
“Bagaimana Ini?“ Kintoko sembari minum air warna kuning dalam gelas yang banyak berjejer di meja.
Melihat sesuatu yang bukan bertambah cerah, namun seakan semakin terjerumus pada kegelapan yang semakin suram. Yang pertama belum di ketahui apa dan bagaimana sehingga menimbulkan demikian. Sudah terjadi peristiwa lanjutan yang semakin menambah pusing suasana nya. Apa yang berhubungan dengan korban pertama seakan berbalikan dengan yang terjadi pada selanjut nya. Ini yang menjadikan semakin ruwet keadaan nya. Juga apa yang melatar belakangi tak jelas. Barangkali saja mereka pernah di suatu perkumpulan, lalu ada yang merasa di kecewakan karena urusan pribadi nya yang harus diselesaikan. Nyatanya akibat pertemuan itu membuat dia tak bisa melaksanakan dan larut dalam kesukaan. Atau karena ada masalah lain dimana mestinya dagangan yang mesti di jual namun sama sekali tak laku. Sehingga saat ada yang ingin membeli membuat marah, lalu mengkandaskan dia dalam suatu kolam air. Hingga membuat ada kemarahan dari orang yang merasa berkepentingan. Yang jelas semua memang masih misteri. Seakan sebuah balon. Dimana semua akan terperangkap dalam suatu tempat hingga membuatnya terus mengendap, dan akhirnya akan memecah dalam ledakan keras. Demikianlah, kasus ini semakin mengendap saja. Perlu waku untuk memecahkan nya supaya lekas ketahuan apa yang menyebabkan semua bisa mengarah pada sebuah misteri yang kali ini seakan belum bisa di urai itu.
__ADS_1
“Ya sudah. Pergi saja,“ ujar Kintoko merasa kalau tak akan mampu memecahkan suatu masalah pelik yang demikian mengerikan.
“Kemana?“
__ADS_1
“Kemana ya. Gua juga bingung. Mau pulang tak boleh. Kalau terus di sini takutnya malah akan jadi sasaran. Karena demikian mencekam suasana serta peristiwa yang tengah kita hadapi kali ini. “ Kintoko kembali mengeluh dan mengeluh. Tak pernah dia merasakan hal mengerikan begitu. Yang dia ingin adalah bisa lepas dari semuanya. Kembali atau ke kota. Melanjutkan pencarian atas usaha nya, atau cukup dengan merasa puas akan pengalaman yang sudah terjadi. Dan melalaikan segala impian. Memang sedikit jauh dari harapan. Namun apa daya jika segalanya mesti lepas. Karena memang hadangan di depan sangat sulit di tembus. Sekarang halangan tak harus tembok yang tinggi menjulang atau pagar berduri yang sulit di lompat. Tapi keadaan yang tak baik juga bisa jadi penghalang.
“Sudahlah kamu sini saja dengan yang lain. Kan malah bisa saling membantu.”
__ADS_1
“Sudahlah, kita mancing saja.“
Akhirnya itu yang di putuskan. Bukankah dekat sungai. Banyak ikan. Kalaupun tak banyak setidaknya satu dua bakalan mereka temukan. Sebab itu sumber air. Dimana ada air disitu akan ada ikan. Entah ikan petrus atau ikan mujair. Toh sama sama nikmat. Sebab aliran itu terhubung dengan alam liar yang bisa memberikan benih tanpa disadari dan salah satunya pasti bakalan melintas di sungai tersebut. Walau air tak seberapa dan kondisi sungai dengan penuh bebatuan, tapi sejauh bisa mengalirkan air hingga ke muara, maka tak ada menutup kemungkinan guna menjangkau hingga sepanjang perjalanan aliran tersebut. Sebab semacam evolusi alam yang sudah berlangsung puluhan tahun yang telah memberikan rejeki bagi para pencari nya, apa dan bagaimana mereka ini seakan bisa bertahan hidup pada lingkungan sulit dengan cuaca yang tak bagus juga, namun selalu memberikan benih yang sanggup menyebar hingga ke atas.
__ADS_1