
Melihat Si Kintoko menerjang kawan nya, Si Tur itu menghadang.
“Et, Gue hadang.”
__ADS_1
”Kenapa kau malah membantu dia. Ia itu tengah berbuat jahat dan kami sedang membuat dia sadar untuk tak mengulanginya lagi,” jelas Kintoko berusaha menyadarkan si Guntur agar dia tak ikut-ikutan membantu orang yang tidak benar, serta menyerah begitu saja. Sehingga, pekerjaan tersebut tidak menambah kesulitan di atas kesulitan yang sudah ada. Apa yang sudah mereka putuskan semenjak awal mesti berhasil. Sehingga untuk selanjutnya bakalan sanggup melakukan kegiatan terbaik supaya dapat menyelesaikannya juga apa yang dikerjakan tersebut. Dan tidak mengecewakan sebelah pihak yang menginginkan apa yang tengah di inginkan itu. Dengan sebuah kesuksesan melakukannya pasti bisa membuahkan hasil yang menyenangkan. Serta berikutnya akan mendapat pekerjaan lagi di suatu yang belum tentu sama, namun sudah merasa yakin jika akan bisa diselesaikan seperti apa yang dilakukan saat ini dengan sebuah penyelesaian yang terbaik. Hal awal ini yang menuju ke kegiatan selanjutnya yang sangat baik serta begitu membanggakan hasil akhirnya. Itulah harapannya. Namun kali ini ada banyak rintangan menghadang yang mesti di lalui dulu dengan adanya musuh yang sudah bersiap di hadapan itu.
”Bagaimanapun dia kawanku makanya akan aku bela mati matian,” ujar Guntur berusaha berbuat apa yang terbaik buat temannya. Bagaimanapun sudah lama mereka bersama. Jadi ingin sekali dia membela, setidaknya untuk yang terakhir kalinya.
__ADS_1
”Yah gue di tonjok,” ujar Kintoko mangkel. Pukulannya sangat keras lagi. Walau mabuk, namun jika kena tubuh rasanya sakit juga itu. Makanya mesti hati-hati. Sebab jika tidak, maka akan langsung kalah dan akan langsung ambruk bersama mereka yang mabuk, walau dia tak mabuk. Tapi sama-sama menggelepar. Akibat sesuatu yang begitu keras menerpa tubuh bagian sensitifnya. Itu yang mesti di halangi. Kalau perlu akan membuat mereka tak berani lagi berbuat demikian. Segalanya harus dihadapi dengan penuh kejantanan. Apa yang dia punya kala itu juga mesti di pertaruhkan supaya langgeng kemenangannya. Serta bisa melakukan hal terbaik demi sesuatu yang membuat kemenangan mereka juga.
”Ya iya lah.”
__ADS_1
Guntur hendak mengulang perbuatan yang sama. Dia terus berusaha mendekati Kintoko. Sementara yang lain hanya diam saja menonton perkelahian tak seimbang itu.
”Dasar preman,” Kintoko mengeluh. Namun dia terus melawan. Tak mau dia menyerah begitu saja pada musuh yang sudah terlanjur mereka menyelinap ke rumahnya. Sebab kalau tidak demikian, maka mereka akan ngelunjak, akan mengusir dari situ, dalam kondisi terluka batin.
__ADS_1