
“Yuk…“ Tiba-tiba si supir di dekatnya. Mobil mewah itu. Menemui si Kintoko yang tengah termangu-mangu di ujung gang. Dia tengah menunggu si Santi keluar mau berdagang. Sudah rapi, pakai minyak wangi, juga
“Eh, kemana?“
“Kita jalan-jalan,“ ujar Jasmine. Katanya jalan-jalan tapi duduk di mobil. Aneh Ini orang.
__ADS_1
“Aku mau kerja,“ jelas Kintoko. Dia merasa sudah ada janji sehingga mesti di tepati. Janji adalah hutang. Kalau tak ditepati alias ingkar, maka bakalan menumpuk hutang nya untuk kemudian bertambah besar bunga nya. Dan itu tentu akan sangat membebankan diri. Makanya selagi bisa tentu akan mengikuti nya. Apalagi di kota ini bukan kah hendak mencari kerja. Siapa lagi yang butuh tenaga nya jika bukan orang yang paham akan kehidupan nya. Apalagi di usia yang memang sudah tak memungkinkan. Untuk anak produktif saja terkadang masih sangat sulit untuk mencari satu hal yang bukan di bidang nya.. makanya selagi sekolah pura-pura sakit biar tak masuk. Tapi kalau lagi butuh kerja begini, pura-pura sehat walau terkadang tengah menderita sakit parah.
“Kerja apaan. Pengangguran juga. Tukang parkir lu.“ Tukang parkir kan juga mesti hati-hati. Jangan sampai hilang. Mesti tertata. Juga harus sabar. Mana orang sudah nanya, kan para pengguna lahan itu juga butuh nyaman. Bukan nya main kasar. Asal tak tertata sudah main rusak. Kalau tidak nomor hilang, maka baju hujan yang robek. Kan kasihan. Belum lagi kalau lagi tak punya duit. Karena yang banyak itu mestinya juga banyak rejeki masuk. Bukan nya malah merusak. Nanti akan dapat rejeki namun berikutnya jadi tak berguna. Rejeki panas. Karena ada yang dikecewakan. Makanya mesti sabar. Sehingga yang dating juga nyaman, yang di titip i juga tak terbebani. Sebab mau kerja apa lagi kalau bukan di situ. Lain lahan mungkin belum tentu mau menerima. Namun kalau sudah main rusak begitu, bukan nya akan jadi pemikiran tersendiri buat para pemilik kendaraan. Sebab mereka menitipkan itu ingin merasa nyaman, bukan malahan jadi tak aman. Sekarang ada-ada saja kejahatan.
“Gue udah dapet kerja, ngebantu Nyonya Santuy,“ jelas kintoko lagi. Tak enak kalau tak menyebut yang membantu nya. Walau bukan juragan paling kaya yang punya mobil merah, setidaknya dia punya niatan untuk membantu. Kalau sudah lancer jika ingin terus tentu akan dilanjutkan sendiri. Namun kalau ingin kerja serabutan lain, maka sudah ada bekal guna mencari kerja lagi yang lain nya, terutama sudah banyak kenalan di kota nanti yang bisa dimintai pertolongan.
__ADS_1
“Dagang buah.“ Mau apa lagi, sekarang yang ada hanya itu. Jadi tukang parker, tak punya lahan. Dagang cendol dawet nanti pada joged. Atau jual manisan, belum ada modal. Makanya selagi ada dan itu Cuma seperti ini mendingan di nikmati saja apa yang ada.
“Besok kan bisa,“ kata Jasmine yang sedikit memaksa. Nampak kali dia tengah terburu-buru untuk bisa sampai di lokasi yang dia inginkan saat ini. Serta bisa tuntas apa yang jadi tujuan nya. Makanya dia butuh teman.
“Oke. “
__ADS_1
Mungkin benar. Kali ini masih ada waktu untuk bisa tak membantu. Ada yang lebih membutuhkan tenaga nya. Esok lusa kan masih ada. Kintoko segera masuk mobil merah yang mewah itu.
Dan berlalu.