kondisi yang di paksakan tersebut.

__ADS_1


“Aku berusaha membersihkan nya,“ ujarnya mengingat saat ada lap kain yang di pakai untuk menyeka mulut penuh keanehan itu dari kotoran yang keluar atau sisa minuman yang tak sempat masuk hingga ke tubuh. “Dan menjadi tak nampak setelah lehernya di jerat. Karena tertekan oleh tali yang melilit leher setelah dia mati itu.“ Bagaimanapun karena kuatnya tekanan pada tali, maka membuat leher menyempit dan kondisi yang semula tak demikian, maka berubah dari posisi asalnya yang berakhir akibat minum tersebut. Itu yang membuat kondisi akhir berbeda dari apa yang di duga merenggut nyawa dari si bunuh diri tersebut. Dan menjadi kan perkiraan yang keliru juga akan peristiwa sesungguhnya dari akibat apa yang terjadi pada si korban.


“Keduanya kemudian aku gantung. Bergantian. Karena tali hanya satu dan kebetulan yang satu terlepas. Sehingga seperti tergantung dengan tali yang masih sama.“ Tali yang panjang akan terasa sulit buat mengikat. Maka setelah ujung yang lain terikat pada satu tubuh. Kemudian ujung lain nya di pakai guna mengikat yang sisa nya itu. Dalam kondisi demikian, pada bagian tengah masih ada sisa tali. Dan kebetulan akibat bobot orang mati akan terasa lebih berat jika di bandingkan dengan saat hidup. Katanya. Atau karena memang sulit. Sebab selagi hidup, orang yang di pondong akan mengikuti posisi nyaman dari sang menggendongnya tersebut. Sementara jika sudah jadi jasat maka dia demikian saja tergolek. Sehingga kesulitan serta posisi tak nyaman itu rasanya semakin memberatkan buat yang membawanya. Dan untuk inilah yang kemudian membuat tali yang sudah terikat tersebut menjadi kendor, dan melorot. Itu yang kemudian membuat posisinya menjadi tak seimbang. Karena ada bobot yang tak normal tadi. Dan berikutnya menjadi pemandangan yang semakin mengerikan kalau di lihat dari suatu sudut tertentu.

__ADS_1


“Itu.. “


“Iya... “

__ADS_1


“Itu... “


__ADS_2