Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 70


__ADS_3

Setelah lumayan lama duduk diam. Ada yang di dapat. Sangat sedikit untuk mereka yang jago mancing. Namun karena hanya untuk senang-senang saja membuat semua itu tetap di jalani sampai hari habis.


“Sebentar, aku mau mencari umpan dulu. Hampir habis ini.“ Maklum umpan yang sudah di pakai lumayan lama. Maka akan kehabisan bisa saja memang di makan oleh ikan-ikan kelaparan. Atau justru tersangkut ranting ranting kayu dan kotoran lain yang bersifat lumayan kuat. Maka akan menahan ujung kail itu di dalam nya, yang kemudian membuat makanan yang lunak pada ujung tersebut langsung menghilang akibat tarikan maupun perlahan hancur oleh arus air yang terus mengalir. Karena lokasi yang lumayan tinggi membuat semakin cepat juga jalan nya. Itu makanya mesti mencari lagi.


“Jangan jauh-jauh ya.“


Jasmine yang duduk saja di tepi sungai itu. Gantian. Sebelumnya dia yang selalu pergi. Tentu akibat jenuh di situ terus tak melakukan apa-apa. Bagi orang tak suka memancing, maka duduk di situ merasa seperti sebuah siksaan. Beda dengan yang gemar memancing, tentu akan menjadi kesukaan tersendiri. Merenung dalam sepi dan nanti akan mendapat hasil pada akhirnya. Itu yang membuat mereka senang. Daripada merenung di tempat tidur yang hanya menghasilkan pulau kapuk. Maka mendingan duduk di sungai sembari ada kegiatan.


Kintoko terus menuju ke lokasi yang sekiranya ada umpan, semacam cacing atau hewan lain semacam keong yang bisa di jadikan umpan pada ujung kail nanti nya. Keong nanti akan di buang rumah atau cangkang kerasnya. Dan diambil bagian berdaging itu. Kemudian di taruh pada ujung kail sebagai umpan. Itu bakalan bisa menarik ikan juga. Terutama predator ganas yang suka makan tanpa memperhatikan apa itu yang ada. Semisal ikan gabus atau lele. Dia juga akan suka baik cacing maupun keong. Beda dengan jenis mujair, gurami atau tawes, yang suka makanan khusus. Hanya sesekali saja suka makanan jenis lain. Kalau ikan-ikan liar begitu apa yang ada langsung disantap nya. Sebab memang tak banyak pilihan untuk makanan yang jenis khusus begitu. Tentunya beda dengan di kolam, peliharaan, yang suka memberi makanan toko yang sudah di kemas dalam tempat yang praktis, serta menghindari adanya kekurangan makanan pada hewan-hewan peliharaan yang berpotensi pada kematian peliharaan itu jika telat makan. Itulah makanya makanan yang aneh demikian maka akan banyak disukai oleh ikan-ikan sungai yang sifatnya liar. Macam ikan betok, kating, atau melem. Semua ini tak banyak makanan pilihan.

__ADS_1


Belum jauh dia berjalan, pada sebuah kelokan yang sedikit tersembunyi dia terkejut.


“La Itu.“


“Apa yah?“ tanya Jasmine yang heran mendengar teriakan Kintoko.


“Gawat. “


Nampak ada yang tergantung di sebuah batang bambu dengan tumbuh melintang.

__ADS_1


Pada bagian tengahnya menggantung satu sosok yang mengarah pada sungai tersebut.


“Tadi kan sudah kita larang untuk ikut ya,“ ujar Kintoko. Teringat saat-saat terakhir sebelumnya dalam rumah kontrakan itu mereka berbincang dengan suasana yang sama-sama tak


“Nyatanya dia malah ada di sini.“


“Wah... Mestinya kita ajak dia sekalian ya. Bagaimanapun kalau dia senang akan bisa melalaikan dukanya. Jadi tidak harus menggantung demikian,“ ujar Kintoko yang merasa sedih dengan Ita yang kondisinya demikian mengenaskan.


“Sayang sayang. “

__ADS_1


__ADS_2