
“Ih sulit.“
“Bagaimana?“
“Tinggi juga pagarnya.“
“Awas hati-hati ada CCTV.“
“Tenang saja, entar aku putusin,“ kata Kintoko sembari mencari apa yang di ucapkan tersebut supaya bisa langsung main cabut pada alat itu. Kalau tidak demikian perekaman akan menghasilkan data yang sangat membahayakan keberadaan mereka.
“Memang pacar di putusin.“
“Hubungannya.“
__ADS_1
“O.“
Kintoko terus melangkahi pagar dan sebisa mungkin bisa melompatinya tanpa menimbulkan suara yang gaduh dan membuat mereka yang ada di dalam mendengar.
Tiba - tiba terdengar sesuatu,
“Biwir bereum - bereum jawer hayam... “
“Enak nih terdengar dari dalam suaranya membuat goyang ini,“ ujar Kintoko menggerakkan tangan nya sangat gemulai, meski di atas pagar rumah tersebut.
“Awas nanti ketahuan,“ ujar Jasmine sangat khawatir. Kembali mengingatkan akan hal tersebut supaya tetap waspada. Ini di lokasi musuh, jadi mesti melakukan aturan yang sesuai dengan keamanan diri. Sebab kalau ngawur, bukannya akan berhasil misi, namun hanya jadi buronan si pemilik rumah. Akan mengerikan kalau tertangkap, sementara jika tidak pun bakal langsung menjadi kejaran mereka. Dan hasilnya tentu tak akan mendapat hasil. Sehingga untuk berikutnya akan lebih sulit lagi akibat yang pertama gagal, pasti untuk seterusnya akan dilakukan suatu pengamanan yang lebih ketat supaya hal yang sama tak bakalan terjadi, serta mesti menambah alat yang sesuai dengan fungsi nya.
“Oya.“
__ADS_1
Baru sadar. Dilanjutkan lagi meloncati pagar tersebut. Sebab tak akan usai kalau terus mengeluh hanya karena hal demikian. Nanti bisa-bisa tidak jadi, dan orang akan meragukan kemampuannya dalam tak bisa menyelesaikan kegiatan.
Tak berapa lama kemudian terdengar lagi keluhan. Memang sedikit payah orang jauh ini, sedikit-sedikit mengeluh.
“Aduh...“
“Kenapa lagi?“ tanya Jasmin. Dia khawatir kalau-kalau ketahuan. Si orang yang ada di dalam akan tahu untuk kemudian melakukan pengepungan. Bagaimanapun meskipun tengah mabuk, namun jumlah nya yang banyak itu akan menjadi suatu halangan sendiri dalam usaha menyelidiki kegiatan mereka yang sangat penuh rahasia itu. Untuk itulah mesti hati-hati dengan tingkah laku yang di buat.
“Ini celana tersangkut,“ ujar Kintoko berusaha melepaskan dari apa yang menyangkut di celana yang dia pakai. Kan sayang jika sampai demikian. Mana jarum dan benang sangat sulit di dapat lagi, terutama untuk yang kali ini mesti mencari.
“Ah, tarik saja, entar beli,“ kata Jasmine. Celana begitu sih banyak di toko. Yang diskonan juga tak sedikit. Pikirnya lagi, kemarin juga dia melihat banyak yang potongan sampai separuhnya dan hal tersebut bisa saja mereka permainkan di harga pokok nya. Masa barang demikian saja sampai harus nampak mahal sekali. Itu seakan tak wajar. Tapi bagaimana lagi supaya laku. Dan itu dianggap tak menyalahi aturan. Asal mau dan cocok dengan harga mahal namun hasil dari diskonan sehingga membuat yang beli senang dengan harga potongan tinggi, tapi si pedagang juga tak terlampau rugi. Sebab kalau harga biasa lalu di pakai dengan patokan itu maka akan rugi banyak sekali. Walau akan lebih rugi kalau tak laku sampai busuk.
“Robek dah ah,“ keluh Kintoko.
__ADS_1