
Mereka bertemu di ruang sebelum para pemabuk itu berkumpul. Ruangan tadi yang banak lukisannya. Serta penuh dengan hiasan. Tapi dalam lintasan yang kosong. Sehingga begitu cepat sampai.
__ADS_1
“Kan Si Doni yang bikin yah?“ kata Kintoko langsung nyerocos saat bertemu Jasmine. Dia ingin terus, tapi tak enak juga kalau rekan tim nya ini malahan datang dan menyeruak masuk, sehingga membuat pikirannya menjadi bimbang serta was-was kalau terjadi apa-apa dengan perempuan pemberani itu. Walau berani, tapi jumlah mereka sangat banyak. Bisa saja menimbulkan masalah. Serta alat komunikasi yang sewaktu waktu meminta bantuan memang sudah di siapkan. Hanya saja jarak yang lumayan jauh membuat terkendala masalah waktu. Itu yang juga jadi persoalan. Karena tak serta merta meminta bantuan bakalan langsung datang. Setidaknya mesti mempercayai dulu apa yang di laporkan serta bukti yang menyertainya juga mesti kuat. Kalau tidak semua hanya akan di anggap angin lalu saja serta tak kunjung datang bala bantuan yang di butuhkan untuk saat-saat menentukan yang tengah di butuhkan oleh si wanita ini. Bukankah akan memperpanjang masalah jika demikian. Makanya untuk sedikit waktu ini paling tidak dia bisa jadi teman sebagai saksi atau nanti mesti lari bersama akan bisa saling dorong hingga lepas dari mereka yang banyak tersebut.
__ADS_1
“Kemungkinan begitu,“ ujar Jasmine. Dia ke tempat para orang itu berkumpul. Semuanya akan beres kalau ketemu langsung. Mumpung juga mereka semua tak ada yang pergi. Kalau semua tak ada maka walau urusan dan rahasia terungkap tapi orangnya tak ada maka memerlukan waktu lagi guna menangkap si pelaku ini. Jadi, kembali di ungkap kalau kali ini mesti tuntas dan sudah tak ada urusan lagi. Sehingga untuk selanjutnya sudah bisa tenang, atau memikirkan masalah lain yang lebih berat daripada hanya sekedar masuk ke rumah pemabuk itu. Juga mengenai orang-orang yang hilang juga bakal segera di temukan dengan mencari pengakuan dari mereka. Kalau semua sudah terang dan segalanya jelas, pasti nanti juga akan menunjukkan seara langsung kalau mereka tengah di sembunyikan di suatu tempat yang membuat pandangan umum seolah mereka semua itu lenyap tanpa bekas hanya karena berhubungan dengan mereka-mereka yang sangat berbahaya ini.
__ADS_1
“Ya, kalau yang lain ada yang mengaku, ya sudah,“ jawab Jasmine. Mau bagaimana lagi kalau semua sudah di akui. Sehingga tinggal ketok palu beres. Dan sisanya tinggal mengikuti skenario. Sebab tak banyak juga yang bisa di perbuat kalau segala sesuatunya berjalan demikian saja dengan tak perlu banyak mempersalahkan siapa yang salah dan yang benar. Asal sudah ada yang mengaku kan beres. Semua rahasia juga sudah di kuak. Sehingga untuk selanjutnya tinggal memberi solusi akan perbuatan berat yang dilakukan para bersalah itu.
__ADS_1
“Jelas nggak ada yang mau mengaku, orang enggak,“ ujar Kintoko dengan yakin. Dan masih dengan pemikirannya bahwa hanya orang itu yang tengah bermasalah.
__ADS_1