Duda Miskin

Duda Miskin
Episode 80


__ADS_3

Setelah itu keduanya pergi dengan arah yang berbeda.


“Bagaimana ini?“


“Kau ikuti Putri.“ Entah bagaimana mesti mengikuti orang-orang bersenjata tersebut. Padahal kan sangat berbahaya. Sedangkan mereka tak memegang apa-apa. Yang ada hanya karena semua itu adalah rekan. Jadi percaya saja. Kalau mereka bakalan melakukan serangan mendadak.


“Kau?“


“Aku akan mengejar Bela.“


“Oke.“


Kintoko langsung mengejar Putri. Tapi lenyap di suatu tikungan. Cepat sekali dia menelusup di antara semak. Bahkan bayangan nya juga tak nampak sama sekali sekarang. Seakan sudah sangat paham daerah tersebut.


Mau di kejar terus, dia membawa senjata, takut malahan kenapa-napa. Itu yang akhirnya membuat Kintoko termangu-mangu an untuk waktu yang lama hanya mengamati saja dari kejauhan.

__ADS_1


“Bagaimana?“


“Dia lenyap.“


“Lalu...“


“Kita ke rumah Bela.“ Merekapun menyusuri sungai kembali untuk menuju ke lokasi di mana tadi dia menghilang. Rumah ini sedikit besar. Sedikit jauh dari sungai. Namun tertutup pintunya. Kemudian di kuak.


Tidak di kunci. Ini nampak dari pintu yang bisa di dorong walau tak usah mengeluarkan tenaga yang hebat. Setelah terbuka, mencoba untuk melewatinya. Meski dengan tatapan yang di pertajam agar nampak kalau-kalau ada orang di balik daun pintu yang gelap serta tak tertembus dari luar begitu. Mereka masuk dengan hati-hati.


“Panah itu bukan rahasia.“


“Tapi senjata kan.“


“Makanya hati - hati. Kena bolong nanti jidat.“ Bagaimana tidak bolong kalau senjata itu demikian tajam. Jarang yang punya panah demikian. Panah itu di buat khusus. Dengan sekali menekan pelatuk, maka seperti layaknya senapan, dia akan melepaskan tali yang terhubung dengan anak panah. Untuk kemudian meluncurkan nya dengan sangat cepat, menuju ke sasaran. Apalagi dengan busur pegangan yang lumayan panjang, dan tali yang sangat kuat namun lentur. Busur tersebut seakan menempel pada pegangan yang dibuat menyerupai senapan. Dan tali nya diantara kayu tersebut yang melengkung. Makanya bisa untuk lontaran kalau dari padanya di letakkan benda semacam anak panah yang berikutnya akan terdorong oleh tali kuat tadi. Dan berikutnya sudah bisa di bayangkan kalau panah yang tajam itu di lepaskan. Bakalan langsung meluncur sangat cepat menuju ke sasaran yang sudah di bidik dengan ketelitian yang sangat cermat. Pada jarak yang jauh saja bisa kena, apalagi kalau hanya di depan nya saja. Maka akan menyedihkan akhirnya nanti.

__ADS_1


“Ini sudah pelan.“


Mereka terus masuk. Jangan sampai di kagetkan oleh orang bersenjata mengerikan itu. Atau bahkan akan langsung memanah mereka dengan ganas. Seperti apa yang sebelum nya mereka rasakan, kala berada di tepi sungai tadi. Dia tak segan-segan untuk melepaskan anah sakti nya ke arah mereka yang merupakan sahabat nya. Makanya mesti hati-hati.


“Mana dia?“


“Terus saja.“ Di telusuri dalam rumah tersebut. Ruangan yang nampak sedikit gelap. Namun masih bisa di lihat suasana nya diantara bayang-bayang cahaya. Baik yang lewat jendela, maupun pada angin-angin yang menerobos masuk dari nya cahaya yang mampu menelusup hingga ke mata mereka. Itu yang membuat mereka masih bisa memperhatikan seluruh ruangan dengan jelas.


“Mungkin di ruang itu.“


Setelah ruangan di buka. Nampak sebuah pemandangan mengerikan.


“Dia malah gantung begini.“


Yang ada hanya tubuh nya yang tergantung dengan anjing di ruangan yang sama. Namun berada di ujung yang lain.

__ADS_1


“Yah habis ini.“


__ADS_2