Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 67


__ADS_3

“Lumayan segar.“ Kintoko merentangkan tangan nya panjang - panjang. Bisa istirahat dia. Meskipun lumayan lama dia tak bisa melakukan hal demikian. Akibat rasa berpikir yang terus memenuhi otak nya. Sementara badan sudah sangat lelah. Itulah akhirnya yang membuat rasa nyaman sedikit tak ada. Dan baru kali ini dia merasakan nya setelah menghilangkan semua itu dari pikiran.


“Tapi kita tak bisa pulang,“ ujar Jasmine.


“Hah kenapa?“ ujar Kintoko semakin tak paham. Bukankah urusan sudah beres. Pelaku juga sudah teridentifikasi. Apalagi yang mesti membuat mereka tertahan di rumah yang kali ini terasa sangat menyeramkan itu.


“Si Ringgo...“


“Kenapa Dia?“

__ADS_1


“Juga....“


“Kenapa?“ lanjutnya lagi.


“Dia juga gantung diri,“ ujar Jasmine sembari menunjuk pada lelaki tergantung pada lokasi yang sama dengan apa yang kemarin dilakukan oleh Dodo Nono.


“Waduh.“


“Kan... Sudah bilang, kita pulang kemarin saja semestinya,“ ujar Kintoko menyalahkan posisi waktu yang sudah terlanjur menyeret mereka pada kasus mengerikan yang kini terus menerus datang, seakan sebuah mobil kuno yang bakalan merepotkan kalau tak di tangani hingga sampai pada semua kerusakan. Tentunya masalah ini juga bakalan terus berkembang kalau titik permasalahan nya tak segera di hentikan.

__ADS_1


“Eh, nanti kita yang dituduh membunuh nya,“ ujar Jasmine ikut panik.


“Waduh gawat ini. Kenapa bisa begitu?“ ujar Kintoko tak paham kenapa malah semua mengarah pada diri nya. Dia kan hanya di ajak. Tak tahu menahu. Kenapa harus berada pada satu titik yang justru terarah pada nya.


“Lagipula, kamu orang luar yang tak ada hubungannya dengan pertemanan kita. Itu semakin mendekati suasana gawat jika nanti kau yang bakalan dituduh melakukan semua ini.“ Memang kalau di pikir, buat apa orang luar datang pada sebuah pertemuan yang saling menginginkan. Kalau bukan untuk menari suatu masalah. Dan itu terjadi kali ini. Saat ada masalah, tentu semua akan mengarah kepadanya yang demikian memberatkan.


“Wah. Nggak bener ini.“ Kintoko bertambah panik saja. Perasaan sudah tenang tadi karena telah menemukan yang di curigai, ternyata kini semakin rumit saja. Belum lagi malahan tuduhan mengarah pada dirinya yang bukan siapa-siapa. Namun ini semua tentu gara-gara si cewek yang main ajak saja pada nya padahal sama sekali tak tahu urusan tentang reuni maupun pertemuan persahabatan yang aneh dari anak-anak kota yang memiliki banyak kepentingan.


“Makanya mesti tenang menghadapi suatu hal yang mengerikan begini,“ kata Jasmine. “Tentunya, kita semua juga panik dan takut. Hanya saja, kalau bisa sedikit jernih menghadapinya, nanti juga sisi terang bakalan muncul.“

__ADS_1


Katanya lagi, “ibarat berseluncur, maka akan semakin mudah kita meluncur, jika sudah agak lama berada dalam tempat tersebut. Karena telah hafal lokasi serta situasi yang di pahami. Demikian juga yang terjadi dengan kisah ini, bakalan terkuak seiring perjalanan waktu.“


__ADS_2