
“Ih capek,“ ujar Kintoko yang membawa buah sangat banyak yang dimasukkan ke karung dengan pengepakan yang sangat rapi. Sehingga untuk di taruh di tempat penitipan pada pusat perbelanjaan mewah juga masih tergolong layak. Meskipun sebenar nya sangat mengganggu tempat. Dimana seharusnya banyak barang yang bisa di letak kan, tapi mesti di kesampingkan dulu, akibat benda-benda seperti yang di bawa lelaki itu. Serta harus di letakkan demikian saja di lantai. Karena loker nya nggak muat.
“Gitu aja capek.“ Mangkel juga Santi sama orang ini. Dikit-dikit mengeluh. Nggak seperti para tukang angkut barang yang justru senang jika di beri pekerjaan seakan itu satu satu nya penghasilan yang bakalan dia dapat di kala situasi sulit demikian. Apalagi barang kan memang ikut naik seiring naik nya harga minyak. Maka barang berat yang sanggup dia angkat sedangkan si pemilik nggak sanggup membuat dia nyaman saja melakukan nya. Tanpa mengeluh tentu nya. Sebab jika terlalu banyak protes, nanti dikira dia tukang komplain. Dan lain waktu tenaga nya yang luar biasa itu tak di gunakan lagi. Namun akan mencari orang lain yang lebih muda lebih perkasa serta lebih ganteng. Walau untuk kriteria terakhir itu agak sulit di dapatkan. Walau itu relatif, namun untuk hal yang satu ini sudah bisa di pastikan.
__ADS_1
“Berat ini.“
“Ya sudah nyari kendaraan.“ Santi celingukan seakan tengah mencari sesuatu. Ya itu kendaraan yang melintas. Apalagi sekarang sedikit sulit. Banyak armada kuno yang sudah tak layak pakai dibiarkan dan tak perlu ada pengganti. Akibat sudah banyaknya kendaraan pribadi yang menggeser keberadaan nya. Itu juga yang akhir nya semakin jarang angkutan yang dari waktu ke waktu terus merugi. Si tukang belanja nya itu akan lebih baik membawa kendaraan sendiri yang Cuma dengan biaya parkir saja maka sudah bisa mengangkut barang yang berat, sangat berat ke rumah dengan lancar. Apalagi bila mesti beberapa ganti kendaraan akan terasa sangat merepotkan. Belum lagi jika bobot nya memang tak ringan, tentu selain repot juga tenaga nya bakalan terkuras hanya untuk satu kegiatan tak perlu yang semestinya bisa di pakai untuk lain keperluan tanpa mesti selalu istirahat di kala tengah di butuhkan itu.
__ADS_1
“Mahal. Nggak dapat untung entar kita,“ kata Santi dengan memperhitungkan kira-kira seberapa nanti dapat untung serta berapa biaya transportasi yang mesti di keluarkan kalau mesti naik kendaraan mewah begitu. Naik taksi kan mewah. Tentunya di banding dengan yang lain nya, apalagi dengan keuntungan dari jual beli yang demikian sederhana.
“Heh....“ Seberapa jauh lagi mesti berjalan, Kintoko hanya bisa menggerutu, sampai akhirnya masuk ke kendaraan yang dimaksud.
__ADS_1