
“Yu pulang.“
“Oke.“
“Makan lagi kita.“ Maklum naik turun begitu kalau tak terisi lagi, maka rasanya sudah cepat habis saja apa yang belum lama mereka nikmati tadi. Jalan licin, tinggi, terkadang kalau tak hati-hati bisa tergelincir. Makanya mesti dihadapi dengan penuh kekuatan. Dan itu dengan makan yang mesti santai dan penuh dengan energi pengganti. Sehingga nantinya semua akan puluh serta kembali normal untuk selanjutnya tentu saja bisa meneruskan acara berikut yang sudah di rencanakan dari awal sebelum keberangkatan mereka tadi.
__ADS_1
“Di tempat dingin mah, enakan jagung aja,“ kata Jasmine seraya mendekati orang yang tengah membawa makanan alami begitu yang tanpa perlu membentuk ulang, hanya dengan mengupas saja, kemudian meletakkan di atas panggangan seraya selanjutnya mengipasi agar api stabil, tak terlampau besar juga mesti merata secara keseluruhan. Sehingga bisa matang semuanya.
“Bakar?“
“Ya.“ Lalu dipesannya dua. Kalau kurang tentu saja tambah lagi. Sebab makanan demikian sangat murah. Akibat barangnya mudah di peroleh di sekitar situ, dengan hasil dari para petani yang demikian banyak mengelola nya di seputaran daerah dingin yang sangat sesuai untuk pertanian dan perkebunan yang tak perlu berbagai macam peralatan canggih guna mengelolanya. Karena sudah dengan di tancap dak, ditebar biji, atau di olah tanahnya, lalu tinggal di biarkan begitu saja, maka alam akan memberinya kekuatan untuk bisa hidup sendiri. Dengan tanpa perlu membuatnya berlebihan. Lalu membiarkan tumbuh bersama batang ilalang yang nampak sama. Lalu akan dibersihkan dengan tanpa perlu di setiap harinya, namun seara rutin. Sehingga bisa membuahkan hasil yang bagus serta maksimal daripada tentu saja jika dibandingkan dengan membiarkan nya tumbuh kembang bersama hama-hama alami yang akan memepet nya sehingga berebut sesuatu yang subur dar tanah namun akhirnya tak kebagian makanan sehingga tumbuhnya juga menjadi memprihatinkan, dimana lokasi sekitar benar-benar sangat subur, akan tetapi dengan pembiaran begitu menjadi sedikit apa yang bisa di serap oleh batang tubuh tanaman tadi. Dan akhirnya sama-sama layu sebelum berkembang. Dan berikutnya kalau mendapatkan buah, bukan sesuatu yang baik. Buahnya adalah sisa dari berbagai kegagalan yang ditampakkan. Hingga dapat diketahui juga kalau hasil yang nampak adalah hasil dari kurang teliti serta kurang bijaksana dalam mengolah nya.
__ADS_1
“Emang napa?“ tanya Jasmine sembari minum teh jasmine. Sebelum memakan apa yang dibakar itu. Sehingga nanti kalau kepedasan atau terlampau seret kerongkongan, bisa langsung amblas lancar sesuai dengan lancarnya makanan masuk melalui jalan nya.
“Entar lu yang nyetir bakalan nggak lihat apa-apa,“ kata Kintoko memperingatkan supaya lebih hati-hati sesuai dengan berita yang banyak berkembang tentang bahayanya main api begitu. Selain pandangan tak jelas, juga akan terkena dampak di pernafasan, membuat sesak. Untuk tak bisa melancarkan angin yang keluar masuk ke alat vital tubuh yang akhirnya bisa membuat sengsara serta kepala pusing dan pikiran jadi tak jernih lagi. Sehingga menentukan langkah selanjutnya juga akan kebingungan.
“Apa apa an sih, orang cuma kecil,“ kata Jasmine. Dia juga bakalan heran kalau makanan nikmat itu tak jadi di bakar. Tentu rasanya tak karuan, serta tak ingin sepertinya untuk menelan atau sedikit mengunyah demikian saja apa yang mestinya bisa dirasakan kala itu.
__ADS_1
“Ya kali.“ Kintoko hanya tersenyum.