Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 86


__ADS_3

“Ringgo?“


“Dia hanya aku beritahu dosa nya.“

__ADS_1


“Dia juga menggantung,“ jelas Jasmine si Melati itu. Melati yang sedikit busuk kelihatannya, gumam Kintoko. Dengan senang kalau semua temannya mati demikian. Saling bergelantungan di tiang penggantungan dengan leher tercekik dan mulut dan lidah menjulur keluar. Hal yang sangat mengerikan sebenarnya. Tapi mungkin beda dengan dia yang beranggapan kalau dosa dan kesalahan mesti di bicarakan dan meminta ampun. Supaya segalanya jernih dan bisa memaafkan.


“Dengan hal yang sama, seperti yang pertama.“ Mestinya orang-orang juga bakalan langsung curiga, serta sudah pada tahu jika hal ini ganjil. Dan orang di luar itu tentu sudah paham, jika itu suatu kesengajaan. Yang dilakukan oleh satu orang saja. Dengan pola dan gerakan yang sama, membuat yang semestinya biasa menjadi suatu keanehan. Bukankah hal demikian biasa. Setidaknya tiap tahn ada yang melakukan nya. Sebab berbagai keperluan dan kepentingan membuat orang berlaku demikian. Jika saja tak kuat akan cobaan dan godaan maka akan berbuat hal mengerikan demikian. Yang nantinya akan terulang dan terus terulang. Sehingga orang-orang dengan kepandaian khusus ikut membantu supaya hal yang burk demikian tak terjadi. Terutama buat yang banyak pikiran dengan kemungkinan tak bisa menyelesaikan dan menjadi sesuatu itu sekan benan hidup sangat besar yang tak bisa di tanggulangi. Namun buat yang kali ini kasus nya lain.. ini tentang kesalahan masa lalu yang masih terpendam dan ingin di lampiaskan dengan caranya sendiri yang sangat mengerikan itu.

__ADS_1


“Tapi aku betulkan lagi.“ Dengan begini akan langsung nampak, jika apa yang ada di bawahnya bukan suatu kebetulan lagi, tapi suatu kesengajaan. Karena kaki menggantung tentu akan menjangkau pijakan tersebut. Dan kemungkinan kena tendangan bakalan sangat besar. Sehingga


“Supaya orang curiga. Kalau dia tak menggantung.“ Sebab satu hal yang sama di lakukan dua orang, tentu bakalan membuat orang tak heran, serta membuat yang lain tak cemas. Seakan itu hanya kejadian biasa saja. Tanpa ada hal yang bisa di contoh dari suatu peristiwa yang dianggap wajar. Makanya semuanya di buat supaya selain menjadi peristiwa mengerikan menjadi contoh agar yang lain lebih baik lagi, atau menuruti tatanan yang berlaku dalam masyarakat sekitarnya sehingga tak akan berbuat hal yang buruk lagi. Atau malahan melakukan hal yang kurang baik hanya ingin supaya seseorang itu melakukan kegiatan yang sebenarnya tak berguna. Sehingga keinginan nya itulah yang akan dia kedepankan.

__ADS_1


“Makanya, aku letakkan sama persis saat dia naik ke atas tali itu,“ kata Jasmine yang saat itu meletakkan kursi sedemikian rupa sehingga nampak kembali jika posisinya sama persisi saat di pakai untuk naik tali. Dan orang lain akan keheranan karena gerak kaki orang kesakitan tentu bakalan meronta dan menendang apa yang ada di sekelilingnya. Seperti saat orang pertama sebelumnya melakukan hal yang sama. Hanya kala itu di singkirkan alat tersebut serta membuat seakan dia melayang tanpa pijakan sebelum nya. Dan menjadikan hal itu suatu keanehan serta akan langsung berpikiran kalau orang lain ada yang berbuat, atau setidaknya melakukan bantuan bagi si tergantung yang jelas tak bisa dilakukan sendiri saat sudah berada di sana.


__ADS_2