Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 85


__ADS_3

“Dodo Nono...“ tanya Kintoko ingin mengetahui bagaimana aranya dia mengakhiri hidupnya seperti itu. Sesuatu yang sangat mengerikan. Apalagi bagi dia yang baru kali ini mengalaminya meskipun sudah sangat tua begitu.


“Dia hanya aku beritahu dosa nya,“ jelas Jasmine. Kalau Cuma di beritahu, tak semua orang akan percaya. Tapi dengan kemampuan lebih orang yang mengurai, maka bisa saja hal itu di lakukan oleh orang yang mendengarnya. Semacam hipnotis yang halus. Sehingga orang tak sadar melakukan apa yang di inginkan oleh si pembicara. Dan kalau suatu keahlian ini terus terpupuk, maka tak menutup kemungkinan akan semakin terbiasa dan orang-orang bakalan langsung ikut larut pada apa yang diinginkan nya. Makanya tak jarang orang akan berteriak kebingungan saat kehilangan. Baik itu helm atau benda berharga lain yang sangat mahal. Itu semua hanya karena ada seseorang yang punya keahlian khusus itu mempergunakan nya sehingga barang-barang itu hilang tanpa terasa. Bahkan tanpa sadar dilakukan ketika orang itu tengah berhadapan muka, untuk mengambil semisal kalung yang tengah di pakai lalu di serahkan kepada si jahat. Dan berikutnya menjadi kehebohan kala tersadar.

__ADS_1


“Semua orang kan berdosa,“ ujar Kintoko. Tak hanya orang tergantung itu. Dia juga merasa demikian. Terlahir sebagai pendosa, dan akan selalu berdosa jika tak mau mengakuinya. Sepanjang perjalanan manusia itu yang selalu di buat. Salah dan dosa. Makanya akan menjadi hal mengerikan jika hal demikian saja sudah bisa membuat menuju ke keabadian untuk satu hal yang tak dia ketahui bagaimana perjalanan akhir di kehidupan selanjut nya itu.


“Ya, makanya apa yang dia lakukan dengan semua kelompok nya itu pada masa sekolah dulu kita urai,“ kenang Jasmine, bagaimana kelompok orang-orang ini yang merupakan bagian terkecil dari suatu lingkup sekolah dengan jumlah murid yang ribuan jumlahnya tersebut. Dan membuat segalanya menjadi suatu kejahatan tersembunyi karena kelihaian nya melakukan tindakan tak baik tersebut. Dan untuk sebagian orang, masa seperti itu juga sangat mudah untuk terpengaruh oleh budaya dari luar. Kalau sekiranya tak di luruskan. Maka akan semakin jauh dari kebenaran. Untuk itulah yang tindakan nya tak benar, terkadang akan semakin jauh saja. Sehingga tak jarang orang-orang demikian akan suka hal yang urusannya sama keramaian hingga melihat sesuatu hal yang meriah seakan suatu kesenangan yang tak akan datang lain waktu. Itu yang kemudian akan menjadi suatu bencana.

__ADS_1


“Tentang dia suka main cewek. Lalu ke tempat yang terlarang. Beramai-ramai dengan tujuan tak jelas. Menjual barang terlarang.“


“Makanya aku terus mengungkapkannya. Bahwa apa yang pernah dia lakukan dahulu itu bukanlah hal yang benar,“ ujar Jasmine terus bercerita. “Dia sedih dan naik ke penggantungan. Yang dia lilitkan sendiri.“

__ADS_1


“O.”


Lanjutnya, “Setelah dia naik ke tali itu aku menyingkirkan kursi pijakannya,“ ujar Jasmine sembari mengingat ingat apa yang sudah dia lakukan kepada jasad di penggantungan yang aneh dan mengerikan kala itu. Itu semacam sudah menjadi suatu rencana yang mesti dilakukan walau bukan suatu keinginan nya. Karena dia hanya merasa di undang oleh seseorang yang bahkan tak dia kenal untuk bertemu dengan semua teman nya. Sebagai bagian dari sebuah kenangan yang dulu pernah mereka lakukan kala masih sekolah. Termasuk segala kenakalan yang pernah dia buat.

__ADS_1


__ADS_2