
Pada suatu rumah di lokasi yang sepi pada suatu perkampungan mereka masuk ke pelatarannya yang luas. Sebelumnya mereka masuk ke suatu tanjakan yang menikung sedikit setelah keluar dari jalan beraspal yang sangat halus. Meskipun daerah sepi begitu, namun sangat nyaman jalanan nya.
“Kita masuk nih.”
Mereka terus jalan. Dan diantara kendaraan lain, mobil itu di parkir.
“Wah ini rumah yang disewa sama Mela ya?“
“Undangannya sih gitu.“
Mereka mempersiapkan berbagai peralatan yang akan di pakai selama menginap di situ. Semua dalam pengepakan. Sehingga bisa langsung angkut ke dalam. Sisanya yang tak dibutuhkan masih di taruh dalam kendaraan itu. Ada yang di bagasi ada yang memang di letakkan pada kursi belakang yang memang kosong.
__ADS_1
“Sudah pada datang belum?“
“Melihat banyak kendaraan kayak nya sih sudah.“
“Wah kita terlambat dong.“
“Iya nih.“
“Penting sih penting, makanan nya enak - enak tidak nanti.“ Itu juga penting. Karena kalau tidak, bagaimana hendak memakan nya. Kalau sudah di lihat saja enggan, terus untuk selanjutnya akan tak mau memakan yang seperti itu. Makanya lebih baik bertanya dulu dari pada sesat kemudian. Akan kelaparan akibat segala bentuk serta rasa dari makanan daerah tak demikian nyaman untuk di nikmati. Tentu tak akan menjadikan gizi yang tertelan dalam tubuh nanti.
“Tentu enak dong.“ Jasmine meyakinkan. Padahal dia juga tak paham. Tentu supaya lebih nyaman saja nanti di tempat yang jauh dari mana-mana. Tentu dari daerah asal. Dimana semuanya itu rekan-rekan se sekolah di kota yang terkumpul dalam suatu tempat akibat keinginan untuk bersama dalam menuntut ilmu yang bermanfaat seperti kali ini setelah mereka meninggalkan.
__ADS_1
“Jangan – jangan, nanti kita masak sendiri, karena tak ada yang memasak kan nya nanti, di rumah yang sepi begitu.“ Mereka khawatir jangan-jangan berdasarkan perasaan mereka nanti akan seperti itu keadaannya. Tidak di kasih makan. Walau ada yang menyewa kan nya. Tapi berbagai kejadian jelas di rasakan demikian. Atau setelah nya mereka suruh berusaha menari sendiri, kalau tidak tidak di masak kan untuk berikut nya kan gawat. Lalu akan kelaparan sehingga akan saling makan. Bisa bertambah kacau nanti nya.
“Di sini juga kan ada teman kita yang memang asli sini,“ ujar Jasmine. Mereka ini banyak orang asli daerah yang pergi ke kota untuk sementara mencari pengalaman. Juga karena jurusan di sekolah sekitar itu tak ada yang sesuai makanya itu semua di cari di kota yang sesuai itu. Makanya mereka ke sekolah tersebut. Serta mendapat apa yang di inginkan hingga sampai pada akhir pendidikan nya, yang sangat berguna untuk saat ini setelah usai.
“O begitu, jadi hafal dong dengan daerah sekitar.“
“Mestinya begitu.“
Sedikit aman kalau sudah ada orang sekitar yang pastinya tak akan kesulitan jika mesti di tanyai bagaimana ara mendapat makanan nantinya. Kalaupun dalam rumah itu tak ada makan, bisa minta ke tetangga atau sama orang lain yang berdekatan. Beda jika orang\=orang dari luar semua, kesulitan jelas iya, kebingungan bisa terjadi, walau tergantung orang nya juga yang penuh usaha, maka segala nya bisa teratasi. Namun andai luar semua kalau mesti nyari sendiri akan bertambah gawat.
“Ayo, terus kita masuk.“
__ADS_1
“Oke. “