Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 90


__ADS_3

“Bela...“


“Sama. Ketika kau mengejar putri, aku menemuinya. Dia malah tak curiga, kalau aku yang men sugesti semuanya agar melakukan hal terakhir tersebut,“ jelas Jasmine sembari mengingat kejadian di malam jahanam tersebut. Rupanya dia sedikit banyak tak merasa ragu jika teman semasa sekolah yang baik itu, justru memendam kekecewaan atas semua perbuatan jahat yang pernah dia lakukan bersama teman-teman nya dahulu. Sehingga perbuatan itu seakan tak berampun, dan mesti berakhir dengan tragis.


“Buktinya kau lihat anjing itu,“ kata Jasmine lagi. Melihat anjing yang masih terdiam dalam ruangan. Padahal saat pemilik nya memberi kode dari seberang sungai, di lokasi rumah yang lain, dengan garang dia melolong, serta di sahut sama pemiliknya dengan kode tertentu. Dan langsung terdiam. Itu semua berlangsung begitu cepat seperti keadaan sebelumnya yang sudah biasa terjadi.


“Ya.“

__ADS_1


“Dia diam saja ketika kita datang bukan? Padahal seperti di ketahui semua orang, kalau anjing itu binatang yang sangat setia pada tuan nya.”


“Lalu?“


“Itu karena aku sudah bertemu dengan nya. Sehingga saat kembali ke dua kalinya, dia sudah mengenal dan membiarkan aku untuk masuk tanpa peru mencurigai nya lagi.“


“Wah, panah itu. Bagaimana dengan benda berbahaya tersebut?“ tanya Kintoko mengingat sesuatu yang sangat mengherankan terjadi atas jasat tergantung namun masih ada berbahaya yang menusuk tubuh nya.

__ADS_1


“Ini juga terjadi saat kita melihat nya di sungai,“ ujar nya mengingat bagaimana ketika melihat mereka saling bersitegang diantara dua orang sahabat.


Lanjutnya lagi, “Dia memanah Putri. Tapi tak dia kenai, karena masih menganggap dia adalah teman nya. Teman tentu tak akan berbuat jahat. Tapi yang dia pikirkan, hanyalah kalau si Putri yang masih hidup. Dan dia mencurigai sebagai pembunuh semua teman yang lain. Sebab yang lain sudah mati. Kecuali kita. Tak mungkin orang yang mati akan balas dendam, atau bakalan membuat celaka yang lain. Itulah makanya, dia mencoba menakut - nakuti dengan memanah, namun tak kena. Karena sengaja tak mengenai. Kalau di bidik betulan, sebagai pemilik senjata, tentu sudah sangat piawai. Dan pasti kena. Maka kemungkinan bisa merubah kisah ini,“ ujar Jasmine memastikan.


“Hal ini juga berlaku untuk kita. Dia kaget saat melihat kita datang. Dan melihat mereka saling bermusuhan. Lalu memanah ke arah kita. Makanya dia langsung lari. Akibat tak yakin jika teman nya yang berusaha membunuh semua teman nya.“


“O.“

__ADS_1


“Beda dengan Putri yang tak tahu senjata. Itu bukan senjatanya. Tapi milik Nora yang dia pergunakan untuk berjaga-jaga setelah dua temannya tergantung. Saat senjata tersebut dia lihat di meja seberang dengan mayat Nora dan menggunakan sarung tangan kala memakai, dia buru-buru memungutnya untuk kemudian di simpan. Akan dia pakai kalau situasi dalam keadaan sangat berbahaya. Terutama untuk si pemilik rumah yang mereka yakini sebagai biang keladi semua itu. Makanya, dia tak begitu pandai menggunakan senjata sangat berbahaya itu dan terlihat saat baku tembak dengan Bela, dia selalu meleset,“ kenang nya lagi saat tembakan tersebut.


“Lihat ini pistolnya, yang sudah aku keluarkan isinya. Pistol semi otomatis dengan peluru hanya 20 butir. Ini tinggal sisa. Karena satu sudah di pakai pemiliknya, lalu beberapa lagi dia pakai untuk menembak Bela yang tak sampai kena,“ ujar Jasmine sembari meletakkan pistol semi otomatis tersebut di atas meja. Senjata kecil itu memang mudah di bawa kemana-mana dan tak nampak jika hanya di taruh pada bagian terdalam dari tas Nora.


__ADS_2