
“Atau sebuah pulung gantung,“ ujar Kintoko bicara tentang sesuatu yang tengah pernah beredar luas dalam kepercayaan masyarakat setempat.
“Apa Itu?“
“Mahluk mengerikan.“ Biasanya, kalau ada kasus demikian akan di hubungkan dengan mahluk halus yang sangat mengerikan. Pada saat gelap biasanya akan nampak kan diri sosok itu. Dalam bentuk semacam bola api pijar penuh amarah, yang langsung meluncur ke suatu rumah yang di tuju. Sehingga pada esok atau hari berikutnya, pada rumah yang di datangi pulung itu akan terjadi suatu korban dengan kondisi tergantung. Itu kepercayaan lokal yang menghubungkan bola pijar dan membawa petaka menuju ke lokasi yang tengah di intai nya.
“Kenapa kau bilang demikian? “
__ADS_1
“Ya kan semuanya mati tergantung,“ jawab Kintoko yang mencurigai ada hal yang aneh. Sesuatu yang mistik. Sesuai dengan kondisi apa yang tengah mereka temukan sebelumnya. Dan hal ini dibicarakan supaya selanjutnya tak ada lagi yang terkena satu hal mengerikan yang sama tepat seperti saat itu. Sebab kalau bisa di cegah maka akan sanggup mengurangi beban derita yang tengah menanggung. Atau buat mereka yang merasa satu teman, tapi kondisi kali ini sedikit berbeda. Jadi membuat ikut bersedih juga kalau merasakan demikian. Sebagai teman tentu bakalan sedih kalau kawan nya menderita. Apalagi kali ini bersama. Pasti merasakan hal yang juga sama. Itu yang mesti di cegah serta di hindari.
“Itu yang mati. Belum yang digantung perkawinan nya kasus nya atau perkaranya“
“Jangan bicara begitu ah.“
“Seram,“ ujar Jasmine. Mendengar saja demikian ngeri apalagi kalau mengalami nya. Tentu akan jadi sebuah hal yang sangat sulit di jelaskan kata-kata akan hal mengerikan itu.
__ADS_1
“Kalau kenyataan nya demikian mau bicara apa lagi,“ ujar Kintoko, masih meyakini kalau sesuatu itu ada hubungan nya dengan hal mistis yang jelas-jelas sudah di percaya masyarakat sekitar dalam waktu yang lama. Hal ini membuat kepercayaan itu seakan berakar. Dan bisa jadi akan terus menggaung dalam pemikiran masyarakat untuk selalu mengingat mahluk misterius yang demikian di takuti mereka ini.
“Ya yang lain.“ Jasmine hanya ingin apa yang di ucapkan sesuai dengan logika saja. Sebab kesedihan yang kini mereka rasakan tentu berhubungan dengan teman-teman yang saling memiliki banyak misteri. Misalkan kenangan akan jaman dulu yang demikian melekat. Tentunya pada suatu hal negatif yang pernah di alami. Hingga tak bisa di lakukan pembenaran nya. Hal itu karena demikian rapi mereka ini menyembunyikan nya. Misalkan terjadi perselingkuhan diantara teman sendiri. Atau selalu membuat nakal pada rekan nya. Yang sampai tidak ketahuan, tahu-tahu kondisinya sudah rusak. Ini bisa terjadi pada rumah, kendaraan atau juga barang lain milik dari mereka. Yang tahu-tahu nomornya lepas, atau bagian hiasannya ada yang di kupas. Serta hilangnya barang bukti yang terkunci di dalam. Sampai akhirnya tak terdeteksi keberadaan nya. Namun membuat yang memiliki merasa kecewa. Itu barangkali yang masih menjadi ganjalan di batin mereka hingga timbul suatu yang tak baik. Ini yang mestinya di pikirkan.
“Bayangkan si Pertama menggantung, Ringgo, lalu yang terakhir si Ita semua tergantung. Tinggal kita cari tahu entar malam, kalau pas keluar,“ ujar Kintoko menegaskan rencana nya yang hendak membuktikan kalau kengerian itu ada sebab musabab nya. Dan ini bakalan mereka ketahui nanti. “Kita lihat pasti dia nampak. “
“Terserah lah. “
__ADS_1