
Kintoko masuk ke ruangan lain. Kali ini mereka semua terlihat. Pada tergolek semua.
Oh o...
“Ini... “ Kakinya menerpa tubuh rekan nya.
“Apa sih?“ ujar yang nggak ngerasa namun kaget karena kakinya di dorong paksa.
“Mabok lu?“
“Kagak ya, ik... “
__ADS_1
“Boong lu. Mabok gitu kok. Bilang tidak. Dasar, ik...“
Klotak!
Dipukul dengan botol kepalanya. Botol yang isinya tinggal sedikit membuat air yang ada tumpah berceceran. Padahal mahal, nggak sayang dia. Maklum mabok. Orang demikian sih bebas mau ngapain juga. Katanya nggak ngerasa soal nya. Jadi tingkah lakunya aneh. Menurut kehendak sendiri. Walau sebenarnya bukan sendiri. Karena nggak sepenuhnya sadar. Badan saja yang milik sendiri. Tapi pikiran dikendalikan oleh minuman aneh yang ada dalam gendul itu.
Untung yang di pukul mabok berat, jadi nggak sakit kepala. Benjol dikit. Walau.
”Ngapain Lu!”
Tiba-tiba si Tur itu berbicara sangat serak. Dengan wajah yang tegak. Namun mata nampaknya masih setengah terpejam. Dia tak sepenuhnya ingin melihat.
__ADS_1
‘Yah ada yang gerak. Waduh gawat.’
Kintoko panik begitu melihat ada orang yang terjaga. Dia juga mabuk. Bagaimanapun dengan kondisi demikian dia tak bakalan bisa berkilah, apalagi mau mengatakan tak tahu apa-apa. Sebab ini berada di daerah kekuasaan mereka. Yang tak sembarang orang bisa masuk. Apalagi menyelinap. Akan sangat berbahaya, apalagi bagi mereka yang dalam kondisi mengerikan begini, akan menjadi suatu masalah baru di atas masalah lama kalau tak mampu meloloskan diri ini. Mana banyak orang yang semuanya sama. Ini masalah tersendiri. Kalaupun bisa menjatuhkan satu, yang lain tentu tak bakalan terima, dan akan ikut menepung nya yang mau tak mau akan menjadi kerepotan tersendiri.
“Gue...” ujar Kintoko menunjuk dirinya sendiri. Takut kalau-kalau dia hanya mengigau saja. Maklum lagi setengah sadar. Dan itu bukan suatu yang di harapkan buat mengetahui dirinya yang tengah main intai ke rumah asing milik orang berbahaya itu.
”Kagak ngaku Lo?” tanya Guntur lagi sembari nadanya sedikit marah. Tak ingin dia tak dijawab begitu. Mentang-mentang agak mabuk di tanya malah tak mau menjawab. Bakalan kena hajar nanti orang tersebut.
”Gue bukan orang,” jawab Kintoko sekenanya. Walaupun di jawab juga belum tentu sadar. Nampak di sana banyak botol-botol alias gendul yang berserakan habis di pakai pesta oleh ke tujuh rekan bersahabat itu.
”Oh kirain orang, ik....” katanya terdiam dan mata kembali terpejam.
__ADS_1
”Yah tidur lagi dasar.” Sedikit lega Kintoko. ”Untung nggak ketahuan.”