
“Hayo lu jawab. Benar semua, benar sebagian, atau salah semua!“ ujar Kintoko berusaha mendengar jawaban yang meyakinkan dari ke semua yang diungkapkan tersebut.
“Enak saja, ya jelas salah semua,“ kata Doni. Dia jelas merasa tak demikian. Apalagi kondisi juga seperti itu. Yang jelas membuat segalanya menjadi tak bagus untuknya di kemudian waktu. Yang jelas akan membahayakan kalau sampai mengaku, makanya sebisa mungkin dia menghindari apa yang dituduhkan demikian untuk selebihnya dia akan berusaha mencari teman yang lain agar bisa berkilah dan menghindar dari apa yang kali ini dituduhkannya itu. Selain membuat gondok di diri, juga akan sangat tak bagus buat selanjutnya, makanya mesti berusaha melalaikan apa yang sudah dia perbuat. Lagipula dia merasa kalau apa yang sudah dia lakukan terhadap perempuan itu bukanlah suatu hal yang membahayakan orang lain. Serta tak mempengaruhi nasib dari wanita itu yang jelas-jelas sudah tak bernyawa. Walau dirinya tak memperhitungkan situasi pendukung lain nya yang berhubungan dengan kondisi tersebut yang dirasa sangat mengerikan buat di dengar atau bahkan di pikirkan buat selanjutnya yang jelas-jelas tak semua orang setuju dengan karya kreatif namun ada unsur lain di baliknya. Sehingga ada beberapa hal yang juga di perhatikan selain dari unsur keindahan tersebut.
__ADS_1
Semua hanya menatap padanya. Tak ada yang ingin bersuara lagi. Lagipula semuanya itu miliknya, di tempat kediaman nya, serta apa yang dilakukan juga tak mempengaruhi kondisi nyawa bagi wanita yang sangat indah terlihat kali itu.
“Gue tak mau terima,“ ujar Doni menolak segala tuduhan yang di lontarkan padanya, soalnya merasa masih mabuk jadi bertambah pusing. Lebih baik diam dan tidur lagi, maka bakalan hilang kerja dari obat berbahaya tersebut. Dan itu dia rasakan segalanya masih berada dalam kekuasaan nya yang masih berada di lingkup milik pribadi. Dia merasa demikian. Karena ini rumahnya. Yang sudah dia dapatkan dengan bersusah payah yang juga butuh modal serta berbagai peralatan lain yang berasal dari diri sendiri. Belum lagi dia merasa jika hanya satu orang yang bersaksi tentu tak bakalan di denar. Apalagi berpengaruh jika menghadapi sekelompok orang-orang yang ada di situ yang jumlahnya jelas lebih banyak serta lebih merapat posisi nya ke pada dirinya yang sudah membuat orang-orang itu memiliki jawaban serupa dengan yang dia katakan.
__ADS_1
Namun mereka masih berusaha menanyakan hal tersebut guna membuat orang itu bersedia mengakui. Memang ada kalanya sulit membuat orang mengakui perbuatannya bahkan ada yang sangat sulit. Karena sifat orang tersebut yang bisa jadi dangat kuat akan menjaga suatu rahasia serta sudah berpikir lebih baik mati daripada membocorkan suatu rahasia. Dan orang demikian jumlahnya tidak sedikit alias lumayan banyak. Itu yang membuat rumit posisi mereka kali ini.
“Hayo lu jawab. Bener semua, bener sebagian atau salah semua!“
__ADS_1
“Tidak bisa!“